Karya 25 tahun Buldanul Khuri di MocoSik Festival 2018

Karya 25 tahun Buldanul Khuri di MocoSik Festival 2018

MocoSik Festival 2018. © ist.

Selama tiga hari, 20 - 22 April 2018, gelaran MocoSik Festival kembali diselenggarakan di Jogja Expo Center, Yogyakarta. Selain menyajikan pameran & bazaar buku serta konser musik, MocoSik Festival 2018 juga menghadirkan pameran arsip 25 Tahun Buldanul Khuri Berkarya.

Sosok Buldanul Khuri tentu tak asing di dunia penerbitan. Juragan buku dari Kotagede ini telah melahirkan lebih kurang 500 judul buku pelbagai topik, utamanya sejarah, filsafat, sastra, dan budaya. Tak kurang 500 arsip buku dan 100 sampul buku dipamerkan di area ini.

Penulis Seno Gumira Ajidarma menyampaikan bahwa untuk bisa menerbitkan buku bukan karena kebetulan punya uang, tapi lebih dari itu harus dengan passion. Jatuh bangun menerbitkan buku pasti dialami setiap penerbit. Tapi kembali lagi, karena passion, maka semua harus dilakukan.

"Saya juga pernah menerbitkan buku dengan oplah hanya 100 eksemplar. Itu pun biayanya dari jualan telur. Jadi, tidak harus menunggu kaya untuk bisa menerbitkan buku. Aku menerbitkan maka aku ada," ujar Seno saat membuka pameran arsip ini, Jumat (20/4/2018) sore.

Pameran ini merupakan penggalan sejarah kilas balik perkembangan estetika dan pencapaian artistik Buldanul selaku perancang sampul buku yang ilustrasinya dibuat para perupa kondang seperti Heri Dono, Nasirun, Eddie Harra, Jumaldi Alfi, Djoko Pekik, dan Agus Suwage. Menurut Buldanul, pameran ini secara khusus juga sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan kepada seniman sekaligus sastrawan Danarto yang wafat 10 April 2018 lalu.

Beberapa karya seni tiga dimensi dari perupa Ong Hari Wahyu dan Titarubi juga turut dipamerkan sebagai objek artistik sekaligus dokumen perbukuan.

MocoSik Festival 2018 merupakan acara yang menyandingkan dua entitas berbeda, yakni buku yang sunyi dan musik yang bunyi. Festival tahunan ini mengusung empat acara utama, yaitu pertunjukan musik, bazar buku, talkshow buku & literasi, serta pameran arsip dan seni rupa buku.

Di panggung pertunjukan musik, grup musik dan musisi yang dijadwalkan tampil adalah Kahitna, Rio Febrian, Letto, Glenn Fredly, Melancholic Bitch, Pure Saturday, Tulus, Tompi, Ten2Five, Frau, Neonomora, Slank, dan Sirkus Barock. Sedangkan di panggung buku dan literasi, para penampil bukan hanya dari sastrawan dan penulis, melainkan juga musisi, sutradara film, dan pegiat seni rupa. Mereka di antaranya adalah Sapardi Djoko Damono, Seno Gumira Ajidarma, Aan Mansyur, Mahfud Ikhwan, Afrizal Malna, Yovie Widianto, Garin Nugroho, Kamila Andini, dan Adib Hidayat.***(ek)

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Majalah Fortune: 50 Pemimpin Terbaik Dunia 2018 Sebelummnya

Majalah Fortune: 50 Pemimpin Terbaik Dunia 2018

Inilah Festival Terbesar di Indonesia untuk Para Pahlawan Ekonomi Selanjutnya

Inilah Festival Terbesar di Indonesia untuk Para Pahlawan Ekonomi

Wahyu Hidayat
@ekawahyu

Wahyu Hidayat

www.jogjapages.com

Owner of The Pratyahara Loka. Yogi at Padmayoga.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.