Sekitar satu abad lalu Indonesia memasuki babak baru dalam pergerakan. Berbondong-bondong anak bangsa, kala itu, berupaya melepaskan diri dari belenggu jajahan koloni yang menyengsarakan banyak pihak.

Dimulai dari berdirinya Sarikat Dagang Islam di Pasar Laweyan Solo pada tahun 1905, hingga munculnya organisasi kenamaan Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908, yang kini diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Di tahun tersebut, boleh dikatakan Indonesia belum merdeka, tetapi anak bangsa tetap mengupayakan diri untuk membebaskan bangsa ini dari segala macam kungkungan penindasan.

Beberapa tahun setelahnya, Kebangkitan Nasional tak hanya berbicara soal Boedi Oetomo dan organisasi lain yang berdiri dengan prinsip serta visinya masing-masing. Melainkan hadir pula Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 yang kian memberikan dorongan nasionalisme anak muda Indonesia terhadap Ibu Pertiwi.

Potret Organisasi Anak Bangsa Di Era Penjajahan
Potret Organisasi Anak Bangsa Di Era Penjajahan

Dr. Sutomo, Cipto Mangunkusumo, Suwardi Suryaningrat, dan Douwes Dekker merupakan beberapa nama yang berjuang membangun berbagai macam upaya untuk menciptakan kebebasan berpikir dan berpendapat di bangsa ini. Seperti yang disampaikan oleh Hasanudin Abdurakhman, bahwa mereka tidak memenjarakan diri dengan perkara asal usul, etnis, budaya, tradisi, suku, ras, atau agama yang menjadi latar belakang diri mereka sebagai individu. Di dalam pikirannya hanya ada daya untuk melepaskan Indonesia menjadi negara yang berdikari dengan kemampuan anak bangsanya sendiri.

Kini, genap sudah 110 tahun lalu berbagai macam usaha dilakukan oleh golongan muda di masa itu, untuk membawa Indonesia pada tatanan yang semestinya, yang merdeka dan berdaulat.

Memasuki era ini, semangat Kebangkitan Nasional hendaknya masih menjadi sesuatu yang harus terus dipupuk anak bangsa. Jika dulu generasi muda berusaha untuk bangkit dan lolos dari serangan koloni yang dengan mudahnya memberikan banyak tekanan bagi bangsa ini. Berbeda lagi dengan sekarang, di mana anak bangsa haruslah bangkit dan berdiri untuk lepas dari upaya memenjarakan diri sendiri.

Dewasa ini, banyak orang mengenal sebutan identitas nasional. Sesuatu yang terus meresap pada masyarakat untuk hidup tanpa terlalu mengutamakan identitas asal, karena kerap kali disangka intim dan pribadi. Namun, bukankah identitas nasional akan terwujud jika identitas asal tetap tertanam dalam sanubari masing-masing? Hal ini pula yang harus ditumbuhkan lagi pada generasi era ini. Semangat menunjukkan identitas diri tanpa harus mengolok-olok atau mengesampingkan identitas lain adalah yang utama. Sebab bangsa ini tidak akan merdeka seutuhnya jika anak bangsa justru lupa dan menanggalkan identitas diri mereka sendiri.

Anak Bangsa Tetap Harus Memiliki Identitas Asal Guna Memperkuat Identitas Kebangsaan
Anak Bangsa Tetap Harus Memiliki Identitas Asal Guna Memperkuat Identitas Kebangsaan

Identitas nasional haruslah dibangun dengan daya juang yang kokoh, dengan sergapan dan pencapaian yang kuat melalui identitas diri yang mumpuni. Tetapi, identitas nasional juga bukan dibangun atas dasar identitas mayoritas tentang siapa yang lebih kuat dan lebih unggul. Ini perkara seimbang dan bersama, sebab Indonesia itu satu, bukan dua, tiga, atau selebihnya. Oleh sebab itu hal-hal yang menjadi sokongan utama demi menguatkan Indonesia sebagai bangsa yang tangguh adalah upaya untuk menyeimbangkan pikiran serta pendapat dari anak bangsanya. Utamanya yang dapat berdiri membangun diri mereka sendiri, guna memberikan yang terbaik bagi bangsa ini.       

Sampai di hari ini, anak bangsa bukan lagi dijajah oleh bangsa barat, bukan lagi berupaya meloloskan diri dari serangan benda tajam atau belati yang siap menerkam saat upaya gertakan tak lagi didengar. Tetapi seperti yang tertulis dalam Kompas.com, bahwa fenomena yang terjadi adalah anak bangsa justru tengah dijajah oleh identitas diri mereka sendiri.

Oleh sebab itu, hadirnya beberapa anak bangsa dengan segala macam inovasi dan kemenangan di sana sini lengkap dengan segala macam karya yang mumpuni, hendaknya mampu menjadi contoh untuk membuat Indonesia menjadi negeri bagi mereka anak bangsa yang berani. Negeri bagi generasi yang mampu menunjukkan eksistensi mereka tanpa dihardik dengan ketakutan akan identitas pribadi. Hadirnya content creator yang siap melegenda di pasar internasional, film-film karya anak bangsa yang laris di kancah dunia, hanya menjadi segelintir dari prestasi anak muda Indonesia yang harus terus diapresiasi.

Dengan demikian di momen peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2018 ini, mari kita lihat dan ulas kembali perlakuan anak bangsa yang membanggakan juga yang patut dijadikan pelajaran. Munculnya berbagai macam pembaruan atas dasar cinta tanah air yang telah dihadirkan beberapa anak muda di era ini hendaknya menjadi simbol dan lonceng kebangkitan bahwa Indonesia tetaplah negara kuat yang tetap bisa berdiri berkat anak muda yang cinta bangsanya, yang cinta tanah airnya, dan rela memberikan yang terbaik bagi bangsa ini.

Sebab Yang Muda Yang Berkarya Demi Indonesia
Sebab Yang Muda Yang Berkarya, Untuk Indonesia

Selamat Hari Kebangkitan Nasional! Semoga kelak kita semua dapat bangkit melupakan apa yang harus dilupakan dan meninggalkan apa yang harus ditinggalkan. Lepas dan bebas, demi Indonesia.

Sumber: Sejarah Budaya Nusantara

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu