Pemilihan Umum RI 2019 Didukung Penuh WNI di Luar Negeri

Pemilihan Umum RI 2019 Didukung Penuh WNI di Luar Negeri

Jajaran Panitia Pengawas Pemilu Luar Negeri (Panwaslu LN) bersama ketua Bawaslu RI dan anggotanya pasca Pelantikan dan Bimbingan Teknis di regional Tokyo © dokumentasi penulis

Kurang dari dua belas bulan lagi pesta demokrasi Indonesia kembali digelar. Yang spesial di tahun mendatang tak hanya kursi Presiden dan Wakil Presiden untuk 2019-2024 saja yang diperebutkan, melainkan juga kursi legislatif Indonesia. Lalu, bagaimana persiapan untuk menjaring suara masyarakat Indonesia di luar negeri?

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI melalui perpanjangan tangannya, Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) di berbagai negara telah dilantik beberapa pekan ke belakang. Dan bahkan lewat Panitia Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) yang dibentuk oleh masing-masing PPLN, Gerakan Pencocokan dan Penelitian (Coklit) telah mulai dilakukan demi menjaring data diri paling update dari para WNI di luar negeri. Ini adalah bukti kesigapan dari KPU RI yang patut diapresiasi dalam upaya menyukseskan agenda akbar lima tahun sekali milik seluruh rakyat Indonesia: Pemilu Presiden dan Wakil Presiden RI 2019-2024, yang kali ini untuk pertama kalinya secara serentak akan diadakan bersamaan dengan Pemilu Legislatif.

Tak hanya KPU, ternyata Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu RI) sebagai pengawas keseluruhan penyelenggaraan pemilihan umum sejak mulai persiapan, masa kampanye, hari pelaksanaan, hingga proses penghitungan suara pun tak ingin ketinggalan dalam mengimbangi kinerja luar biasa dari KPU. Dengan cara serupa, Bawaslu juga menempatkan para volunteer-nya (WNI) yang berada di luar negeri dalam tujuh regional, yaitu Malaysia, Tokyo, Den Haag, Perth, Washington DC, Dubai dan Kairo. Volunteer Bawaslu yang dimaksud adalah para jajaran Panitia Pengawas Pemilu Luar Negeri (Panwaslu LN).

"Pemilihan umum adalah proses untuk memilih pemimpin Indonesia, yang secara otomatis adalah fasilitas yang diselenggarakan negara sebagai pembelajaran politik bagi Warga Negara Indonesia (WNI) di manapun berada, termasuk yang sedang tidak berada di tanah air," ujar Abhan, Ketua Bawaslu RI, saat membuka sesi pertama Bimbingan Teknis bagi para Panwaslu LN di regional Tokyo yang dijadwalkan untuk perwakilan Panwaslu LN Seoul, Tokyo, Osaka, Hong Kong, dan Taipei (27/04).

Pembentukan PPLN dan Panwaslu LN ini tak terlepas dari peran dan dukungan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu). Untuk Panwaslu LN, hal tersebut terbukti dengan adanya Rapat Pleno Kelompok Kerja (Pokja) Pembentukan Panwaslu LN yang digelar oleh Bawaslu dan Kemenlu di Jakarta pada 19 April lalu. Dalam rapat tersebut menghasilkan kesepakatan bahwa Panwaslu LN dibentuk di 34 negara, dengan pengelompokan di 7 regional, untuk mengawasi penyelenggaran Pemilu 2019 di luar negeri. Mengapa harus 34 negara? Hal tersebut didasarkan pada efektivitas serta efisiensi pengawasan penyelenggaraan pemilu di luar negeri, seperti: minimal terdapat 5000 orang WNI yang ada di suatu negara diwakili oleh masing-masing 3 orang Panwaslu LN.

Empat orang perwakilan Panwaslu LN untuk wilayah Taiwan bersama para jajaran Bawaslu RI yang hadir di Tokyo, Jepang.
Tiga orang perwakilan dan Sekretariat Panwaslu LN untuk wilayah Taiwan bersama para jajaran Bawaslu RI (Ketua, Sekretaris Jenderal, dan Anggota) yang hadir di Tokyo, Jepang (27/04).

Sebagai contoh, untuk Taiwan yang memiliki lebih dari 250.000 orang WNI (satatistik dari Ministry of Labour, Taiwan per Desember 2017) pun juga hanya diwakili oleh 10 orang PPLN dan 3 orang Panwaslu LN. Jadi berapapun jumlah WNI-nya, asal memenuhi jumlah minimum 5000 orang, akan diwakili oleh sejumlah PPLN yang ditentukan KPU serta 3 orang Panwaslu LN.

"Harapannya dengan adanya Panwaslu LN yang merupakan perpanjangan tangan Bawaslu RI di negara tempatnya bertugas, dapat melakukan pengawasan dan pencegahan sejak dini terhadap pelanggaran-pelanggaran yang diindikasi akan terjadi, seperti kampanye dengan memakai ujaran kebencian, hoax & politisasi SARA, dan lain sebagainya," terang Gunawan Suswantoro, Sekretaris Jenderal Bawaslu RI.

Akhir kata, mari menjadi Warga Negara Indonesia yang pro aktif memperkuat kinerja dan peran serta Pengawas Pemilu RI yang berani, tegas, dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas secara profesional, adil, transparan, serta berintegritas di manapun berada.

Jadi, sudah siapkah kamu menyongsong Pemilu RI 2019?

#KotakAjaib

Sumber:

  1. Website Bawaslu RI
  2. Laman Facebook Panwaslu LN - Taipei
  3. Website PPLN - Taipei
  4. Website KDEI Taipei
  5. Catatan pribadi penulis saat menghadiri Bimbingan Teknis Panwaslu LN untuk regional Tokyo

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli25%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi50%
Pilih TerpukauTerpukau25%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Ayo Dukung! Dua Mahasiswi UNPAR Sudah Di Tahap Akhir Pendakian Puncak Everest Sebelummnya

Ayo Dukung! Dua Mahasiswi UNPAR Sudah Di Tahap Akhir Pendakian Puncak Everest

Indonesia dan Brunei (Mungkin) Saling Iri Selanjutnya

Indonesia dan Brunei (Mungkin) Saling Iri

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.