Raih Emas di Malaysia Berkat Sisir Anti Parasit

Raih Emas di Malaysia Berkat Sisir Anti Parasit

© dok. Prasetya UB

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠. Rekomendasi lain dari WHO

Hewan peliharaan domestik di Indonesia semakin populer bersamaan dengan gaya hidup yang semakin beragam. Anjing dan Kucing adalah dua hewan yang paling banyak diminati oleh masyarakat. Namun kedua hewan tersebut juga memiliki masalah kesehatan yang kerap harus diperhatikan salah satunya adalah infeksi ektoparasit. Sebuah infeksi yang disebabkan oleh parasit seperti kutu, bahayanya lagi infeksi ini bisa menular pada manusia.

Untuk mengatasi masalah tersebut, biasanya pemilik hewan melakukan penanganan dengan menggunakan bahan kimiawi atau insektisida. Namun cara ini tidak efektif dan memiliki efek samping seperti ruam pada kulit, iritasi hingga keracunan. Itulah sebabnya lima mahasiswa Universitas Brawijaya berusaha untuk membuat sebuan metode yang lebih efektif untuk menangani masalah parasit pada hewan peliharaan ini yakni dengan sisir anti parasit.

Kelima mahasiswa yang membuat sisir tersebut adalah Muhammad Husni Mubarok, Riza Aldiansyah Fanani, Galuh Purnawati, Safa Aisyah dan Ridha Avicena Ila. Mereka membuat sisir anti parasit bernama Lovecom (Low Voltage and Antiparasitic Smart Comb). Sisir ni menggunakan prinsip sengatan listrik voltase rendah yang dikombinasikan dengan spray herbal antiparasit yang terbuat dari daun mimba (Azadirachta indica) serta pengharum herbal dan minyak atsiri.

"Kami menggunakan listrik 15mA yang dialirkan pada bagian dalam sisir dan jari jari sisir untuk memusnahkan parasit," kata ketua tim, Husni Mubarok seperti dikutip dari Prasetya UB.

Selain mampu memusnahkan parasit, sisir ini juga mampu untuk memberikan ramuan herbal lewat selang kecil yang ada pada bagian dalam sisir. Ramuan antiparasit herbal dan pengharum tersebut dibutuhkan oleh rambut-rambuh hewan peliharaan agar rambut dan kulit hewan tetap terawat.

Hasil karya ini kemudian diikutkan dalam beberap akompetisi seperti dalam ajang World Young Inventor Exhibition 2018 (WYIE) yang diadakan di Kuala Lumpur, Malaysia 9-12 Mei yang lalu bersamaan dengan ajang Malaysia International Invention, Innovation & Technology Exhibition (ITEX). "Untuk kedepannya semoga alat ini dapat direalisasikan dan dapat diperjualbelikan secara luas," ujar Husni.

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah jika sakit
  5. Hindari menyentuh wajah
  6. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga67%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli17%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi17%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Malioboro Jogja yang Terkenang Sepanjang Masa Sebelummnya

Malioboro Jogja yang Terkenang Sepanjang Masa

Mengkonsumsi Kulit Jeruk Diklaim Dapat Menangkal Virus Corona Selanjutnya

Mengkonsumsi Kulit Jeruk Diklaim Dapat Menangkal Virus Corona

Bagus Ramadhan
@bagusdr

Bagus Ramadhan

http://kulawarga.id

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.