Wayang Semakin Diminati Pelajar Azerbaijan

Wayang Semakin Diminati Pelajar Azerbaijan

Para pengunjung booth Indonesia © KBRI Baku

Baku - Pada Jum’at 20 April 2018, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Baku di Azerbaijan turut serta dalam acara pameran budaya tahunan yang diadakan oleh Azerbaijan Diplomatic Academy atau lebih populer disebut ADA University.

Acara ini diikuti oleh sekitar 42 perwakilan negara asing lainnya seperti Turki, Iran, India, Palestina, Afghanistan, Croasia, Polandia, Rusia dan lainnya. Meski dipadati booth-booth negara lain yang memamerkan kekayaan budaya dan promo pariwisata mereka, booth Indonesia selalu ramai oleh para pengunjung yang datang ke festival ini. Sebagian besar pengunjungnya adalah para pelajar dan mahasiswa lokal Azerbaijan.

Booth Indonesia dihiasi dengan payung-payung khas Bali, ada juga rumah adat Toraja yang cukup menarik perhatian para pengunjung. Selain itu, berbagai brosur dan buku-buku promosi pariwisata Indonesia dibagikan kepada para pengunjung yang ingin tahu lebih dalam mengenai Nusantara.

Booth Indonesia yang interaktif karena diisi dengan permainan-permainan kecil dan pengenalan beragam jenis motif batik tak pernah sepi dari pengunjung. Namun yang nampak memikat para pengunjung kegiatan ini khususnya adalah wayang, kebanyakan dari pengunjung ingin tahu kisah apa yang diceritakan pada cerita wayang, siapa saja tokohnya, mereka mirip manusia tapi ada perbedaan dan ingin tahu makhluk apakah yang digambarkan dalam kisah wayang.

“Semua karakter dalam pewayangan Nusantara itu mempunyai ciri khas dan filosofi sendiri-sendiri, kita dapat mulai memperkenalkan wayang di Azerbaijan, karena tradisi puppet juga cukup kental di sini. Selain itu wayang kita akan membawa banyak kisah yang filosofis dalam bentuk karakter yang fisiknya sangat artistik, eksotis dan sangat sulit ditiru budaya lain,” ujar Dr. H. Husnan Bey Fananie, MA, Dubes RI Azerbaijan dalam kesempatan yang sama.

Pada acara ini, Indonesia termasuk sebagai negara yang ikut menampilkan tarian tradisionalnya. Di panggung kegiatan ini Tari Piring dibawakan oleh para mahasiswa Azerbaijan yang telah piawai membawakan beberapa jenis tari-tarian indonesia, mereka merupakan mahasiswa dari Azerbaijan University of Languages (AUL) yang mengambil program studi Indonesia di perkuliahannya.


Sumber: KBRI Baku

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Karya 25 tahun Buldanul Khuri di MocoSik Festival 2018 Sebelummnya

Karya 25 tahun Buldanul Khuri di MocoSik Festival 2018

Sebuah Inovasi Agar Layanan Ojek Online Lebih Cepat dan Rapi Selanjutnya

Sebuah Inovasi Agar Layanan Ojek Online Lebih Cepat dan Rapi

astrid septriana
@gochits

astrid septriana

Sitting on a fence!

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.