Mengenang Gogon, Sang ‘Charlie Chaplin’ Srimulat

Mengenang Gogon, Sang ‘Charlie Chaplin’ Srimulat
info gambar utama

Panggung komedi tanah air kembali kehilangan punggawanya. Pada Selasa, 15 Mei 2018 Margono alias Gogon Srimulat meninggal dunia akibat serangan jantung. Kematian gogon menambah daftar deretan seniman Indonesia yang meninggal akibat penyakit jantung, setelah sehari sebelumnya dalang Ki Enthus Susmono meninggal karena sebab yang sama.

Semasa hidupnya, Gogon telah banyak berjasa dalam menghibur masyarakat Indonesia bersama kelompok lawak Srimulat. Memiliki gaya rambut unik serta kumis lucu, Gogon juga kerap disandingkan dengan sosok pelawak dunia terkemuka Charlie Chaplin. Bagaimana sepak terjangnya dalam dunia lawak Indonesia?. Berikut sekelumit sang ‘Charlie Caplin’ Srimulat ini.

Gogon dan Gaya Panggungnya di Srimulat

Nama sebenarnya adalah Margono. Dia terlahir di penghujung tahun 1960, tepatnya 31 Desember 1960. Karir melawaknya dimulai ketika dia berada di Semarang. Disanalah Gogon bekerja sebagai orang belakang panggung salah satu kelompok lawak terbesar di Indonesia ini. Dalam hal mendesain dan merancang publikasi, Gogon memang ahlinya. Tak heran jika dirinya didaulat menjadi perancang poster, spanduk, dan desain grafis lainnya sebelum pementasan Srimulat dimulai.

Selain piawai dalam membuat desain publikasi, Gogon dikenal sebagai sosok yang cekatan. Dia kerap turun langsung dengan menggunakan mobil pick-up miliknya untuk promosi pentas Srimulat. Karir Gogon semakin melejit ketika dia bermain dalam serial Saras 008 di Indosiar. Dia berperan sebagai tokoh antagonis yang lucu. Akting Gogon dalam Saras 008 banyak mendapat respon positif dan disukai anak-anak.

Kembali ke Srimulat, Gogon layaknya pelawak lainnya memiliki gaya yang khas di panggung. Gaya melipat tangan hingga terperosok di sofa menjadi andalannya. Lantas sejak kapan Gogon bertransformasi ala Charlie Chaplin?. Semua bermula ketika reuni Srimulat pada tahun 1996. Ketika itu dirinya masih menjadi pelawak junior di Srimulat. Oleh Kadir, dia diminta untuk memotong rambutnya sampai plontos agar kontraknya diperpanjang.

Keisengan Kadir rupanya membuat Gogon risau. Dia pun mempercayai omongan Kadir, karena saat itu Kadir adalah sebagai ‘bos’ yang bisa menentukan pemain yang bisa ikut manggung atau tidak. Setelah lama berpikir, Gogon pun menyerah dan menuruti saran Kadir. Tidak hanya soal rambut saja, Gogon pun kian mantap dengan penampilan kumis ala pelawak idolanya, Charlie Chaplin.

Namun, rupanya pilihan Gogon ini tepat dan sukses membuat penonton tertawa terbahak-bahak. “Wah, alhamdulillah pilihan saya tidak salah. Justru dengan gaya jambul ini saya punya karakter baru dan membuat saya terkenal sampai sekarang”. Ungkap Gogon sambil mengelus jambulnya sebagaimana ditulis dalam buku Srimulat Era Televisi karya Sony Set dan Agung Pewe.

Pelawak Bersahaja dan Peduli Sesama

Selain melakukan pementasan on air, Gogon juga aktif pentas secara off air. Hampir semua pulau di nusantara dia kunjungi. Penah ada salah satu cerita ketika Gogon bingung bukan kepalang karena pesawat yang akan ditumpanginya ke Natuna mengalami delay. Mengetahui hal tersebut dia nampak syok, kecewa dan sedih luar biasa. Saat di bandara Gogon menangis menahan sedih tak tertahankan. Dia khawatir jika panitia marah besar akibat kejadian ini.

Dalam suasana panik itulah Gogon tak berhenti memanjatkan doa. Ajaibnya, doanya dikabulkan dan dia bisa berangkat ke Natuna. Usut-punya usut, acara yang mengundang dirinya tersebut disponsori oleh TNI-AU. Jadi jelas otoritas TNI-AU bisa menanggulangi kejadian ini. Dia pun bisa tertawa lepas. Dari Gogon kita belajar kekuatan doa terkadang bisa muncul secara tak terduga.

Kisah hidup Gogon tidaklah terlepas dari masalah. Salah satu kasus yang menjeratnya adalah penyalahgunaan narkoba pada Agustus 2007 silam. Atas kasus ini Gogon pun ditahan selama empat tahun dan denda sebesar Rp.150 juta. Rasa sesal nampak dalam dirinya namun dia tetap berterima kasih kepada polisi yang telah menangkapnya. Gogon menganggap hal ini sebagai musibah dan ada hikmah dibalik kasusnya.

Setelah dirinya keluar dari penjara, Gogon kembali ke Srimulat. Bahkan dirinya selalu memotivasi rekan seperjuangan saat berada dalam kesulitan. Hal ini pernah diceritakan oleh Doyok, rekan pelawaknya. Saat seminggu keluar dari penjara, Doyok merasa belum siap. Gogon-lah yang terus memotivasinya untuk tetap tampil di panggung. Mendapat motivasi dari rekannya, Doyok mencoba bangkit dan muncul di panggung dengan wajah penuh haru.

Kini, sang ‘Charlie Chaplin’ Srimulat itu pergi di usianya yang ke-58 tahun. Selamat Jalan Gogon, terima kasih atas jasamu dalam menghibur masyarakat Indonesia dengan lawakan segar dan khas.

Sumber referensi :

  • Sony Set, Agung Pewe. 2011. Srimulat Era Televisi. Solo : Metagraf
  • Sony Set, Agung Pewe. 2011. Srimulat : Aneh yang Lucu. Solo : Metagraf

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini