Top 10 Masjid Unik di Asia Tenggara

Top 10 Masjid Unik di Asia Tenggara

Masjid Raya Sumatera Barat © Sumber: Pinterest

Dari yang aneh, tenang, sederhana, hingga mewah, megah nan rupawan, berikut top 10 masjid unik di Asia Tenggara yang dirangkum oleh Seasia.

Beberapa masjid-masjid menarik berikut ini kuat sekali menunjukkan bagaimana masing-masing negara di Asia Tenggara ini mengempu perbedaan bahasa, budaya, tradisi, dan kepercayaan masing-masing di masing-masing negara.

MASJID AZAHAR – VIENTIANE, LAOS

Sumber: ICS Travel Group
Sumber: ICS Travel Group

Kebanyakan dari masyarakat muslim Kamboja di Vientiane bermukim tidak jauh dari pusat pecinan di kota ini.

Di tengah-tengah permukimannya, berdiri sebuah masjid besar sejak tahun 1986, bangunan anggun ini memiliki kubah berlapis emas pada bagian atasnya, yang berisikan dua ruangan besar. Satu ruangan berfungsi sebagai ruangan untuk sholat, dan ruangan lainnya berfungsi sebagai maktab, dimana sekitar 50 anak-anak muslim Kamboja belajar bergantian dua giliran yang disesuaikan dengan jadwal sekolah umum.

BENGALI SUNNI JAMEH – YANGON, MYANMAR

 Bengali Sunni Jameh Mosque that located next to Sule Pagoda | Maria & Teguh
Masjid Bengali Sunni Jameh yang terletak di sebelah Sule Pagoda | Maria & Teguh

Masjid Bengali Sunni Jameh terletak di tengah kota Yangon. Desain dari masjid ini berbentuk seperti kuil Islam, yang bagian depannya dihias dengan sentuhan arsitektur yang indah. Masjid ini memiliki sebuah kubah yang luar biasa dan dua beberapa masjid.

Masjid ini dibangun oleh masyarakat muslim India pada era penjajahan Inggris.

AL-SERKAL – PHNOM PENH, KAMBOJA

Sumber: Tripovo
Sumber: Tripovo

Masjid Al-Serkal merupakan masjid utama di Phnom Penh, ibukota Kamboja. Masjid ini merupakan ahdiah dari Keluarga Al-Serkal, Uni Emirat Arab setelah gugurnya rezim Khmer merah. Terletak di bagian utara koat, dekat dengan danau Boeung kak, yang kini telha mengering.

THE CENTRAL MOSQUE – HO CHI MINH CITY, VIETNAM

Sumber: City Pass Guide
Sumber: City Pass Guide

Dibangun id sekitar tahun 1930 oleh penduduk Muslim India Selatan, Masjid Saigon Central memiliki pesonanya sendiri terhadap pengunjung dengan arsitektur yang dimilikinya, suasana yang khidmat, serta makanan halal yang tersedia di depan masjid.

Pada awalnya, masjid ini hanya untuk jamaah dari India Selatan yang datang dan tinggal di kota ini. Namun kini, kaum muslim di seluruh dunia dapat mengunjungi dan beribadah disini juga.

MASJID RAYA SUMATERA BARAT – PADANG, INDONESIA

Sumber: Takaitu.com
Sumber: Takaitu.com

Masjid yang dirancang oleh Rizal Muslimin ini memiliki sebuah gedung utama dengan tinggi tiga lantai. Total luas area masjid ini sekitar 40,343 meter persegi dan mampu mengakomodasi hingga 20,000 ajmaah. Masjid ini didesain untuk mampu menahan guncangan gempa hingga 10 SR dan dapat berfungsi sebagai pusat evakuasi jika terjadi tsunami.

Masjid ini terlihat unik karena atapnya dibuat menyerupai atap rumah adat Minangkabau dan mengadaptasi bentuk hamparan kain yang digunakan untuk memindahkan batu Hajar Aswad di Mekah oleh empat suku Quraish yang berselisih.

Sedangkan, bagian mihrab dari masjid ini terinspirasi dari bentuk batu Hajar Aswad dengan ukiran emas Asmaul Husna pada bagian atapnya.

