5 Fakta Unik Kain Tenun Bayan, Lombok Utara

5 Fakta Unik Kain Tenun Bayan, Lombok Utara

http://www.laweindonesia.com/

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Tulis berita baik Anda di sini..

  1. Dibuat secara tradisional

Kain tenun daerah Bayan memiliki keunikan yang menarik untuk kita ketahui, salah satunya adalah dalam proses pembuatannya. Masayarakat Bayan masih membuat kain tenun secara tradisional. Mengapa dibilang masih tradisional? Karena proses pembuatannya dilakukan secara manual dan hanya menggunakan sumber daya manusia yang dibantu oleh sebuah alat sederhana yang terbuat dari kayu, bukan menggunakan mesin.

  1. Diajarkan secara turun-temurun

Kain tenun Bayan biasa dibuat oleh para wanita maupun nenek-nenek yang merupakan masyarakat dari Desa Bayan sendiri. Namun, yang menarik dari Desa Bayan ini adalah regenerasi dari penenun yang bagus, karena pembuatan kain tenun ini diajarkan secara turun-temurun dari generasi ke generasi. Sehingga jangan kaget jika berkunjung ke Desa Bayan, kamu akan melihat banyak penenun-penenun muda yang sudah mahir dalam pembuatan kain tenun.

  1. Memiliki berbagai motif dan jenis

Seperti kain tenun pada umumnya, kain tenun dari Desa Bayan mempunyai berbagai motif dan jenis yang unik dan khas. Seperti “Londong Abang” yang merupakan nama dari salah satu kain tenun khas Desa Bayan yang berupa sehelai kain yang memiliki motif garis atau kotak-kotak dengan dominasi warna merah, kain ini digunakan oleh para laki-laki sebagai penutup bawah atau sebagai sarung. Setelah itu, ada juga kain “Kereng Poleng” dengan motif yang warna-warni, dan biasanya digunakan oleh seorang perempuan di Desa Bayan. Bayan juga memiliki kain tenun yang dipergunakan untuk ikat kepala, yaitu “Jong” dan “Sapuk”, kedua kain ini digunakan sebagai ikat kepala. Namun yang membedakan adalah Jong digunakan oleh kalangan perempuan, sedangkan Sapuk digunakan oleh kalangan laki-laki.

  1. Setiap jenis dan motif kain tenun memiliki makna tersendiri

Penentuan motif dan warna dari kain tenun Bayan tidak sembarangan digunakan, melainkan memiliki makna dan filososfi dibaliknya. Beberapa kain ini memiliki makna masing-masing, pertama adalah “Londong Abang” yang memiliki motif kotak-kotak dan berwarna merah hati yang mengartikan sebagai sebuah keberanian. Kedua adalah kain “Kereng Poleng” memiliki motif warna-warni yang melambangkan sebuah keindahan. Selanjutntya adalah “Sapuk” yang memiliki berbagai jenis, dan jenis yang digunakan biasanya menandakan sebuah posisi atau jabatan di dalam pranata adat. Pertama adalah Sapuk berwarna biru, yang melambangkan sebuah langit yang berwarna biru dan dapat mengayomi masyarakat, biasanya digunakan oleh Mak Lokaq Perumbaq atau seperti pemuka adat setempat. Kedua adalah Sapuk berwarna putih digunakan oleh para Kyai Adat dan Pemangku, warna putih disini menunjukan sebuah kesucian dan kebersihan hati dari para Kyai dan pemangku. Ketiga adalah, Sapuk batik warna-warni yang digunakan oleh masyarkat adat secara umum, batik warna-warni diartikan sebagai sebuah keberagaman kehidupan di Desa Bayan, seperti pekerjaan maupun garis keturunan adat.

  1. Kain tenun digunakan di berbagai kegiatan adat

Kain tenun Bayan memiliki ciri khas yang berbeda dengan kain tenun lainnya, oelh karena itu tidak dipungkiri banyak peminat tenun yang tertarik dengan kain tenun Bayan. Namun, selain memiliki sisi ekonomi yang bagus, kain tenun Bayan ini juga merupakan salah satu identitas bagi adat Bayan, maka dari itu kain tenun Bayan juga digunakan di berbagai acara adat yang diselenggarakan di desa Bayan. Seperti “Jong” ikat kepala yang digunakan oleh wanita, biasanya disebut dengan Jong Bayan yang digunakan pada saat acara-acara adat yang berlangsung di Desa Bayan.

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Masjid Tertua di Indonesia Ini Miliki Tradisi Unik! Sebelummnya

Masjid Tertua di Indonesia Ini Miliki Tradisi Unik!

Gunakan Bahan Makanan yang Terbuang Percuma, Resto Indonesia di Jerman Jadi Idaman Selanjutnya

Gunakan Bahan Makanan yang Terbuang Percuma, Resto Indonesia di Jerman Jadi Idaman

Panasea Agency
@panaseaagency

Panasea Agency

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.