Khutbah di Masjidil Haram Menggunakan Bahasa Indonesia

Khutbah di Masjidil Haram Menggunakan Bahasa Indonesia

accorhotels.com

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Bahasa Indonesia resmi digunakan dalam kitab khotbah di Masjidil Haram. Hal tersebut diungkapkan oleh Presiden Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Arab Saudi, Sheikh Abdur-Rahman As-Sudais.

"Bahasa Anda sangat penting di dunia ini, dan inilah tugas kami untuk menggunakannya dalam rangka mengirim pesan khotbah di Haramain ke umat," kata Syekh As-Sudais di Mekah, pada 25 Februari 2018, seperti dikutip dari Antara.

Masjidil Haram menggunakan bahasa yang berbeda sebagai saran menyebarkan pesan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam yang bersifat universal dan juga sejalan dengan upaya pemerintah Arab Saudi untuk menguniversalkan pelaksanaan Visi Rasab Saudi 2030.

Syekh As-Sudais menyadari, bahasa adalah sarana penting menyampaikan kepada masyarakat, baik nasional maupun internasional.

"Ini adalah era media, dan oleh karena itu kita bergandengan tangan, terutama melalui media digital," kata As-Sudais kepada tiga wartawan senior Indonesia dari kantor berita Antara, the Jakarta Post, dan Republika.

As-Sudais mengatakan dia memiliki sebuah situs web termasuk akun media sosial yang sangat maju dalam Bahasa Arab yang kemudian diterjemahkan kedalam banyak bahasa termasuk Bahasa Indonesia.

Sumber : Liputan 6, Merdeka, Antara

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga80%
Pilih SedihSedih2%
Pilih SenangSenang7%
Pilih Tak PeduliTak Peduli3%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi2%
Pilih TerpukauTerpukau6%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Kontribusi Indonesia Bagi Perdamaian Dunia? Sebelummnya

Kontribusi Indonesia Bagi Perdamaian Dunia?

Aturan Baru WhatsApp Soal ‘’Meneruskan’’ Pesan Selanjutnya

Aturan Baru WhatsApp Soal ‘’Meneruskan’’ Pesan

Fachrezy Zulfikar
@fachrezy

Fachrezy Zulfikar

1 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.