Taman Ismail Marzuki: Mengenang Kembali Sang Maestro Legendaris

Taman Ismail Marzuki: Mengenang Kembali Sang Maestro Legendaris
info gambar utama

Kawan GNFI pasti pernah mendengar nama salah satu taman di Jakarta yang cukup terkenal yakni Taman Ismail Marzuki. Berlokasi di tengah keramaian ibu kota, membuat taman yang berada di kawasan Cikini Raya tersebut tak pernah sepi. Selalu ada bajaj dan pedagangan asongan serta masyarakat yang meramaikan daerah tersebut.

Taman Ismail Marzuki bukan hanya sekedar taman. Ia merupakan salah satu monumen kebanggaan seniman Jakarta yang dibangun guna mengenang karya abadi sang maestro legendaris, Ismail Marzuki.

Kawasan Ismail Marzuki dihadirkan atas gagasan Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin. Berdiri di atas lahan seluas 10 hektar, menjadikan taman tersebut menjadi bangunan yang megah di masanya.

Salah Satu Arena di Taman Ismail Marzuki
info gambar

Di era pembangunannya kala itu, seperti yang tertulis di CNN Indonesia, Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin memiliki visi terhadap perkembangan kesenian di ibu kota. Baginya seniman membutuhkan lokasi untuk berkumpul, di mana lokasi tersebut haruslah luas dan dapat menjadi pusat kesenian terlengkap. Bahkan jika perlu kawasan tersebut dapat menjadi titik di mana ide-ide mengenai pengembangan pendidikan, pelatihan, bahkan pencarian inspirasi, dan penyajian seni terpadu jadi satu, sehingga harapannya lokasi tersebut turut mampu menjadi ikon Jakarta.

Ali Sadikin kemudian memilih lahan milik Kebun Binatang Cikini untuk mewujudkan pusat kesenian yang telah ia impikan. Sembari membangun Taman Ismail Marzuki, Ali Sadikin memindahkan Kebun Binatang Cikini ke Ragunan, yang kemudian saat ini dikenal sebagai Kebun Binatang Ragunan.

Di bekas lahan kebun binatang tersebut terjadi lah pembangunan sebuah kompleks pusat kesenian dan ilmu pengetahuan. Di dalamnya tersimpan Planetarium, galeri, teater, tempat pemutaran film, panggung teater terbuka dan tertutup, serta adanya gedung pendidikan seni yakni Institut Kesenian Jakarta (IKJ).

Peta Lokasi Taman Ismail Marzuki
info gambar

Sejak dinamakan Taman Ismail Marzuki, pusat kesenian tersebut menjadi identik dengan sosok maestro komponis yang telah tiada pada 25 Mei 1958. Nama Ismail Marzuki seakan sudah menjadi bagian dari taman tersebut baik karya-karya maupun fisiknya.

Tak hanya itu, Ismail Marzuki tetap dikenang sebagai sosok yang telah membawa banyak perubahan dalam dunia seni di Indonesia. Bahkan pada tahun 2008, pihak keluarga Ismail Marzuki juga menyerahkan sebagian karya dan peninggalannya untuk dikelola pihak taman. Bagi keluarganya penyerahan beberapa peninggalan tersebut adalah upaya untuk tetap bisa membuat karya-karya Ismail dinikmati dan dihayati oleh anak bangsa.

Koleksi tersebut tercatat ada biola, arkodeon, jam dinding, album foto, dan partitur lagu-lagu tulisan tangan Ismail Marzuki, di mana kelimanya merupakan barang pribadi sang maestro. Benda-benda tersebut disimpan oleh pihak pengelola taman, yang kemudian ditaruh secara khusus dengan koleksi dari berbagai seniman lainnya.

Salah Satu Karya Terbaik Ismail Marzuki
info gambar

Sampai detik ini, Taman Ismail Marzuki masih menjadi salah satu taman yang cukup sering dikunjungi berbagai kalangan. Tak hanya untuk mengetahui siapa Ismail Marzuki dan seniman lainnya, melainkan juga turut mengenang karya anak bangsa yang telah lebih dulu memberikan banyak besutan luar biasa, yang hingga kini masih terus dihormati semua pihak.


Sumber: CNN Indonesia

JKT Go

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini