Indonesia Dipercaya Mampu Turut Hidupkan Industri Kereta Api di Negara Ini

Indonesia Dipercaya Mampu Turut Hidupkan Industri Kereta Api di Negara Ini
info gambar utama
Kemampuan Indonesia dalam industri strategis mulai mendapatkan momentum di dunia internasional usai negara Senegal di Afrika berulang kali percaya dengan produk buatan Merah Putih. Setelah berulang kali membeli pesawat, kapal dan kereta, kini Indonesia dipercaya akan mampu untuk menghidupkan kembali industri kereta api di negara tersebut.

Seperti diberitakan liputan6.com (18/4) Duta Besar RI untuk Senegal, Mansyur Pangeran menjelaskan bahwa Indonesia akan membantu mempromosikan transfer teknologi dalam hal industri kereta api. Sehingga diharapkan Senegal memiliki alat dan keterampilan yang diperlukan dalam bidang operasi dan pemeliharaan kereta api jenis angkutan barang.

"Minat Senegal terhadap industri perkeretaapian Indonesia sangat tinggi, di mana mereka ingin menghidupkan kembali moda transportasi kereta api (yang dulu pernah ada)," kata Dubes Mansyur.

Senegal sendiri saat ini sedang mengembangkan 2 jenis moda transportasi kereta api, yakni kereta api cepat atau Train Express Regional (TER) sepanjang 54 km dan kereta api angkutan barang dengan panjang lintasan sejauh 1.500 km. Kereta angkutan barang di Senegal nantinya akan mengangkut hasil-hasil tambang, pertanian, makanan dan juga keperluan logistik. Jalur ini melintasi akan dua negara, yakni Senegal dan Mali.

Indonesia yang telah beberapa kali bekerjasama dalam hal jual beli produk strategis, diharapkan oleh Senegal untuk bisa berkontribusi dengan membantu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan di sektor perkeretaapian dan juga beberapa hal yang diperlukan untuk memulai operasi dan pemeliharaan kereta api.

Sementara Presiden Direktur PT. INKA, Budi Noviantoro, menjelaskan bahwa pihaknya akan memberikan program pelatihan pemeliharaan kereta kepada Senegal dengan biaya yang sepenuhnya ditanggung PT. INKA. Pelatihan ini merupakan salah satu upaya transfer teknologi yang menjadi prioritas untuk keberhasilan pelaksanaan proyek kereta api angkutan barang di negara tersebut.

Industri kereta api Senegal sendiri terbilang kembang kempis setelah beberapa kali mengalami kegagalan. Tercatat Senegal memiliki 906 km rel kereta yang menghubungkan Dakar, ibukota Senegal dengan Bamako di negara Mali. Jalur tersebut telah diprivatisasi dan dioperasikan oleh Transrail yang kemudian diakusisi Canac dari Kanada di tahun 2007. Namun karena operasional yang buruk, transportasi kereta api di Senegal kerap mengalami insiden dan yang cukup serius terjadi pada tahun 2009 yang mengakibatkan 5 korban jiwa.

Upaya ambisius Senegal untuk menghidupkan kembali industri kereta api kemudian hidup kembali saat proyek TER disepakati. Proyek ini dimulai pada tahun 2016 dan ditargetkan selesai tahun ini. TER merupakan jalur kereta yang akan menghubungkan ibukota Dakar dengan Blaise Diagne International Airport, bandara terbesar di Senegal.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini