Ini Dia 3 Kota Indonesia yang Masuk Jaringan Kota Pintar Asia Tenggara

Ini Dia 3 Kota Indonesia yang Masuk Jaringan Kota Pintar Asia Tenggara

ilustrasi © checkinjakarta.id

Tiga kota di Indonesia, yakni Jakarta, Makassar, dan Banyuwangi, diusulkan masuk dalam jaringan kota pintar ASEAN dalam program kerja sama ASEAN Smart Cities Network (ASCN).

Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi di Singapura, Jumat malam (27/4), saat menggelar konferensi pers terkait KTT ASEAN ke-32 mengatakan konsep ASCN dirancang mencapai tujuan bersama pembangunan dalam jejaring ASEAN.

"Masing-masing negara menyampaikan tiga kota. Indonesia mengusulkan Jakarta, Makassar, dan Banyuwangi," katanya pada Antara.

Tiga kota di Indonesia yakni Jakarta, Makassar, dan Banyuwangi diusulkan masuk dalam jaringan kota pintar ASEAN dalam program kerja sama ASEAN Smart Cities Network (ASCN). Foto: Hanni Sofia/Antara
Tiga kota di Indonesia yakni Jakarta, Makassar, dan Banyuwangi diusulkan masuk dalam jaringan kota pintar ASEAN dalam program kerja sama ASEAN Smart Cities Network (ASCN). Foto: Hanni Sofia/Antara

Dilansir Kontan, Presiden Jokowi mengatakan, Indonesia sedang mengembangkan Gerakan Menuju 100 Smart Cities yang mendorong penggunaan teknologi untuk memajukan kota guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, transparan dan terpercaya. Namun, kota pintar tidak hanya mengenai penggunaan teknologi atau pembangunan fisik semata.

"Yang lebih penting adalah bagaimana kita dapat membangun pola pikir, sikap dan karakter masyarakat yang lebih baik," lanjutnya.

Oleh karena itu, harus dipertimbangkan kebutuhan dan potensi masing-masing kota, kearifan lokal, berorientasi pada peningkatan yang baik, dan memberikan perhatian pada upaya pemberdayaan masyarakat.

Jakarta Smart Cities. Foto: Suaradewan.com
Jakarta Smart Cities. Foto: Suaradewan.com

Menurut keterangan resmi dari ASEAN, selain ketiga kota tersebut, berikut 26 kota di Asia Tenggara yang diajukan ke ASEAN Smart Cities Network (ASCN): Bandar Seri Begawan, Bangkok, Banyuwangi, Battambang, Cebu City, Chonburi, Da Nang, Davao City, DKI Jakarta, Ha Noi, Ho Chi Minh City, Johor Bahru, Kota Kinabalu, Kuala Lumpur, Kuching, Luang Prabang, Makassar, Mandalay, Manila, Nay Pyi Taw, Phnom Penh, Phuket, Siem Reap, Singapore, Vientiane, dan Yangon.

Singapura menjadi tuan rumah KTT ASEAN 2018 mengangkat tema "Resilient and Innovative ASEAN" yang didahului pertemuan para wakil tetap negara anggota untuk ASEAN pada 25 April dan SOM (Senior Official Meeting) pada 26 April 2018.

Kemudian dilanjutkan dengan pertemuan tingkat menteri ASEAN pada 27 April 2018, dilanjutkan dengan kehadiran Presiden Joko Widodo dalam sesi pleno pada 27 April dan sesi "retreat" pada 28 April.

Pilih BanggaBangga51%
Pilih SedihSedih2%
Pilih SenangSenang20%
Pilih Tak PeduliTak Peduli2%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi12%
Pilih TerpukauTerpukau14%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terbang Melewati Kutub Selatan, Indonesia - Argentina akan Terhubung Lewat Udara Sebelummnya

Terbang Melewati Kutub Selatan, Indonesia - Argentina akan Terhubung Lewat Udara

Ternyata Obat Virus Corona Terinspirasi dari Indonesia Selanjutnya

Ternyata Obat Virus Corona Terinspirasi dari Indonesia

Indah Gilang  Pusparani
@indahgilang

Indah Gilang Pusparani

http://www.indahgilang.com

Indah graduated from MSc Development Administration and Planning from University College London, United Kingdom in 2015. She finished bachelor degree from International Relations from University of Indonesia in 2014, with two exchange programs in Political Science at National University of Singapore and New Media in Journalism at Ball State University, USA. She was awarded Diplomacy Award at Harvard World Model United Nations and named as Indonesian Gifted Researcher by Australian National University. She is an Editor at Bening Communication, previously worked at the Commonwealth Parliament Association UK and a diplomacy consulting firm Best Delegate LLC in USA.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.