Mahasiswa Indonesia Berhasil Meraih Juara Dua dalam Ajang Festival Antar Bangsa

Mahasiswa Indonesia Berhasil Meraih Juara Dua dalam Ajang Festival Antar Bangsa
info gambar utama

Mulaida, Al-Qashim, Arab Saudi - Mahasiswa Indonesia yang terhimpun dalam Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Al-Qashim (PPMIQ) Berhasil meraih juara dua, diungguli oleh AlBania di peringkat pertama. Ajang Festival Budaya Antar Bangsa IV ini diselenggarakan oleh Departemen Kemahasiswaan Universitas Al-Qashim Arab Sudi yang bertujuan mengkampanyekan aneka budaya tiap negara.

Acara yang berlangsung 5 hari (8 s/d 13 april 2018) ini bertemakan Turast Syu'ub yaitu Ragam Warisan Bangsa. Terdapat 20 negara berkompetisi dalam festival bertaraf internasional ini, semuanya berantusias dalam memamerkan aneka masakan dan pertunjukan yang mengundang decak kagum para pengunjung dalam aula utama Universitas Al-Qashim.

Dalam even tahunan ini, mahasiswa Indonesia selalu berinovasi dalam menampilkan yang terbaik dari sebelumnya, kali ini tema yang diusung adalah "Batik Indonesia" yang merupakan citra warisan tanah air yg masih terjaga hingga sekarang. Busana batik yang dikenakan selalu membawa karisma ekslusif Indonesia. Dekorasi yang apik, beratapkan rumah gadang, berhiaskan taman, repilka air terjun, dan berbagai pajangan, berhasil membawa atmosfer Indonesia yang selalu memikat perhatian pengunjung. Tidak ketinggalan, panganan khas seperti nasi tumpeng, tahu isi, kue bolu, bakwan, sarabba, es buah, dan camilan lainnya selalu menggoda selera. Tepuk tangan penonton riuh setelah menyaksikan pertunjukan silat di atas panggung.

Untuk keempat kalinya Indonesia menduduki peringkat kedua, yang dimana peringkat pertama selalu terjadi pergantian. Hadiah yg diperoleh sebesar 5.000 real saudi yang diserahkan langsung oleh Dekan Universitas Al-Qashim Dr. Ali Al-Uqla pada acara penutupan selasa malam (17/4) di aula kemah. Tentunya hal ini patut disyukuri, seluruh kerja keras telah terbayarkan.

Sumber: Fadli Darmawan, PPMI Qassim

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini