Pindad Bakal Produksi 600 juta Butir Amunisi, Untuk Apa?

Pindad Bakal Produksi 600 juta Butir Amunisi, Untuk Apa?

© wallpaperswide.com

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Indonesia merupakan salah satu negara dengan kekuatan yang cukup disegani di dunia. Selain karena faktor kualitas pasukan, Indonesia juga didukung oleh industri pertahanan yang memiliki reputasi mendunia lewat PT Pindad (Persero). Pindad yang terkenal telah memproduksi senjata SS-2 kini berencana untuk memproduksi amunisi hingga 600 juta butir per tahun.

Seperti dilansir Sindonews (29/4) ratusan juta amunisi tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor. Pindad sendiri saat ini memproduksi 120 juta butir amunisi per tahun. Dan tahun 2019 nanti kapasitas produksi akan mencapai 290 juta butir.

"Kami akan lakukan strategic partnership untuk mendorong produksi sampai 500-600 juta butir per tahun. Untuk domestik dan ekspor. Belum lagi nanti kita ingin menyasar pasar sport," jelas Direktur Utama PT Pindad, Abraham Mose.

Mose pun merasa yakin bahwa peningkatan kapasitas produksi amunisi tersebut dapat tercapai beberapa tahun ke depan. Sebab iklim industri manufaktur pertahanan dan industri alat utama sistem persenjataan (alutsista) di Indonesia dinilai cukup baik.

Indikator baiknya iklim industri tersebut adalah kinerja Pindad yang setiap tahun mengalami pertumbuhan. Tercatat pada tahun 2016, laba yang dihasilkan oleh Pindad mencapai Rp 48 milyar. Lalu di tahun 2017, laba yang diterima mencapai Rp 92 milyar.

"Tahun ini, target laba kita mencapai tiga digit," kata Mose optimis.

Pindad pun terus mengembangkan diri dengan memperkuat dua pasar lainnya yakni sektor industi dan militer. Sektor industri selama ini telah menyumbang 30 persen pendapatan perusahaan. Rencananya sektor ini akan didorong agar mampu berkontribusi hingga 45-55 persen.

"(Sektor) Industrial kami targetkan bisa meningkat hingga 55 persen. Sektor military juga dinaikan lagi. Tujuannya mendongkrak revenue (pendapatan) Pindad secara keseluruhan," jelasnya.

Pemanfaatan pasar amunisi pun juga akan dilakukan dengan mengembangkan area komersil bernama Military Destination Park yang memiliki luas lahan mencapai 10 hektare. Di taman ini akan ada lapangan tembak yang digunakan untuk komersial, di sanalah nantinya amunisi-amunisi buatan Pindad di jual.

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga73%
Pilih SedihSedih7%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi7%
Pilih TerpukauTerpukau12%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Hotel-hotel Kapsul ala Jepang Di Indonesia, Di mana saja Lokasinya? Sebelummnya

Hotel-hotel Kapsul ala Jepang Di Indonesia, Di mana saja Lokasinya?

8 Juni 2020, Ojol DKI Kembali Bisa Angkut Penumpang Selanjutnya

8 Juni 2020, Ojol DKI Kembali Bisa Angkut Penumpang

Bagus Ramadhan
@bagusdr

Bagus Ramadhan

http://kulawarga.id

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.