4 Destinasi Wisata Baru Yogyakarta Mulai Dikembangkan

4 Destinasi Wisata Baru Yogyakarta Mulai Dikembangkan

Kebun Teh Nglinggo © Naufal Ilham S / Shutterstock

Pemerintah provinsi Yogyakarta akan meningkatkan sejumlah destinasi wisata yang terletak diantara bandara Internasional Yogyakarta baru di Kulon Progo dan Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah.

"Saat ini pihak kami sedang memprioritaskan objek wisata yang semula sebagai alternatif menjadi pilihan utama untuk menarik wisatawan asing yang mendarat di bandara baru di Kulon Progo," terang Aris Riyanta, Kepala Dinas Pariwisata DIY pada Selasa 20 Maret, dilansir dari Tempo.

Masterplan Bandara Kulon Progo | Foto: Tribunnews
Masterplan Bandara Kulon Progo | Foto: Tribunnews

Disebutkan oleh Aris, setidaknya terdapat empat destinasi di Kulon Progo yang sedang dalam tahap persiapan untuk menyambut peningkatan jumlah wisatawan saat bandara tersebut mulai beroperasi di 2019.

Gua Kiskendo

Gua Kiskendo | Foto: Sobat Jogja
Gua Kiskendo | Foto: Sobat Jogja

Pilihan destinasi wisata pertama ialah Gua Kiskendo, obyek wisata alam di kawasan Perbukitan Menoreh, di Desa Jatimulyo Kecamatan Girimulyo Kulon Progo. Terletak sekitar 40 kilometer dari Yogyakarta, gua ini menurut legenda disebut-sebut sebagai lokasi pertempuran antara Mahesosuro-Lembusuro melawan Sugriwo-Subali.

Sebuah relief menggambarkan pertempuran tersebut dibuat oleh komunitas seni pada tahun 1980. Dinas Pariwisata DIY membangun sarana amphitheater atau panggung terbuka, guna mendukung pentas seni oleh masyarakat. Sarana tersebut telah rampung dikerjakan pada Februari 2018.

Puncak Suroloyo

Destinasi kedua yang sedang dalam tahap persiapan adalah Puncak Suroloyo, titik tertinggi di Dusun Keceme, Desa Gerbosari, Kecamatan Samigaluh.

Menanti sunrise di Puncak Suroloyo | Foto: Wisata Kulon Progo
Menanti sunrise di Puncak Suroloyo | Foto: Wisata Kulon Progo

Terletak sekitar 45 kilometer dari Yogyakarta, obyek wisata ini sangat tepat dikunjungi untuk menikmati suasana matahari terbit di atas candi Borobudur. Telah tersedia toilet, warung makanan, dan kawasan parkir yang luas untuk mempermudah dan membuat kunjungan ke tempat ini lebih nyaman.

Kebun Teh Nglinggo

Kebun Teh Nglinggo | Foto: Jejak Piknik
Kebun Teh Nglinggo | Foto: Jejak Piknik

Kebun Teh Nglinggo yang juga masih berada di Kawasan Perbukitan Menoreh merupakan destinasi ketiga. Terletak di Desa Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh, dimana beberapa rumah warga sekitar tersedia untuk disewa sebagai penginapan.

Dari ketinggian 800 meter di atas laut, pemandangan perkebunan tersebut sungguh menakjubkan. Pengunjung juga dapat mempelajari budaya setempat seperti tari tradisional dan pembuatan batik.

Desa Wisata Banjaroya

Aktivitas di Desa Banjaroya | Foto: dewabara
Aktivitas di Desa Banjaroya | Foto: dewabara

Destinasi ke-empat ialah Desa Wisata Banjaroya yang terletak di Jl. Raya Sentolo-Muntilan, Kecamatan Kalibawang. Kawasan ini terkenal dengan sejumlah obyek wisata menarik seperti Gua Maria Lourdes Sendangsono, Ancol Kalibawang, dan Agro Durian untuk penggemar buah-buahan.

Aris menambahkan bahwa mengembangkan titik-titik tersebut di perlintasan bandara baru antara Kulon Progo dan candi Borobudur akan menjadi prioritas pemerintah setempat agar kelak wisatawan mancanegara juga mampir ke Yogya sebelum ke Borobudur.


Sumber: The Jakarta Post | Tempo

Pilih BanggaBangga38%
Pilih SedihSedih2%
Pilih SenangSenang30%
Pilih Tak PeduliTak Peduli6%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi10%
Pilih TerpukauTerpukau13%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

ICOAS dan Refleksi 50 Tahun Berdirinya ASEAN Sebelummnya

ICOAS dan Refleksi 50 Tahun Berdirinya ASEAN

Tanaman Paku Selanjutnya

Tanaman Paku

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.