Keramba Jaring Apung Indonesia Usai Dibangun, Kekuatan Baru Ekonomi Maritim

Keramba Jaring Apung Indonesia Usai Dibangun, Kekuatan Baru Ekonomi Maritim

© DJPB-KKP/mongabay.com

Keramba Jaring Apung (KJA) lepas pantai Indonesia akhirnya usai dibangun di Pangandaran, Bandung. KJA yang dikelola oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ini digunakan untuk budidaya ikan lepas pantai. Harapannya adalah lewt KJA ini Indonesia akan mampu memproduksi ikan lebih banyak.

Seperti diberitakan detikFinance (27/4) KJA tersebut akan menghasilkan sekitar 800 ton hasil ikan. Menteri KKP, Susi Pudjiastuti menyebutkan bahwa dalam KJA tersebut akan membudidayakan sekitar 1,2 juta ekor benih pada 8 lubang KJA yang ada. Sementara komoditas ikan yang akan dikembangkan adalah jenis ikan Kakap Putih. yang nilai ekonominya bisa mencapai Rp 57,12 milyar per tahun dengan pasar ekspor ke berbagai negara dunia.

Ikan kakap putih dipilih sebagai komoditas yang dikembangkan di KJA karena Indonesia dinilai telah menguasai kemampuan budidaya ikan jenis ini. Mulai dari proses pembenihan, pendederan sampai pembesaran. Selain itu, ikan ini juga mampu untuk diolah menjadi berbagai jenis produk turunan. Sehingga memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi.

Tidak hanya di Pangandaran, KJA juga dibangun di Karimun Jawa, Jepara dan juga di Sabang, Aceh. Tiga KJA ini diharapakan akan bisa meningkatkan jumlah produksi produk laut Indonesia hingga 24,08 juta ton pada tahun 2018. Dengan rincian 7,91 juta ton dari produk budidaya perikanan dan 16,17 juta ton dari rumput laut.

(Foto: DJPB-KKP/mongabay.com)
(Foto: DJPB-KKP/mongabay.com)

Selain memiliki potensi ekonomi yang tinggi, proyek KJA ini juga akan mampu menyerap tenaga kerja hingga 1.450 orang. Dengan rata-rata pendapatan bisa mencapai 1,5 juta hingga 2 juta.

Sistem Keramba Jaring Apung lepas pantai sendiri di dunia telah banyak diterapkan. Berbagai negara yang memiliki wilayah laut menerapkan teknologi ini untuk membudidayakan hasil akuakultur. Hampir seluruh proses budidaya dalam KJA dilakukan secara sistematis dan terukur. Teknologinya sendiri merupakan teknologi Norwegia yang kemudian diterapkan di perairan Indonesia.

Beberapa negara yang telah menerapkan KJA antara lain adalah Australia untuk komoditas Tuna; Kanada untuk komoditas Salmon; Prancis untuk komoditas tongkol; dan Kora untuk komoditas kerang scallop.

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Jembatan Siti Nurbaya: Menghubungkan Kota Padang dengan “Bukit Mayat” Sebelummnya

Jembatan Siti Nurbaya: Menghubungkan Kota Padang dengan “Bukit Mayat”

Perolehan Medali Sementara ASEAN School Games 2019 Selanjutnya

Perolehan Medali Sementara ASEAN School Games 2019

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.