Ternyata Sudah Ada Laptop Buatan Indonesia, Ini Mereknya

Ternyata Sudah Ada Laptop Buatan Indonesia, Ini Mereknya
info gambar utama
Laptop atau perangkat komputer jinjing merupakan gawai yang hampir tidak terpisahkan dari kehidupan modern seperti saat ini. Saat produktifitas digital menjadi tolok ukur prestasi masyarakat, permintaan laptop tetap tinggi meski harus bersaing dengan ponsel pintar. Di Indonesia pun ternyata telah ada laptop buatan lokal.

Laptop buatan Indonesia tersebut adalah laptop merek Axioo dan Zyrex. Kedua laptop tersebut dibuat di pabrik yang berada di Jakarta Barat untuk Zyrex dan Jakarta Timur untuk Axioo. Dua merek tersebut merupakan merek laptop buatan Indonesia yang beredar dan bersaing dengan laptop-laptop buatan luar negeri.

Seperti dikutip dari detikFinance (18/4) Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Achmad Rodjih menjelaskan bahwa produksi laptop nasional sama seperti produksi elektronik lainnya, yakni industri perakitan. "Kita kebanyakan merakit, mungkin ada beberapa komponen yang di sini kaya kabel. Tapi kalau komponen aktif, motherboard sudah ada Intel, sudah Asus, sudah ada MSI. Kan Elektronik di Indonesia kebanyakan rakit," Achmad.

Dari skala produksinya sendiri, kedua merek lokal tersebut mampu memproduksi sekitar 7.000 unit laptop. Sehingga total antara 14.000 sampai 15.000 laptop. Padahal kapasitas produksi maksimal bisa mencapai dua kali lipat dengan masing-masing merek berkapasitas produksi sekitar 20.000 laptop per tahun.

Tantangan yang dihadapi oleh kedua merek lokal tersebut sejatinya bukan tentang kualitas tetapi pada persaingan merek. Achmad menjelaskan bahwa laptop-laptop buatan Indonesia juga telah melewati uji kualitas.

"Di masing-masing pabrik Axioo, Zyrex itu kan punya laboratorium ujinya. Jadi sebelum dipasarkan, diuji kualitasnya ada. Sebenarnya sama, cuma yang jadi masalah brand, merek itu," ungkap Achmad.

Achmad juga menjelaskan bahwa dari segi mesin pun laptop merek lokal juga tidak jauh berbeda. Karena komponen intinya juga dipasok dari luar negeri. "Pabrik motherboard sama, bikin casing sama, harddisk sama, kan gitu aja. Yang bikin LED sama. Tinggal kuat-kuatan bersaing di pasar brand," jelasnya.

Ia pun menjelaskan bahwa jumlah kebutuhan laptop di Indonesia mencapai tiga juta unit. Namun hampir seluruhnya didatangkan dari luar negeri. Hal ini tentu saja bisa menjadi peluang untuk laptop lokal bersaing. Tantangannya memang tentang bagaimana menjelaskan bahwa kualitas laptop yang dirakit di Indonesia sama berkualitas dengan laptop impor.

"Orang intinya dirakit ada quality control ada, semuanya ada. Pelayanan purna jual juga ada," kata Achmad.

Dengan semakin banyaknya laptop yang dibuat di Indonesia tentu saja akan turut meningkatkan kontribusi ekonomi secara domestik. Selain itu pabrik-pabrik akan lebih banyak menyerap tenaga kerja. Sehingga akan mempengaruhi kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini