Balimau, Tradisi Menjelang Ramadan Khas Minang

Balimau, Tradisi Menjelang Ramadan Khas Minang
info gambar utama

Siang-siang begini minum es jeruk nipis pakai gula seger banget kali ya? Karna lagi puasa, bisa jadi pilihan untuk takjil berbuka nih kayaknya, mengingat buka puasa afdhol nya dibuka dengan yang manis.

Ilustrasi es jeruk nipis | Sumber: ciricara.com
info gambar

Selain diolah jadi minuman es jeruk nipis, ternyata jeruk mungil ini berfungsi sebagai banyak hal. Contohnya bisa jadi campuran saat membuat sambal membuatnya lebih segar. Tidak hanya menjadi bahan campuran makanan atau minuman, ternyata jeruk nipis ini juga memiliki manfaat yang baik bagi tubuh.

Hal tersebut dipraktikkan oleh masyarakat Minangkabau, Sumatra Barat. Sehari sebelum hari puasa di bulan Ramadan, biasanya masyarakat Minangkabau khususnya pada kawasan tertentu yang memiliki aliran sungai dan tempat pemandian pergi untuk mandi menggunakan jeruk nipis. Tradisi tersebut bernama mandi balimau.

Tradisi Balimau | Sumber: Seruji
info gambar

Secara praktik, kegiatan tersebut memiliki makna konotatif untuk membersihkan diri secara lahir dan batin sebelum memasuki bulan suci Ramadan. Dipercaya bahwa jeruk nipis dapat melunturkan minyak dan kotoran di tubuh. Tradisi ini dipercaya telah berlangsung sejak berabad-abad silam dan diwariskan turun temurun oleh masyarakat Minangkabau hingga saat ini.

Kata balimau sendiri berasal dari ba dan limau. Secara bahasa limau berarti jeruk nipis dan ba dalam bahasa Minang berasal dari imbuhan kata ber. Artinya adalah memakai atau menggunakan atau melakukan. Jadi arti balimau secara bahasa adalah mandi dengan menggunakan limau.

Lalu, kenapa harus menggunakan jeruk nipis atau limau? Hal tersebut dijawab dengan keterbatasan pada masa dahulu yang belum adanya sabun seperti sekarang, jadi masyarakat menggunakan bahan-bahan alam untuk membersihkan diri. Misal menggunakan akar-akaran yang berfungsi sebagai alat scrub. Saat itu pengganti sabun di beberapa wilayah di Minangkabau adalah limau (jeruk nipis), karena sifatnya yang melarutkan minyak atau keringat di badan.

Kalau di kota-mu, bagaimana tradisi menyambut Ramadan?


Sumber: Republika

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini