Global Firepower telah mengeluarkan daftar peringkat kekuatan militer 2018. Peringkat tersebut merupakan peringkat kapasitas militer dari berbagai negara.

Peringkat tersebut menilai banyaknya ragam persenjataan yang dimiliki oleh setiap negara serta memperhatikan jumlah armada yang tersedia. Geografi, kapasitas logistik, ketersediaan sumber daya alam, dan keadaan dari industri lokal juga diperhitungkan termasuk budget militer, jumlah kapal induk, dan pekerja dari masing-masing negara.

Apached AH=64E | quwa.org
Armada  baru Indonesia Apached AH=64E | Sumber: quwa.org

Sementara nuklir diperhitungkan sebagai bonus tambahan, tapi tidak bagi stok nuklir.

Selebihnya, negara-negara yang tidak memiliki wilayah laut tidak akan dikurangi nilainya dikarenakan kurangnya armada laut, tetapi mereka akan dikurangi nilainya karena tidak adanya logistik untuk armada laut. Negara dengan armada laut akan dikurangi nilainya jika ditemukan sedikitnya variasi dalam aset angkatan lautnya.

Militer Indonesia | Sumber: Munsypedia
Tentara militer Indonesia | Sumber: Munsypedia

Negara-negara yang tergabung di dalam NATO mendapatkan nilai tambahan dikarenakan persekutuan tersebut akan berbagi sumber secara teori, tapi secara umum, keadaan terkini politik dan kepemimpinan militer sebuah negara tidak diperhitungkan sebagai nilai tambahan.

Tentara militer Vietnam | Sumber: sputniknews.com
Tentara militer Vietnam | Sumber: sputniknews.com

Berikut di bawah ini, daftar top 25 militer beserta aset yang berguna saat peperangan, sebagaimana disusun oleh Global Firepower Index.

Sumber: Seasia
Sumber: Seasia

Di Asia Tenggara, Indonesia memimpin peringkat tersebut diikuti oleh Vietnam dan Thailand.

Peringkat tersebut menilai keragaman persenjataan yang dimiliki oleh setiap negara dan memperhitungkan jumlah tenaga yang tersedia.

"Keseimbangan merupakan kunci dari segalanya - kekuatan tempur yang besar dan kuat di daratan, laut dan udara didukung oleh ekonomi yang tangguh dan wilayah yang dapat dipertahankan bersama dengan infrastruktur yang efisien - kualitas tersebutlah yang diperhitungkan untuk dapat dicatat sebagai kekuatan militer sebuah negara."

Faktor geografi, fleksibilitas logistik, sumber alam, dan industri lokal saling berpengaruh terhadap nilai akhir, ucap Global Firepower.

Masing-masing negara yang terletak di urutan 10 teratas masing-masing memiliki lebih dari 30 juta tenaga militer. Tiga dari lima teratas - AS, Cina, dan India - memiliki lebih dari 150 juta tenaga militer tersedia.

15 negara yang lain lebih beragam dalam ukuran tenaga militer - dari 123,7 juta di Indonesia menjadi 3,9 juta di Israel - tetapi mereka masih dalam rata-rata lebih dari 37,2 juta tenaga.

Kapasitas industri dan tenaga kerja dilengkapi dengan kemampuan logistik yang kuat, termasuk jaringan kereta api dan jalan raya yang luas, banyak pelabuhan utama dan bandara, dan korps perdagangan-laut yang kuat. Garis pantai yang luas dan saluran air juga memfasilitasi pergerakan barang dan orang.


Sumber: Seasia.co

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu