Pembukaan | Foto: YIAB
Pembukaan Kerja Bakti Inisiasi Pengecatan Pulau Kolorai | Foto: YIAB

28 Februari 2018 lalu secara resmi kegiatan Kerja Bakti Inisiasi Pengecatan Pulau Kolorai Kabupaten Pulau Morotai di Maluku Utara telah dimulai. Agenda tersebut dibuka secara simbolik oleh Kepala Dinas Pariwisata Pulau Morotai. Pelaksanaan agenda ini merupakan salah satu perwujudan pembangunan negeri khususnya melihat potensi Indonesia sebagai negara kepulauan yang pastinya menyimpan potensi ekonomi yang tinggi.

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)

Kawasan rumah warga sepanjang 1.5 KM di kepulauan Maluku Utara akan menjadi wajah baru yang menjadi destinasi wisata di kepulauan tersebut melalui adanya kegiatan pengecatan dengan bantuan lebih dari 100 orang. Saat ini sudah banyak berkembang ide-ide untuk memajukan desa, seperti contohnya kampung warna-warni. Pulau Kolorai diproyeksikan untuk menjadi destinasi wisata tematik berupa warna-warni pulau sesuai identitas kearifan lokalnya yaitu warna jingga, hijau, dan biru. Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai dengan PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) serta Yayasan Inspirasi Anak Bangsa (YIAB – Jakarta) berkolaborasi bersama dibawah payung program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Sampoerna Untuk Indonesia untuk membuat rencana untuk memajukan wilayah Pulau Kolorai terwujud melalui program tersebut.

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)

“Saya melihat antusiasme masyarakat Kolorai untuk ambil bagian dalam kegiatan ini, semoga semangat ini terus ada, khususnya dalam mengembangkan potensi wisata desa ini yang akhirnya memberikan dampak ekonomi bagi masyarakatnya.” Ujar Nona N. Duwila, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pulau Morotai.

Kegiatan Kerja Bakti inisiasi pengecatan pulau Kolorai ini merupakan permulaan dari rangkaian program CSR bertajuk Local Economic Advancement Program (LEAP), dengan tujuan utama peningkatan ekonomi lokal yang mendukung industri pariwisata dan perikanan serta lingkungan di Pulau Daruba dan Pulau Kolorai.

Kegiatan tersebut akan berlangsung selama sebulan hingga akhir Maret 2018. Berfokus pada tantangan dan peluang sektor pariwisata khususnya infrastruktur akomodasi, transportasi, kuliner, serta sarana publikasi. Fokus tersebut dipilih untuk menciptakan sinergi dalam pembangunan sebuah kawasan desa wisata yang mampu memenuhi ekspektasi para wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)

“Kami bersyukur atas apa yang kita capai hari ini bersama Pemerintah daerah Kabupaten Pulau Morotai, dan segenap pihak dalam mengolah potensi pariwisata khususnya Pulau Kolorai. Upaya ini adalah kerja bersama semua pihak agar desa ini dapat masuk dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai prioritas pengembangan 10 destinasi pariwisata nasional yang tentunya akan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakatnya.” Ucap Manager Stakeholders Regional Relations and CSR, Arga Prihatmoko.


Sumber: Press rilis Yayasan Inspirasi Anak Bangsa 28 Februari 2018

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu