Menyelam Sambil Minum Air di Pusat Edukasi Hutan Hasil Kerjasama Indonesia-Korea Selatan di Sentul

Menyelam Sambil Minum Air di Pusat Edukasi Hutan Hasil Kerjasama Indonesia-Korea Selatan di Sentul
info gambar utama

Bagi penduduk kota besar seperti Surabaya dan Jakarta yang jenuh dengan hiruk-pikuk ibukota penuh dengan polusi, rasa-rasanya pergi traveling ke tempat yang tidak padat bangunan untuk sekedar melepas penat selama satu dua hari di akhir pekan merupakan sebuah kebutuhan.

Melihat letak geografis kota Surabaya yang berada di pesisir laut, dengan temperatur udara yang cukup tinggi, wajarnya tujuan untuk short weekend getawaymaka haruslah wilayah yang memiliki suhu udara lebih rendah dan tidak sarat bangunan seperti yang ada di Surabaya, bukan? Untuk memenuhi kriteria itu, penduduk Surabaya biasanya akan pergi berwisata ke Kota Batu yang notabene berada di dataran tinggi dan relatif dekat.

Jika ada Kota Batu sebagai alternatif bagi penduduk Kota Surabaya, maka penduduk Kota Jakarta sudah tidak dipungkiri juga memiliki Kabupaten Bogor sebagai alternatif berwisata akhir pekan tersebut.

Penuh dengan pilihan wisata alam berbagai jenis. Kebun teh, danau, curugatau air terjun, wisata paralayang, dan masih banyak lagi. Memang kekayaan alam yang terdapat di Kabupaten Bogor ini merupakan sebuah anugerah yang dimiliki Kabupaten Bogor bagi masyarakat lokal serta sekitaran Kabupaten Bogor.

Sebagaimana alam telah menyediakan segalanya untuk dapat dinikmati oleh manusia, maka sudah seharusnya manusia berterimakasih kepada alam dengan menjaganya.

Hal tersebutlah yang dilakukan oleh Kabupaten Bogor, tidak hanya memanfaatkan kekayaan alam yang dimiliki, namun juga turut menjaga alamnya.

Jika berbicara konteks menjaga hewan peliharaan, kita menjaganya dengan memberi makan dengan baik, mengajaknya berinteraksi, dan lain-lain. Bagaimana yang dimaksud dengan menjaga alam disini?

Kabupaten mengambil langkah lebih baik untuk menjaga alam dengan tidak hanya merawat dan membina alamnya, tapi juga turut berbagi ilmu mengenai hutan. Bersama dengan pemerintah Korea Selatan, pemerintah Indonesia membangun sebuah pusat edukasi wisata hutan di wilayah Sentul Selatan Kp. Sukamantri Desa Karang Tengah Kecamatan Babakan Madang Sentul-Bogor Jawa-Barat yang bernama Sentul Eco Edu Tourism Forest.

Gapura mini jembatan gantung menuju |
info gambar
Badan jembatan | Foto: Vita Ayu Anggraeni / GNFI
info gambar

Di kawasan hutan seluas 9.257,22 hektar ini terdapat tidak hanya hutan, tapi juga terdapat aliran sungai dangkal diatas bebatuan yang membuat pintu masuk ke area Sentul Eco Edu Tourism Forest sendiri harus melintasi sebuah jembatan gantung.

Penampakan sungai dangkal di bawah jembatan gantung menuju | Foto: Vita Ayu Anggraeni / GNFI
info gambar

Bagi beberapa orang mungkin untuk melintasi jembatan gantung ini cukup ngeri, tapi justru disitulah tingkat keseruannya. Sekali melintas hanya diperbolehkan dua orang dewasa saja. Dari atas jembatan, anda dapat melihat aliran sungai dangkal beriak diatas bebatuan tersebut, sungguh sebuah pemandangan yang tidak akan didapatkan di ibukota.

Ketika sudah berhasil melewati jembatan gantung tersebut, maka anda akan merasakan seolah memasuki kawasan hutan dan disambut oleh anak tangga naik menuju pusat dari Sentul Eco Edu Tourism Forest tersebut.

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
info gambar

Melangkah lebih jauh, anda akan disambut sebuah gapura sebagai pintu masuk Sentul Eco Edu Tourism Forest secara resmi. Di dalam wilayah ini pun anda akan melihat pepohonan rindang seolah memagari pusat edukasi dari Sentul Eco Edu Tourism Forest ini. Hijau merupakan warna yang hanya dapat anda temukan sejauh mata memandang.

Tidak hanya menikmati hijau dan asrinya hutan yang terdapat di kawasan ini, seperti yang sudah disebutkan, kawasan ini dikelola dengan tujuan wisata sambil meningkatkan edukasi terhadap setiap pengunjung terhadap lingkungan. Sambil menyelam minum air.

Oleh karena itu pihak pengelola menyediakan beberapa fasilitas disini. Adapun fasilitas tersebut berupa Villa&Resort/Guest House, Aula Besar Terbuka, Aula Meeting, Pondok Barak, Lab /Mini Museum kayu dan forestry, Camping Ground, Lapangan Kegiatan Luas, Hutan konservasi, beserta program seperti Penelitian/Laboratorium Alam, Agrowisata, Adventure, LDK, Gathering , Tadabur, Retreat , Employee Meeting, dan Camping.

Adapun keterangan lebih lanjut mengenai kawasan wisata berbasis edukasi ini mulai dibangun sebagai sebuah pusat wisata edukasi pada tahun 2011 meskipun proses sebelumnya telah berlangsung sejak tahun 2008 untuk proses penandatanganan MoU mengenai kerjasama Hambalang (sentul).

Papan sejarah
info gambar
Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
info gambar
Monumen Bola Dunia terbuat dari kayu jati |
info gambar

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini