Mengulas Sisi Lain Taman Bungkul Surabaya

Mengulas Sisi Lain Taman Bungkul Surabaya

http://surabaya.kotamini.com/5-keistimewaan-taman-bungkul/ © Jamez

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Kawan GNFI pasti tidak asing lagi dengan nama sebuah taman di kawasan Surabaya yakni Taman Bungkul. Taman Bungkul kini dikenal sebagai ruang terbuka hijau yang hadir di jantung kota Surabaya. Tak hanya dibentuk sebagai paru-paru kota, Taman Bungkul juga menjadi destinasi hiburan bagi beberapa warga Surabaya. Namun, siapa sangka jika Taman Bungkul memiliki sisi sejarah yang menarik untuk diulas.

Dibangun di atas lahan seluas 900 meter persegi, mulanya Taman Bungkul berasal dari sebuah desa yang cukup terkenal yakni Desa Bungkul. Tak hanya itu, Desa Bungkul juga kian tenar berkat sosok spiritual yang ada di daerah tersebut yakni Ki Ageng Supo.

Ki Ageng Supo merupakan nama salah seorang tokoh yang cukup berpengaruh dalam penyebaran agama Islam khususnya di wilayah Surabaya dan sekitarnya. Ki Ageng Supo diyakini sebagai sosok keturunan Ki Gede atau Ki Ageng dari Kerajaan Majapahit. Beliau diperkirakan hidup pada masa Sunan Ampel, yakni sekitar tahun 1400-1481.

Dalam keberadaannya, Ki Ageng Supo banyak memberikan dampak positif terhadap agama Islam di daerah Surabaya. Oleh sebab itu tak heran jika beliau kemudian mendapat gelar Sunan Bungkul atau Mbah Bungkul yang makamnya terdapat tepat di belakang Taman Bungkul.

Makam Sunan Bungkul di Belakang Taman Bungkul Surabaya
Makam Sunan Bungkul di Belakang Taman Bungkul Surabaya

Kadang kala, Taman Bungkul tak hanya ramai oleh masyarakat yang hendak bermain dan bersenda gurau di sana. Akan tetapi, di Taman Bungkul turut terdapat banyak orang yang hadir untuk berziarah ke makam Sunan Bungkul.

Lebih dari itu, hadirnya makam Mbah Bungkul di belakang Taman Bungkul justru tidak menimbulkan efek atau kesan mistis terhadap taman yang berada di Jalan Raya Darmo tersebut. Taman Bungkul justru muncul menjadi salah satu ikon Kota Surabaya yang dibanggakan oleh banyak kalangan.

Bahkan sejak diresmikan pada tahun 2007, Taman Bungkul telah menjelma menjadi pusat hiburan yang juga ramah kantong. Itu sebabnya hampir semua orang menjadikan Taman Bungkul sebagai lokasi yang pas untuk sekedar menghabiskan waktu sembari bermain di sana.

Panorama Taman Bungkul
Panorama Taman Bungkul

Di tahun 2013 pun Taman Bungkul sempat meraih penghargaan sebagai The 2013 Asian Townscape dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai Taman Terbaik Se-Asia. Pencapaian tersebut lah yang kemudian membuat Taman Bungkul Surabaya menjadi ruang terbuka yang tersohor di kancah dunia.


Sumber: Wikipedia

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga68%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang16%
Pilih Tak PeduliTak Peduli5%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi11%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Jalan Alternatif Mudik Solo-Kertosono Sebelummnya

Jalan Alternatif Mudik Solo-Kertosono

Sejarah Hari Ini (1 Juni 1859) - Titik Awal Perniagaan Pelabuhan Pekalongan Selanjutnya

Sejarah Hari Ini (1 Juni 1859) - Titik Awal Perniagaan Pelabuhan Pekalongan

Aninditya Ardhana Riswari
@anindityaar_1997

Aninditya Ardhana Riswari

anindityaardhana.wordpress.com

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.