10 Negara Teratas dalam World Badminton Championships

10 Negara Teratas dalam World Badminton Championships
info gambar utama

Di Indonesia badminton atau lebih dikenal dengan sebutan bulutangkis yang dimainkan oleh dua orang berlawanan atau ganda menggunakan raket dan kok ini bukan hanya sekedar permainan, melainkan menjadi salah satu cabang olahraga. Di kehidupan semua masyarakat Indonesia, bulutangkis pun begitu erat keberadaannya. Ketika musim pertandingan bulutangkis tiba, hampir semua masyarakat ikut bermain bulutangkis, seolah terkena demam.

Berawal dari penerbitan Kepres No 263/1963 oleh Bung Karno untuk mencanangkan Indonesia jadi 10 besar dalam bidang olahraga. Tim bulutangkis segera menerjemahkan keinginan Bung Karno itu. Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) pun berpartisipasi dalam turnamen yang diadakan oleh International Badminton Federation (IBF) tahun 1953.

IBF tersebut kini berganti nama menjadi Badminton World Federation (BWF). Salah satu turnamen yang diikuti oleh Indonesia adalah BWF Championship dulunya bernama IBF World Championships. Turnamen tersebut untuk pertama kalinya hadir pada tahun 1977 dan diadakan satu kali dalam tiga tahun hingga 1983. Kemudian bersambung di tahun 1985 hingga 2005, turnamen tersebut digelar setiap dua tahun. Sejak 2006 turnamen tersebut berubah menjadi tahunan dengan tujuan untuk memberikan kesempatan lebih besar pada para pemain untuk menjadi World Champions atau pemenang dari turnamen tersebut. Para pemenang akan dianugerahi medali emas. Selain itu juga diberikan medali perak dan perunggu bagi pemenang kedua dan ketiga.

Di antara kurun waktu 1977-2001, tiga medali tersebut hanya berhasil dimenangi oleh 5 negara saja: Cina, Denmark, Korea, Malaysia, dan Indonesia. Di tahun 2003 bertambah 2 negara, dan menjadi 10 negara di tahun 2005.

1. China

Wang Yihan (second right) shares the Women’s Singles podium at the BWF World Championships 2011 (London) | Sumber: BWF News
info gambar

Sejauh ini Cina selalu menjadi negara teratas di dunia Kejuaraan Badminton sejak 1977. Sejak saat itu total 61 medali emas, 42 medali perak, dan 64 medali perunggu telah dimenangi oleh negara ini. Bahkan pada tahun 1987, 2010, dan 2011 ketiga medali tersebut dibawa pulang oleh pebulutangkis asal Cina. Pencapaian tersebut dinamai shutout dan Cina merupakan satu-satunya negara yang pernah mencapai pencapaian tersebut.

2. Indonesia

Liliyana Natsir | Sumber: The Jakarta Post
Liliyana Natsir | Sumber: The Jakarta Post

Negara teratas kedua di World Badminton Championships adalah Indonesia. Sejak 1977, pebulutangkis dari Indonesia telah membawa pulang total 21 medali emas, 17 medali perak, dan 33 medali perunggu. 2 dari pebulutangkis terbaik dunia berasal dari Indonesia; hal tersebut diberikan pada pebulutangkis yang pernah setidaknya memenangi 3 medali emas. 2 pebulutangkis Indonesia terbaik dunia tersebut adalah Hendra Setiawan dan Liliyana Natsir dengan masing-masing memenangi 3 medali emas.

3. Denmark

Thomas Lund | Sumber; BWF Virtual Museum
Thomas Lund | Sumber: BWF Virtual Museum

Denmark berada di posisi ketiga dengan 10 medali emas, 13 medali perak, dan 37 medali perunggu. Thomas Lund merupakan pebulutangkis pertama yang berhasil memenangi medali emas untuk Denmark pada tahun 1993. Kemudian untuk kedua kalinya ia membawa pulang medali emas dua tahun setelah kemenangan pertamanya. Selain itu ada Marlene Thomsen selaku pebulutangkis wanita Denmark pertama yang memenangi medali emas pada tahun 1995 pada pertandingan ganda campuran.

4. South Korea

Park Joo-bung | Sumber: Korea Joongang Daily
Park Joo-bung | Sumber: Korea Joongang Daily

Korea Selatan berada di posisi ke-4 teratas dalam World Badminton Championships, meskipun pencapaiannya nyaris menyamai Denmark. Membawa pulang 10 medali emas dan 13 medali perak, berbeda jumlah di medali perunggu dengan hanya 29 medali perunggu. 5 dari 10 medali emas yang diraih Korea Selatan dipersembahkan oleh Park Joo-bung, salah satu pebulutangkis terbaik dunia. Ia memenangi 5 medali emas dan menjadi 1 dari 3 orang yang mampu mencapai pencapaian tersebut.

Sumber: Seasia
info gambar

Sumber: Seasia

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini