Google Turut Rayakan Ulang Tahun Usmar Ismail

Google Turut Rayakan Ulang Tahun Usmar Ismail

Doodle Usmar Ismail © Foto: google

Tampilan layar utama Google hari ini menampakkan seorang pria berkumis dengan kacamata dan mengenakan setelan jas hitam yang tampak sedang mengarahkan kamera dengan tiga orang perempuan sebagai latar belakangnya. Rupanya sosok pria yang digambarkan di layar tersebut merupakan seorang maestro film Indonesia, Usmar Ismail.

Rupanya penggambaran tersebut bertepatan dengan peringatan ulang tahun ke-97 dari sang maestro film Indonesia tersebut yang lahir pada 20 Maret 1921. Beliau lahir di Bukittinggi dan menghembuskan nafas terakhirnya di Jakarta pada usia hampir setengah abad.

Usmar Ismail | Foto: muspen.kominfo.go.id
Usmar Ismail | Foto: muspen.kominfo.go.id

Tidak heran beliau digambarkan pada doodle tersebut sedang mengarahkan kamera, Usmar Ismail merupakan seorang tokoh perfilman Indonesia. Ia merupakan sutradara terkemuka pada era 1950an dan 1960an. Tumbuhnya teater dan film di Indonesia merupakan salah satu hasil dari semaian benih yang ditanamkan oleh Usmar Ismail semasa hidupnya.

Ia meraih gelar BA (bachelor of arts) di bidang sinematografi dari Universitas California, Los Angeles, Amerika Serikat pada tahun 1952. Pada masa pendudukan Jepang dia tergabung dalam Pusat Kebudayaan. Pada masa itu pula ia mendirikan dan menjadi ketua Sandiwara Penggemar "Maya" bersama El Hakim, Rosihan Anwar, Cornel Simanjuntak, Sudjojono, HB Jassin, dll. Ketika Belanda kembali bersama tentara Sekutu, ia menjadi anggota TNI di Yogyakarta dengan pangkat mayor.

Seperti dikutip Wikipedia, Usmar Ismail aktif sebagai pengurus lembaga yang berkaitan dengan teater dan film. Ia pernah menjadi ketua Badan Permusyawaratan Kebudayaan Yogyakarta (1946-1948), ketua Serikat Artis Sandiwara Yogyakarta (1946-1948), ketua Akademi Teater Nasional Indonesia, Jakarta (1955-1965), dan ketua Badan Musyawarah Perfilman Nasional (BMPN) (sumber: pikiran-rakyat)

Ia memiliki sebuah studio film yang bernama Perfini. Di bawah studio film Perfini, beberapa karya film klasik Indonesia yang hingga saat ini masih erat di telinga masyarakat film Indonesia telah dihasilkan. Seperti contohnya film Pedjuang (1960) dan Enam Djam di Djogdja (1951) yang booming pada masa itu.

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)

Menambahkan penjelasan doodle yang ditampilkan oleh Google, di bagian belakang terdapat tiga orang perempuan sebagai latar merupakan penggambaran salah satu dari karya Usmar Ismail yang paling terkenal, karya tersebut bertajuk Tiga Dara (1956). Film yang menceritakan lucunya kehidupan tiga perempuan bersaudara yang terjerat kehidupan dan cinta.

Ada sedikitnya 25 film yang telah diproduksi Usmar Ismail pada rentang tahun 1949-1970. Tak hanya film, ia juga berkarya dalam drama, puisi, serta karya seni lainnya.

Semasa kariernya, Usmar juga sempat mendapatkan penghargaan bergengsi Piala Citra. Filmnya berjudul Djam Malam dan Tamu Agung (1955) juga mendapatkan penghargaan Film Komedi Terbaik.

Dalam film Tamu Agung, Usmar menyampaikan kritik sosial dan politik dan ingin mengaitkannya dengan masyarakat. Di film itu juga, Usmar ingin menyampaikan asas demokrasi soal kepentingan berbicara, berpikir, serta berpendapat (sumber: liputan6)


Sumber: Pikiran-Rakyat | Liputan6

Pilih BanggaBangga86%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang14%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Jalan Panjang dan Sejarah Pala dari Kepulauan Banda Sebelummnya

Jalan Panjang dan Sejarah Pala dari Kepulauan Banda

Dikunjungi Menteri Pariwisata, Pulau Rupat Bakal Jadi Destinasi Wisata Unggul Selanjutnya

Dikunjungi Menteri Pariwisata, Pulau Rupat Bakal Jadi Destinasi Wisata Unggul

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.