Dangdut adalah salah satu dari genre musik tradisional Indonesia yang memiliki unsur-unsur Hindustani (India), Melayu, dan Arab. Dangdut memiliki dentuman khas gendang yang iramanya membuah siapa saja yang mendengar ikut bergoyang. Dangdut awalnya dipengaruhi dari lagu-lagu India yang khas dengan tabla (alat musik India), yang ditambahkan unsur melayu.
 
Genre ini sangat banyak yang menyukai, namun tidak sedikit pula yang tidak suka atau bahkan membenci musik dangdut. Dangdut biasanya dipandang sebagai genre musik menengah kebawah oleh beberapa kelompok masyakarat, karena sering sekali diputar di kampung-kampung atau bahkan daerah terpinggir. Tidak itu saja, penyanyi-penyanyi dangdut banyak yang lebih menonjolkan goyangan erotis ketimbang suara merdunya. Namun sepertinya itu semua sudah mulai dilupakan, karena musik dangdut dewasa ini mulai berkembang. Seperti penambahan unsur genre di luar Dangdut seperti Pop, Jazz, bahkan EDM. Selain itu, musik dangdut mulai di dukung oleh masyarakat Indonesia, dan digilai oleh masyarakat Internasional.
 
1. Lagu Dangdut kini Tak Lagi Kampungan
 
Beberapa waktu lalu, salah satu stasiun TV swasta - NET - dengan tagline "Televisi Masa Kini" menggelar konser sekaligus acara penghargaan. Pada acara tersebut, NET menampilkan beberapa artis papan atas Indonesia dan penyanyi Internasional, Craig David dan Hailee Steinfeld. Namun sepertinya 2 artis dari luar negeri tersebut bukan menjadi "bintangnya" di acara tersebut. Salah satu penyanyi dangdut yang diundang untuk mengisi acara, Via Vallen, sepertinya berhasil menjadi bintangnya pada acara tersebut. Dengan membawakan lagu andalannya "Sayang" dan aransemen yang dibuat mewah oleh NET, Via menjadi sorotan daripada artis-artis lainnya.
Rekaman Via Vallen yang diunggah di Youtube Channel Netmediatama menjadi viral di beberapa negara, trending #1 di Indonesia, dan trending di berbagai negara lain, seperti Malaysia, singapore, Taiwan.
 

Sampai saat artikel ini ditulis, jumlah tayangan video ini sebanyak 13 juta kali dan masih terus bertambah.

2. Mencari Bakat baru di Dunia Dangdut Tingkat Asia.

D'Academy Asia (sumber : wikipedia)
D'Academy Asia (sumber : wikipedia)

Indosiar sebagai stasiun TV yang memproduksi ajang pencarian bakat ini memiliki misi membangkitkan rasa cinta terhadap musik dangdut, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di negara-negara tetangga Asia. Sukses dengan Dangdut Academy, Tim Produksi Indosiar menggelar kompetisi tingkat asia. Dangdut Academy Asia diklaim menjadi ajang kompetisi terbesar tingkat Asia, atau bahkan Dunia. Dangdut sempat mati suri di Malaysia, begitupun di Brunei Darussalam dan Singapura, namun berkat acara D’ Academy Asia, musik dangdut yang awalnya hanya bisa dinikmati oleh kalangan tertentu, kini mulai digemari oleh anak-anak muda.

Sistem audisi pada acara ini merupakan proses penyeleksian masing-masing negara untuk mengirim delegasinya ke Indonesia. Di musim pertama hanya akan terpilih lima peserta saja dari setiap negara, sedangkan di musim kedua terpilih enam peserta dari masing-masing negara. Untuk negara Indonesia sendiri, delegasi akan dipilih dari pemenang-pemenang kompetisi D'Academy. Untuk juara pertama dan kedua langsung memastikan diri lolos, sisanya dipilih dari pemenang D'Academy Celebrity dan diadakannya audisi ulang. Sedangkan negara Malaysia delegasi akan dipilih dari pemenang ajang Dangdut Star.

3. Booming "#LagiSyantikDance" di Malaysia dan Singapore

Sepertinya musik dangdut mulai digilai oleh masyarakat luar negeri, khususnya Asia Tenggara. Beberapa waktu lalu, lagu "Tak Tun Tuang" heboh di Malaysia dan juga Thailand, kini giliran "Lagi Syantik" - lagu dari Siti Badriah - yang menjadi viral di berbagai media di Malaysia.

Jika Kawan GNFI mencari tagar #LagiSyantikDance, akan ada ribuan video dari Malaysia dan Indonesia yang berisikan sekelompok anak muda berjoged lagu dari Siti Badriah ini.

Peringatan Hari Guru di Malaysia diisi dengan Lagu "Lagi Syantik"

 

Selamat hari Guru!!😍😍 #lagisyantikdance#cjthebest

Sebuah kiriman dibagikan oleh HAHA (@fdhl.az) pada

Salah satu episode di acara TV terkenal di Malaysia pun ikut meng-cover lagu "Lagi Syantik" ini dengan sedikit Parodi di dalamnya 

Jika mendengar lagu yang dibawakan oleh Siti ini, mungkin kawan GNFI akan terbawa alunan musik dan ikut bergoyang.

Semoga dengan kabar-kabar baik tentang musik dangdut di atas dapat memberikan angin segar bagi kemajuan industri musik dangdut. Mungkin tidak secepat musik K-Pop yang booming dalam waktu hitungan jam, tapi setidaknya usaha untuk memajukan musik dangdut sudah ada.

Sumber : wikipedia, youtube : Netmediatama, Nagaswara, Meletop (malaysia)

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu