Hammock adalah tempat tidur gantung yang terbuat dari kain dengan berbagai bahan yang digunakan. Hammock banyak digunakan oleh wisatawan untuk bersantai saat berkemah ataupun berwisata. Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat hammock seperti kain katun, kain ikat, nilon parasut, tali, dan bahan lain.

Hammock adalah peralatan wajib para traveler terutama yang menyuka kegiatan-kegiatan outdoor. Menariknya, ada satu brand hammock asli buatan Indonesia yang cukup populer di dunia. Namanya cukup unik, "Ticket to the Moon" yang jika diartikan secara harfiah adalah 'Tiket/karcis ke Bulan"

Ticket to the moon | be-wak.fr
Ticket to the moon | be-wak.fr

Dilansir dari Googs.me, perusahaan pembuat Hammock ini diciptakan pada tahun 1996 oleh Charles-Antoine Descotis melalui petualangan perjalanan melalui India, di mana ia menikmati hidup dan tidur di tempat tidur gantung selama dua tahun. Saat itu ia menggunakan tempat tidur gantung buatan sendiri yang terbuat dari polyester, terutama untuk melindungi diri dari serangga dan kotoran.

Ticket to the moon | wetravelandblog
Ticket to the moon | wetravelandblog

Ketika ia tiba di Bali, ia kemudian menemukan bahan nilon. Dia mengakui potensi bahan seperti itu ringan, tahan lama, elastis, bernapas, anti-jamur dan ramah di kulit sehingga beliau mulai membuat tempat tidur gantung dari ini. Tempat tidur gantung nya awalnya dibuat di rumahnya sendiri, dan akhirnya ia membuka sebuah pabrik kecil di Kerobokan, Bali pada tahun 2004 dengan 20 karyawan.

Sejak itu, perusahaan telah terus tumbuh dan tempat tidur gantung yang telah mendapatkan popularitas mencapai petualang dan pemimpi dari seluruh dunia. Nama Ticket to The Moon  sendiri berasal dari telur dadar yang terkenal dibuat di pulau-pulau Gili di Lombok. 

 Melihat sekilas pabrik pembuatan Ticket to the Moon

Begitu populernya, saat ini distributor produk Ticket to the Moon sudah ada di 5 benua. Info yang didapatkan GNFI dari website ticketothemoon.com, distributornya tersebar di puluhan negara, mulai dari Madagaskar di Afrika hingga French Polynesia di Pasifik Selatan, dari Kanada hingga Australia. 

Menariknya, Ticket to the Moon tak melulu memikirkan penjualan dan profit. Mereka juga menyisihkan sebagian sumber daya mereka untuk membantu sebuah komunitas petani dan nelayan di Pulau Sumba, NTT.

Maju terus, produk Indonesia

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu