Tempat Berkumpulnya Bidadari Ada di Gunung Jawa Tengah!

Tempat Berkumpulnya Bidadari Ada di Gunung Jawa Tengah!

https://mytrip123.com/informasi-lengkap-jalur-pendakian-gunung-sindoro-part-1/ © MyTrip123

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Kawan GNFI pasti pernah mendengar nama salah satu gunung yang bertempat di daerah Jawa Tengah yakni Gunung Sindoro. Gunung Sindoro merupakan gunung keempat tertinggi di Jawa Tengah yang menjadi gunung favorit bagi para pendaki.

Gunung yang memiliki nama lain Sindara atau Sundoro ini mempunyai tinggi puncak yang mencapai 3150 mdpl. Gunung Sindoro merupakan salah satu cagar alam yang berlokasi di Kabupaten Temanggung. Selain Gunung Sindoro, di Temanggung terdapat pula Gunung Sumbing yang disebut sebagai ‘kembaran’ dari Gunung Sindoro.

Mengulik lebih dalam terkait hadirnya nama Sindoro-Sumbing, mulanya berawal dari kisah tentang satu keluarga yang memiliki anak kembar dengan perangai masing-masing yang berbeda. Ada yang usil dan ada pula yang santun dan bijaksana. Meski dikenal sebagai anak kembar, keduanya tak luput dari pertengkaran. Kabarnya pertengkaran tersebut membuat sang Ayah menjadi kehilangan kesabaran, sampai akhirnya memukul salah satu dari keduanya hingga bibirnya robek, yang dalam bahasa Jawa disebut sumbing. Oleh sebab itu terciptalah nama Gunung Sumbing.

Di satu sisi, nama Sindoro muncul dari perangai salah satu anak yang memiliki kepribadian baik, sopan, dan bijaksana sehingga beralih pada kata ‘ndoro’ yang lalu berubah menjadi Sindoro. Hal itu pula yang membuat keberadaan Gunung Sindoro dan Sumbing berdampingan, yang semakin memperkuat adanya legenda di masyarakat mengenai anggapan kembar dari kedua gunung tersebut.

Sindoro-Sumbing
Sindoro-Sumbing

Gunung Sindoro menyimpan sejuta keunikan dan keindahan serta misteri yang patut diulas. Di lereng Gunung Sindoro, terdapat tempat tinggal para petani tembakau yang menghasilkan tembakau kelas wahid di Indonesia bahkan di dunia, maka tak heran jika Temanggung sering disebut sebagai Kota Tembakau yang tersohor bahkan di kancah internasional.

Selain itu, merunut dari sejarah, ditemukan beberapa artefak di daerah Temanggung dan Wonosobo, yang membuat beberapa ahli sejarah meyakini bahwa Kerajaan Mataram, dulunya, sempat bersemayam di kawasan Gunung Sindoro setelah akhirnya musnah ketika meletusnya gunung tersebut.

Namun siapa sangka jika Gunung Sindoro juga dikenal sebagai tempat tinggal para bidadari. Hal ini disebabkan Sindoro merupakan salah satu kawasan yang diyakini sebagai pusat energi feminitas. Feminitas dalam hal ini mengarah pada energi dingin, sedangkan Sumbing dikenal sebagai pusat energitas maskulin. Oleh sebab itu keduanya memiliki porsi yang seimbang guna menjaga keutuhan tanah Jawa.

Beberapa pendaki sempat menuturkan bahwa mereka pernah bertemu dengan sosok perempuan yang anggun dan cantik, layaknya bidadari, saat melakukan pendakian. Masyarakat setempat pun juga mempercayai hal tersebut. Konon jika bertemu dengan bidadari di daerah Sindoro, maka orang tersebut akan memperoleh rezeki yang berlipat ganda.

Keindahan Gunung Sindoro
Keindahan Gunung Sindoro

Di satu sisi, sebagai gunung aktif, Sindoro tercatat pernah mengalami dua belas kali letusan. Salah satunya pada tahun 1908, 1910, 1970, dan terakhir pada tahun 2011. Selain itu, Gunung Sindoro juga dikenal sebagai gunung bagi para pecinta bunga edelweiss. Edelweiss di Sindoro mempunyai ciri khas tersendiri dan memiliki wangi bunga paling kentara di antara edelweiss di gunung lainnya.

Wah menarik sekali ya beberapa info mengenai Gunung Sindoro! Semoga setelah ini kawan GNFI turut punya kesempatan untuk berjelajah di sana ya, sembari bertemu dengan para bidadari.


Sumber: Pendaki Gunung

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga15%
Pilih SedihSedih4%
Pilih SenangSenang11%
Pilih Tak PeduliTak Peduli11%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi8%
Pilih TerpukauTerpukau51%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Kapal Pendingin Terapung Pertama di Indonesia Sebelummnya

Kapal Pendingin Terapung Pertama di Indonesia

Hampir 1,5 Abad Menghilang, Kadal Aneh ini Muncul Lagi di Danau Toba Selanjutnya

Hampir 1,5 Abad Menghilang, Kadal Aneh ini Muncul Lagi di Danau Toba

Aninditya Ardhana Riswari
@anindityaar_1997

Aninditya Ardhana Riswari

anindityaardhana.wordpress.com

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.