Berbagai inovasi transportasi mulai dilakukan seiring dengan berkembangnya teknologi digital. Selain semakin populernya teknologi kendaraan listrik, teknologi berbasis jaringan seperti internet of things (IoT) juga digunakan untuk transportasi di Indonesia. Seperti yang dilakukan oleh Universitas Indonesia yang baru saja meluncurkan teknologi IoT untuk sepeda kampus. 

Universitas Indonesia yang selama ini telah memiliki sepeda kuning (Spekun) di kampus UI Depok kali ini di uji coba untuk dapat terintegrasi dengan jaringan pita sempit berbasis internet of things (NB-IoT). Berdasarkan rilis yang diterima GNFI uji coba ini dilakukan pada Rabu (14/3) dan menjadi generasi ekosistem berbagi sepeda generasi keempat plus (4+) yang dimiliki UI. Penerapan teknolog ini dianggap menjadi penyempurnaan ekosistem berbagai sepeda yang sebelumnya sudah terjadi di kampus UI.

Uji coba sistem ini selama satu semester (3 bulan) untuk melihat kinerja sistem. “Bila lancar, maka kami harap awal tahun 2019, sistem bike sharing berbasis teknologi ini sudah dapat diterapkan ke seluruh area UI,” ujar Rektor UI, Prof. Dr. Ir. Muhammad Anis, M. Met.

Rektor UI saat peluncuran uji coba Spekun 4+
Rektor UI saat peluncuran uji coba Spekun 4+

Lewat teknologi ini proses berbagi sepeda akan memungkinkan sepeda untuk diparkir di titik-titik tertentu tanpa harus dimonitor secara fisik oleh manusia. Sehingga pengguna sepeda akan lebih mudah meminjam sepeda dalam jangka waku tertentu kemudian digunakan dari satu titik ke titik lainnya. Di titik parkir akan terpasang teknologi identifikasi berbasis frekuensi radio (RFID) yang akan mendeteksi sepeda. 

Seluruh sepeda yang berada dalam sistem Spekun juga telah terkoneksi dalam server operator sepeda sehingga seluruh sepeda mampu dilacak. Sehingga baik pengguna maupun operator dapat memantau jumlah sepeda yang ada melalui aplikasi Spekun yang telah tersedia di sistem operasi ponsel Android. 

Teknologi NB-IoT sendiri dinilai memiliki kecanggihan dalam hal ketahanan karena teknologi ini tergolong Low Power Wide Area (LPWA). Itu artinya perangkat jaringan yang terpasang di Spekun akan mampu beroperasi bertahun-tahun tanpa pengisian daya ulang sehingga efisien dalam hal biaya perawatan baterai. Teknologi ini juga diklaim mampu memberikan kapastias koneksi yang lebih masif dibandingkan teknologi IoT biasa. 

Secara sederhana, penggunaan sistem ini oleh pengguna adalah melalui aplikasi Spekun yang mendeteksi lokasi pengguna dan tiang parkir sepeda terdekat serta jumlah Spekun yang tersedia. Untuk mengambil sepeda, pengguna diharuskan untuk melakukan pindai (scan) kode QR pada bagian keranjang sepeda melalui aplikasi Spekun. Nantinya, jika berhasil kunci sepeda akan terbuka otomatis dan sepeda bisa digunakan untuk mobilitas. Jika pengguna telah selesai menggunakan sepeda, pengguna diharuskan memarkir sepeda di tiang parkir Spekun terdekat. Sepeda akan otomatis terkunci bila sepeda berhasil terdeteksi oleh RFID.

Di tahap awal penerapan teknologi ini, UI menggandeng pihak swasta yakni Telkomsel yang  memberikan 20 sepeda yang telah terpasang sistem pengunci pintar yang terintegrasi dengan Spekun. 

Spekun sendiri telah ada di kampus UI sejak tahun 2008, yang merupakan bagian dari komitmen UI menjadi kampus hijau. Berkat langkah ini UI menjadi salah satu kampus dunia yang masuk dalam daftar Green Metric World University Rangkings. Pada tahun 2018 UI berada di peringkat 23 dunia. 

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu