"Pernah beberapa kali saya berkunjung ke Indonesia, negara dengan kekayaan budaya yang luar biasa yang menurut saya selalu membuat rindu. Beruntungnya mahasiswa Indonesia yang ada di National Central University sangat gencar dalam pengenalan budaya mereka sehingga kerinduan saya pun sedikit terobati. Apalagi dengan peningkatan jumlah mahasiswa Indonesia di kampus ini yang beberapa tahun lalu hanya mencapai 40-an orang, dan tahun ini sudah mencapai dua ratus orang," ujar Prof. Tso-Ren Wu sebagai representatif dari NCU Office of International Affairs.

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, NCU Indonesian Cultural Days selalu mampu menyihir tiap mata mahasiswa dan masyarakat Internasional di Taiwan. Setelah sukses menghadirkan ratusan pengunjung di tahun 2017, tahun ini NCU ICD 2018 kembali berhasil memikat tak kurang dari lima ratus pengunjung dalam dua hari pelaksanaannya. Bahkan menariknya, meski dua hari berturut-turut (7-8 Maret 2018) area kampus NCU diguyur hujan deras, sama sekali tak menyurutkan antusiasme pengunjung.

"Wow, tahun ini kalian kembali berhasil mendatangkan banyak pengunjung, meski cuaca sedang tidak mendukung," ujar Amber Xiao, mantan pimpinan NCU Student Ambassador yang turut hadir di dua hari perhelatan NCU ICD 2018.

Yang menarik dari acara bertajuk Beautiful Culture from Indonesia to Formosa ini adalah dukungan yang sangat meriah dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia yang diwakili oleh ibu Soufie beserta jajarannya. Masih seperti biasanya, dengan membawa tagline andalan: Wonderful Indonesia, booth Kemenpar RI berhasil diserbu oleh para pengunjung asing dari Taiwan, Perancis, Yaman, India, Pakistan, dan masih banyak lagi. Tak hanya menyuguhkan pameran kebudayaan, Kemenpar RI juga memberikan edukasi tentang Indonesia kepada seluruh pengunjung yang hadir, dibantu oleh seluruh anggota PPI NCU Taiwan.

Sambutan dari perwakilan Kementerian Pariwisata RI di hari kedua NCU ICD 2018
Sambutan dari perwakilan Kementerian Pariwisata RI di hari kedua NCU ICD 2018 © PPI NCU Taiwan

"Selalu kagum dengan mahasiswa Taiwan, setelah Indonesian Week Desember 2017 lalu di Kaohsiung, dan sekarang di kampus wilayah utara, antusiasmenya selalu keren! Sampai jumpa lagi di lain kesempatan ya," ujar ibu Soufie saat berbincang singkat dengan penulis beberapa waktu setelah acara.

Hari kedua NCU ICD 2018 diisi dengan drama berjudul Story of Toba Lake dan penampilan dari tim Bhinneka Swara Choir berdurasi kurang lebih satu setengah jam. Ditutup dengan pengumuman dan pembagian doorprize berupa smartphone, sepeda, dan banyak merchandise dari para sponsor.

"Tentunya acara ini tak akan bisa terlaksana tanpa bantuan NCU OIA, Kementerian Pariwisata RI, Indomie, Telkomsel, NiHao Indo, dan sponsor-sponsor lainnya. Juga tak lupa kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Jawa Pos, Good News From Indonesia, majalah InTai, PPI Dunia, dan berbagai media partner lainnya yang telah membantu menyiarkan berita tentang NCU ICD 2018," tutup Hanas Subakti, ketua PPI NCU, mengakhiri sambutannya di hari kedua.

Terlaksananya acara ini membuktikan bahwa dimanapun belahan buminya, bagaimanapun kondisinya, dan apapun yang sedang diusahakan oleh kami: para mahasiswa Indonesia di luar negeri, Indonesia adalah satu-satunya tempat terbaik untuk kembali. Mari perkenalkan ke-Indonesia-an kita di manapun berada! Karena sudah seharusnya kita bangga menjadi Indonesia, berbudaya Indonesia, apapun suku, agama, ras, dan golongannya...

#KotakAjaib

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu