Malioboro Jogja yang Terkenang Sepanjang Masa

Malioboro Jogja yang Terkenang Sepanjang Masa

https://eksotisjogja.com/tempat-wisata-sekitar-malioboro-jogja/ © Eksotis Jogja

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Berbicara soal Jogjakarta, pastinya kota tersebut masih menjadi destinasi tujuan wisata yang wajib untuk dikunjungi lagi dan lagi. Berbagai macam hal menarik dan unik memang terangkum di wilayah yang terkenal akan kelezatan gudengnya itu. Budaya dan kultur masyarakatnya yang khas, membuat Jogja selalu terkenang sepanjang masa.

Jika membahas Jogja, tentunya kawan GNFI tidak akan lupa dengan nama jalan yang cukup tersohor di sana yakni Jalan Malioboro. Terletak di dekat Gedung Agung Jogja, Jalan Malioboro kini menjadi destinasi pariwisata yang wajib untuk disambangi.

Pagi, siang, sore, hingga malam, Jalan Malioboro selalu ramai dipadati pengunjung. Banyak orang menjajakan dagangan juga membeli berbagai macam oleh-oleh yang siap dijadikan buah tangan. Di malam hari pun akan turut tersaji berbagai macam pertunjukan seni yang digelar oleh para seniman khas Jogja. Menarik, bukan?

Suasana Jalan Malioboro Jogja
Suasana Jalan Malioboro Jogja

Sebagai sebuah wilayah yang tersohor, Jalan Malioboro juga sering dikaitkan dengan tiga tempat sakral seperti Gunung Merapi, Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, dan Pantai Selatan. Dalam keberadaannya, secara kebahasaan kata Malioboro berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya karangan bunga. Namun adapula yang mengatakan bahwa nama Malioboro berasal dari salah seorang koloni Inggris yang pernah menempati area tersebut (1811-1816 M), yang bernama Malborough.

Akan tetapi, hingga kini belum ada penjelasan secara ilmiah mengenai asal-usul nama Malioboro. Warga setempat pun hanya meyakini dua di antara pendapat sebelumnya mengenai keberadaan nama tersebut.

Jalan Malioboro dibangun bersamaan dengan pendirian Keraton Yogyakarta. Artinya baik Malioboro maupun Keraton memiliki hubungan kultur yang sejalan. Apalagi usia hadirnya dua destinasi terkemuka ini bisa dibilang cukup tua.

Malioboro mulanya memang ditata sebagai sumbu imaginer yang menghubungkan antara Pantai Parangkusumo, Keraton, dan Gunung Merapi. Di mana ketiganya merupakan wilayah yang diyakini eksistensinya oleh masyarakat Jogja.

Hadirnya Jalan Malioboro turut memberikan kontribusi terhadap perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia. Di sisi selatan jalan tersebut pernah terjadi pertempuran yang cukup sengit antara koloni dengan pejuang tanah air. Saat itu koloni hendak mengambil alih kekuasaan untuk menduduki Kota Jogja. Pertempuran yang kemudian dikenal dengan Serangan Umum Satu Maret tersebut membuat pemerintah Jogja membangun Monumen Serangan Umum Satu Maret yang bertempat di kawasan Malioboro.

Dapat dikatakan Jalan Malioboro merupakan saksi bisu bagi masyarakat Jogja dalam mengarungi kegiatan sehari-hari. Roda kehidupan masyarakat dimulai dari sana. Tempat-tempat strategis yang juga menjadi titik pemerintahan Jogja ada di Malioboro, seperti Gedung DPRD, Gedung Agung, Pasar Beringharjo, hingga Kantor Gubernur DIY.


Sumber: Buku Jurnal Masyarakat dan Kebudayaan Politik

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga70%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang5%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi10%
Pilih TerpukauTerpukau15%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
20 Negara Terbaik di Asia 2018 Sebelummnya

20 Negara Terbaik di Asia 2018

Membangun Pola Pikir Agile Dalam Tim Selanjutnya

Membangun Pola Pikir Agile Dalam Tim

Aninditya Ardhana Riswari
@anindityaar_1997

Aninditya Ardhana Riswari

anindityaardhana.wordpress.com

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.