300 TAHUN – NARATHIWAT, THAILAND

Sumber: Didi's Travelogues
Sumber: Didi's Travelogues

Bagian paling mencolok dari masjid ini adalah bagian dimana ia menyerupai kuil Buddha. Terdiri dari dua bangunan yang saling terhubung, di bawah pengaruh campuran arsitektur lokal Thailand, Tiongkok, dan Melayu. Masing-masing bagian dari bangunan saling terhubung tanpa menggunakan paku.

Menara masjid bergaya arsitektur Tiongkok dan terletak di bagian depan atap. Menara tersebut memiliki dinding kayu dengan jendela. Ventilasi udara memiliki hiasan ukiran bunga dan desain Tiongkok. Bagian atas atap memiliki kubah yang dibangun dalam gaya paviliun Cina. Desain ukiran halus dihiasi di sekitar dua bangunan.

Masjid berumur 300 tahun ini telah terdaftar sebagai situs sejarah oleh Fine Arts Department. Kini, masih digunakan sebagai tempat ibadah bagi kaum Muslim, serta berfungsi sebagai pusat komunitas.

MASJID TUANKU MIZAN ZAINAL ABIDIN – PUTRAJAYA, MALAYSIA

Sumber: Mutiara Islam Online
Sumber: Mutiara Islam Online

The "Iron Mosque" memiliki sistem pendingin distrik, dan kipas angin atau sistem pendingin udara. Masjid ini menggunakan "wire mesh arsitektur" yang diimpor dari Jerman dan China, yang juga dibangun di Stadion Santiago Bernabéu di Madrid dan Bibliothèque nationale de France di Paris.

Pintu masuk utama diperkuat dengan beton bertulang kaca untuk meningkatkan integritas struktur dan menggunakan kaca halus untuk menciptakan ilusi masjid putih dari jauh.

MASJID ASSYAFAAH – SINGAPORE

Sumber: Google
Sumber: Google

Masjid Assyafaah dibangun pada tahun 2004 dan dirancang oleh perusahaan lokal, Forum Architects.

Mereka merancang masjid sedemikian rupa sehingga sesuai dengan komunitas multi-rasial dan multi-agama dan pada saat yang sama memadukan simbol-simbol Islam tradisional untuk membuatnya menyerupai sebuah masjid.

Bagian masjid yang paling mencolok adalah menara sepuluh lantai, terbuat dari pelat logam berkarat untuk kesan alami. Pada malam hari, menara seolah 'menghilang', meninggalkan simbol bulan sabit dan bintang yang menyala untuk melayang di atas masjid. Fitur lain adalah re-interpretasi arabesque, simbol tradisional dalam seni Islam.

MASJID SULTAN OMAR ALI SAIFUDDIEN – BANDAR SERI BEGAWAN, BRUNEI

Sumber: Wondermondo
Sumber: Wondermondo

Selesai dibangun pada tahun 1958, Masjid Omar Ali Saifuddien - dinamai menurut Sultan Brunei ke 28 - dikelilingi oleh kolam buatan yang berfungsi sebagai kolam renungan.

Mengingat berada di Brunei, interior bangunan masjid ini sangat mewah.

Bagian lantai dan dinding terbuat dari marmer dari Itali terbaik, lampu hias dibuat di Inggris, dan karpet-karpet mewah tersebut diterbangkan langsung dari Arab Saudi. Mosaik kaca sejumlah 3,5 juta keping tersebar daun emas asli menutupi kubah utama.


Sumber: Seasia.co

Pilih BanggaBangga60%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang10%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi15%
Pilih TerpukauTerpukau15%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Mengulik Pasar Gede Solo, Pasar Tradisional Terbaik di Jawa Tengah Sebelummnya

Mengulik Pasar Gede Solo, Pasar Tradisional Terbaik di Jawa Tengah

Ubi Banggai, Tanaman yang Tak Bisa Lepas dari Masyarakat Banggai Kepulauan Selanjutnya

Ubi Banggai, Tanaman yang Tak Bisa Lepas dari Masyarakat Banggai Kepulauan

Vita Ayu Anggraeni
@ayuvitaa

Vita Ayu Anggraeni

I work here because I value positivity. In the midst of social media era I wish that everyone builds harmony through positivity, so I start from myself.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.