Ada Pemuda Riau yang Taklukkan Kantor Google, Siapakah Dia?

Ada Pemuda Riau yang Taklukkan Kantor Google, Siapakah Dia?

Googleplex © independent.co.uk

Tidak banyak orang bisa bekerja di Google, Raksasa internet Google menerapkan standar yang sangat ketat dalam merekrut karyawan. Namun Hamdanil Rasyid, pemuda asal Pekanbaru, Riau, ternyata mampu melewati ketatnya persaingan masuk Google. Saat ini dia sudah hampir 5 tahun bekerja di kantor pusat Google di Mountain View, Amerika Serikat.

Sumber : Detik
Sumber : Detik

''Hampir 5 tahun kerja di sini. Saya sekarang di tim payments. Beli sesuatu di Google kan usernya bayar tuh, nah yang bikin sistem pembayaran dari tim saya," katanya di sela-sela perhelatan Google I/O 2018.

Ia datang memakai sepeda, kaos putih dan celana jeans. Bebas saja, karena memang bekerja di Google tidak ada banyak aturan soal pakaian. Ia pun menuturkan kisah dan pengalamannya. Hamdanil bekerja di Google sudah cukup lama dan betah sampai sekarang.

''Proyek di sini ganti-ganti, karena produk Google kan nambah terus. Juga kalau ada negara baru di mana produk diluncurkan," tambah Hamdanil yang juga pernah bekerja di sebuah perusahaan di Singapura.

Ia mengakui suka dengan bidang pemrograman dan bekerja di Google santai tapi serius. "Memang suka di bidang ini, dan yang enak di Google ini sistem manajemennya santai. Nggak terlalu diatur, modelnya obyektif kamu apa, kira-kira kapan selesai, perlu kolaborasi sama siapa," terangnya."Mau datang jam berapa, cara kerjanya gimana, kerja sama siapa itu gak dimasalahin. Jadi kita lebih independen lah," terang dia

Sumber : detik
Sumber : detik

Banyak yang ingin bekerja di Google, yang diterima sangat sedikit. Dituturkan Hamdanil, seleksinya memang begitu ketat dan ujiannya sangat sulit.

"Kalau di bidang IT, interview mereka lumayan ketat. Jadi kayak pelajaran algoritma, pelajaran structure yang di kuliah itu dia bakal mengajukan pertanyaan yang sulit banget," tandas dia."Jadi ketika saya mau interview itu rasanya seperti mau ujian lagi. Istilahnya itu seperti soal ujian semester dengan tingkat paling tinggi," kisahnya.

Ia sangat serius ketika mempersiapkan diri mengikuti test masuk Google. Hasilnya, dia bisa menjadi satu dari sedikit orang Indonesia yang bekerja di Google. "Jadi saya belajar dulu. Setiap weekend saya minjem buku buat belajar. Karena kalau nggak gitu nggak bakal bisa jawab. Soal-soal ilmu komputernya tingkat tinggi," imbuh Hamdanil. Sehari-harinya, Hamdanil pulang pergi ke kantor Google kebanyakan memakai sepeda. Atau mobil jika tidak sedang macet.

Sumber : Detik, Go Riau.

Pilih BanggaBangga52%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang3%
Pilih Tak PeduliTak Peduli2%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi31%
Pilih TerpukauTerpukau12%

Artikel ini dibuat oleh Tim Redaksi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Beasiswa LPDP 2018 Dibuka, Ini 6 Hal yang Perlu Kamu Perlu Ketahui Sebelummnya

Beasiswa LPDP 2018 Dibuka, Ini 6 Hal yang Perlu Kamu Perlu Ketahui

Tiga Negara dalam Satu Kota Surabaya Selanjutnya

Tiga Negara dalam Satu Kota Surabaya

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.