Tengkleng, Sajian Khas Solo yang Menggugah Selera

Tengkleng, Sajian Khas Solo yang Menggugah Selera

https://beritagar.id/artikel/piknik/tengkleng-gajah-porsi-jumbo- © Dian Afrillia

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠. Rekomendasi lain dari WHO

Siapa yang tak kenal Tengkleng, sajian istimewa khas Solo Jawa Tengah tersebut telah menjadi hidangan wajib yang dicari para wisatawan saat berkunjung ke Solo. Sebagai kota budaya, Solo juga memiliki santapan kuliner dengan cita rasa luar biasa. Tengkleng salah satunya.

Ciri khas utama yang dimiliki Tengkleng terletak pada bahan dasarnya. Tidak hanya menggunakan tulang belulang dan tetelan kambing, Tengkleng juga menggunakan jeroan dan, bahkan, bagian kepala kambing.

Tengkleng Khas Solo
Tengkleng Khas Solo

Dalam olahannya, Tengkleng memiliki cara khusus ketika dimasak, sehingga daging yang menempel pada hidangan Tengkleng tidak alot dan mudah lepas. Kuah segar yang dimiliki Tengkleng juga dipadu dengan bumbu rempah yang khas, maka tak heran jika aroma dan rasanya jelas menggugah selera. Kuah yang disajikan pada Tengkleng pun hampir sama dengan gulai, namun cenderung lebih bening sebab tidak menggunakan santan.

Sebagai sebuah sajian daerah, Tengkleng memiliki sejarah yang tak kalah menarik. Konon Tengkleng telah hadir dan menjadi makanan istimewa di Solo sejak abad ke-19. Saat itu, mulanya yang boleh menikmati daging kambing hanyalah golongan priyayi, bangsawan Solo, dan orang-orang Belanda. Para pekerja dan tukang masak cukup memperoleh bagian sisa, seperti kepala, kaki, tulang, dan mata serta jeroan.

Namun tak hilang akal, para juru masak justru mengolah sisa-sisa tersebut ke dalam sebuah olahan yang melezatkan yakni Tengkleng. Dibarengi dengan bumbu yang sedap, Tengkleng hadir menjadi hidangan mewah yang mengalahkan sajian daging kambing sesungguhnya. Oleh sebab itu, tak heran sampai di hari ini Tengkleng terus menjadi kuliner khas Solo yang diminati juga dicari banyak kalangan. Semua orang pun bisa merasakan dan menikmatinya.

Tengkleng Yang Disajikan Dengan Nasi Hangat Di Atas Daun Pisang
Tengkleng Yang Disajikan Dengan Nasi Hangat Di Atas Daun Pisang

Di Solo berbagai macam warung, rumah makan, hingga restoran terkemuka menjajakan Tengkleng sebagai menu utama yang siap disantap. Bahkan di beberapa tempat, pengunjung bisa memilih bagian yang mereka inginkan untuk dilahap layaknya tulang iga, kaki, mata, kuping, lidah, sum-sum, atau otak. Memang terkesan sedikit menakutkan, tapi itulah menariknya Tengkleng.

Salah Satu Warung Makan Tengkleng Terkemuka di Solo
Salah Satu Warung Makan Tengkleng Terkemuka di Solo

Wah, jadi tertarik ya untuk mencicipi langsung Tengkleng khas Solo. Selamat mencoba!


Sumber: Solo Event

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah jika sakit
  5. Hindari menyentuh wajah
  6. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga20%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang20%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau60%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Ternyata Ini Lho Perbedaan Sistem Tranportasi Kereta KRL, MRT dan LRT Sebelummnya

Ternyata Ini Lho Perbedaan Sistem Tranportasi Kereta KRL, MRT dan LRT

Ketika Para Seniman Ajak Masyarakat Atasi Covid-19 Lewat Pertunjukan Di Dunia Maya Selanjutnya

Ketika Para Seniman Ajak Masyarakat Atasi Covid-19 Lewat Pertunjukan Di Dunia Maya

Aninditya Ardhana Riswari
@anindityaar_1997

Aninditya Ardhana Riswari

anindityaardhana.wordpress.com

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.