Berantas Penangkapan Ikan Ilegal dari Luar Angkasa, Ini Dia Mitra Baru Indonesia

Berantas Penangkapan Ikan Ilegal dari Luar Angkasa, Ini Dia Mitra Baru Indonesia

TNI AL tenggelamkan kapal penangkap ikan asing di Sumatera Utara, 22/02/16 © Images/Barcroft Media

Ganasnya lautan dan sosok sangar ‘nelayan nakal’ tidak pernah membuat gentar Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Susi punya senjata yang sama mengintimidasi di sisinya, Google.

Melalui kerja sama dengan perusahaan mesin pencari (search engine) tersebut, Susi dapat secara real time menindak aktivitas penangkapan ikan ilegal (illegal fishing), setelah ribuan lokasi kapal terungkap secara online.

Dalam misi untuk membersihkan industri yang beberapa lamanya dipenuhi aktivitas perikanan ilegal, Susi telah meyakinkan operator lokal yang kuat dengan kepentingan asing untuk menghentikan praktik ini.

“Anda punya uang, punya kekuasaan, mungkin juga jangkauan untuk membuat saya gagal atau bahkan pada dasarnya mengenyahkan saya. Tapi saya juga tidak akan berhenti,” tegasnya dalam beberapa kali kesempatan setelah bergabung dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo pada 2014, seperti dikutip Bloomberg.

Foto: ANTARA/Hafidz Mubarak A
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Foto: ANTARA/Hafidz Mubarak A

Pada saat itu, ada sekitar 10.000 kapal asing yang menangkap ikan secara ilegal di wilayah Indonesia.

Radar tradisional dapat menjadi tidak efektif di medan yang sulit, namun hal itu tidak menghentikan sepak terjang Susi. Di sinilah Google mendapati perannya.

Google mendirikan Global Fishing Watch, platform pemetaan online untuk mengawasi lalu lintas maritim. Google menggunakan satelit dan kemampuan perangkat lunaknya untuk melihat nelayan ilegal dari luar angkasa.

Menteri Susi berhasil mengungkap hampir 5000 kapal asing pencuri ikan dengan inisiatifnya menggunakan teknologi mutakhir tersebut.

Foto: Bloomberg
Foto: Bloomberg

“Mereka masih mencuri dari kami. Kami memantaunya pada Google fishing watch,” tutur Susi.

Sebagai tersebut sebagai efek gentar bagi para pelaku illegal fishing, Susi menenggelamkan kapal pencuri ikan asing. Ini juga menjadi momentum penting dalam mengukuhkan kedaulatan atas wilayah perairan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dilansir Detik, sehari usai peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-70 pada tahun 2015, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menenggelamkan 38 kapal pelaku illegal fishing atau kapal asing pecuri ikan.

TNI AL tenggelamkan 6 kapal penangkap ikan asing di Batam. Foto: Sijori Images/Barcroft Media via Getty Images
TNI AL tenggelamkan 6 kapal penangkap ikan asing di Batam. Foto: Sijori Images/Barcroft Media via Getty Images

Kerja sama ini berbuah hasil. Stok ikan Indonesia telah meningkat lebih dari dua kali lipat dalam dua tahun, dan industri yang ‘dirampok’ oleh orang asing selama beberapa dekade sekali lagi berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.

Potensi bumi pertiwi yang terdiri dari sekitar 17.000 pulau ini memang sangat luas. Bloomberg melaporkan meskipun penangkapan ikan saat ini hanya berkontribusi 2,6% dari produk domestik bruto Indonesia, porsi ini telah tumbuh sekitar 40% sejak Susi menjabat.

Pilih BanggaBangga82%
Pilih SedihSedih1%
Pilih SenangSenang6%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi6%
Pilih TerpukauTerpukau6%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Daftar Menu Buka Puasa di Bulan Ramadhan yang Bikin Kangen Sebelummnya

Daftar Menu Buka Puasa di Bulan Ramadhan yang Bikin Kangen

Namanya Siomay Bentuknya Cilok, Makanan apa itu? Selanjutnya

Namanya Siomay Bentuknya Cilok, Makanan apa itu?

Indah Gilang  Pusparani
@indahgilang

Indah Gilang Pusparani

http://www.indahgilang.com

Indah graduated from MSc Development Administration and Planning from University College London, United Kingdom in 2015. She finished bachelor degree from International Relations from University of Indonesia in 2014, with two exchange programs in Political Science at National University of Singapore and New Media in Journalism at Ball State University, USA. She was awarded Diplomacy Award at Harvard World Model United Nations and named as Indonesian Gifted Researcher by Australian National University. She is an Editor at Bening Communication, previously worked at the Commonwealth Parliament Association UK and a diplomacy consulting firm Best Delegate LLC in USA.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.