Dengan didasari oleh satu janji kemerdekaan negara yang tertuang dalam Pembukaan Undang-undang Dasar 1945, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, Anies Baswedan menginisiasi Indonesia Mengajar. Anies melihat belum banyak daerah yang menikmati janji tersebut. Salah satu penyebabnya adalah distribusi guru yang tidak merata di beberapa daerah.

Gerakan Indonesia Mengajar ini berusaha untuk lebih dari sekadar program, tetapi sebagai gerakan untuk mengajak bersama masyarakat yang berikhtiar untuk ikut berperan aktif mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai wujud upaya melunasi janji kemerdekaan (Wikipedia).

Wujud dari gerakan ini adalah para pengajar muda yang notabene lulusan terbaik perguruan tinggi yang membantu pemerataan pendidikan, utamanya di jenjang sekolah dasar. Salah satu yang turut menjadi pengajar muda adalah Dedi Kusuma Wijaya.

Dedi dan Yayasan Lanjut Sekolah | Foto: Merdeka.com
Dedi dan Yayasan Lanjut Sekolah | Foto: Merdeka.com

Setelah mengikuti Indonesia Mengajar, Dedi terdorong untuk membuat satu yayasan yang salah satu programnya adalah memberikan beasiswa kepada anak-anak dari desa terpencil.

Dorongan itu timbul karena pemikiran “Jika tidak bisa mengubah dunia, setidaknya bisa mengubah nasib satu anak”.

Niat ini berawal dari cerita favoritnya, Laskar Pelangi, dan pengalamannya mengajar di Kepulauan Tanimbar, Maluku Tenggara Barat. Ia bertemu dengan Nindi yang mengingatkannya pada sosok Lintang yang pintar namun tidak memiliki kesempatan untuk melanjutkan sekolah dalam cerita favoritnya itu. Oleh karena itu, Dedi ingin membuat cerita yang berbeda untuk Nindi.

“Saya sadar saya berada di posisi dimana saya bisa menulis akhir cerita, saya bisa rewrite the story. Saya bisa buat (anak) ini tidak seperti Lintang,” katanya dalam acara Power Talk yang diselenggarakan Indonesia Mengajar di Insitut Francais Indonesia pada Rabu (3/5).

Dedi juga mengaku bukan dirinya saja yang tergerak, melainkan tidak sedikit juga anak muda baik dari alumni Indonesia Mengajar maupun alumni inisiatif lainnya yang juga konsen terhadap pendidikan dalam berbagai bentuk demi masa depan anak bangsa.

Ia bertemu dengan teman-teman yang memiki keinginan yang sama, yaitu melahirkan pemimpin masa depan dari desa-desa terpencil sehingga semakin banyak anak-anak di desa dapat mengenyam pendidikan di kota-kota besar.

"Kami bikinlah satu yayasan yang namanya Lanjut Sekolah," tutupnya.

Bermula Dari Gerakan, Jadi Yayasan Lanjut Sekolah

Seperti yang sudah dijelaskan, ide Lanjut Sekolah ini berasal dari kisah Nindi. Kemudian konsep ini secara sederhana dijelaskan sebagai 'proyek' mengajak orang yang pernah berinteraksi secara intensif dengan anak-anak di daerah terpencil untuk menjadi mentor bagi salah satu anak cemerlang, sebutan untuk anak-anak yang dididik gerakan ini.

Selain itu, sambil secara bersamaan juga bisa mengundang orang-orang untuk berkontribusi dalam pembiayaan pendidikan dan juga pengembangan diri anak-anak.

Ide gerakan ini pernah mendapatkan penghargaan sebagai finalis AusAid-Kopernik Social Innovator Award dan finalis Apa Idemu Pertamina. Dengan penghargaan ini, penggerak bisa lebih melebarkan sayap untuk gerakan ini.

Dengan bertumbuhnya gerakan ini, banyak anak-anak cemerlang yang turut bergabung dengan Nindy. Mereka adalah Alfonsia Melsasail (Foni) dan Liberata Ongirwalun (Liny) dari Kepulauan Tanimbar; dan Paskalina Dogopia (Paska) dari Distrik Waghete, Kabupaten Paniai, Papua.

Karena jumlah dana yang dikelola dan untuk meningkatkan legitimasi kegiatan Lanjut Sekolah, penggiat gerakan kemudian menaikkan status gerakan ini menjadi Yayasan Ayo Lanjut Sekolah.

Saat ini, yayasan yang dikelola relawan dengan sumber daya yang masih terbatas ini terus berusaha untuk berkomitmen, mengingat tingginya tanggung jawab menyekolahkan anak sampai selesai.

Mereka memiliki beberapa kegiatan sebagai upaya untuk menjaga kestabilan sambil terus membuka diri untuk pengembangan kedepannya.

Kegiatan tersebut adalah 1) Membiayai anak cemerlang 2) Membangun jejaring Lanjut Sekolah dan 3) Camp Lanjut Sekolah. Tidak menutup kemungkinan kegiatan ini akan berkembang kedepannya.

Dengan memberi donasi, kamu bisa ikut berpartisipasi dalam yayasan ini loh!

Kegiatan camp Lanjut Sekolah | Foto: Dok. Lanjut Sekolah/Facebook Page Lanjut Sekolah
Kegiatan camp Lanjut Sekolah | Foto: Dok. Lanjut Sekolah/Facebook Page Lanjut Sekolah

Sumber: Merdeka, Wikipedia, Website Resmi Lanjut Sekolah, Facebook Page Lanjut Sekolah

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu