Melihat Sisi Lain Jakarta Melalui Museum Wayang

Melihat Sisi Lain Jakarta Melalui Museum Wayang
info gambar utama

Berbicara soal Jakarta, tak hanya melulu mengangkat perkara kota metropolitan atau pusat pemerintahan. Selalu ada yang bisa diulas dari sisi lain Kota Jakarta, yang selalu menjadi destinasi utama bagi para fresh graduate.

Di sisi sejarah dan seni, Kota Jakarta sama halnya dengan beberapa kota seni lainnya, yang juga menyimpan kisah serta memori tersendiri. Salah satunya seperti yang terekam di daerah Kota Tua Jakarta.

Mungkin, kawan GNFI sudah cukup mengenal kehadiran Museum Wayang yang berada di kawasan Kota Tua Jakarta. Museum yang berlokasi di Jalan Pintu Besar Utara Nomor 27, Jakarta Barat, ini merupakan salah satu museum tertua yang ada di Indonesia.

Sebagai sebuah tempat wisata sejarah, bangunan yang ditempati oleh Museum Wayang didirikan pada tahun 1640 yang artinya telah menduduki usia sekitar 378 tahun. Maka tak heran jika Museum Wayang telah beberapa kali mengalami renovasi bangunan, guna mampu tetap bertahan dan dinikmati oleh banyak orang.

Salah Satu Koleksi di Museum Wayang Indonesia
info gambar

Sesuai dengan namanya, Museum Wayang memiliki koleksi berbagai bentuk dan jenis wayang dari seluruh Indonesia. Baik wayang terbuat dari kulit, kayu, maupun bahan-bahan lain tersedia di museum ini. Bahkan, tak hanya wayang buatan Indonesia saja, ada juga beberapa koleksi wayang karya orang-orang luar negeri layaknya Tiongkok dan Kamboja yang bertengger manis di museum ini.

Layaknya bangunan bersejarah lainnya, Museum Wayang Indonesia memiliki ribuan koleksi yang ditaksir mencapai 4.000 benda. Di mana semuanya terdiri atas wayang kulit, wayang golek, wayang kardus, wayang rumput, wayang janur, topeng, boneka, wayang beber dan gamelan.

Koleksi Lain di Museum Wayang Indonesia
info gambar

Dikutip dari lama MuseumJakarta.com, mulanya bangunan yang saat ini ditempati oleh Museum Wayang tersebut bernama De Oude Hollandsche Kerk atau Gereja Lama Belanda. Namun pada tahun 1732 sempat berganti nama menjadi De Nieuwe Hollandse Kerk atau Gereja Baru Belanda. Sampai pada tahun 1808 terjadilah gempa bumi yang menghancurkan bangunan tersebut, yang lalu bekas reruntuhan gereja tersebut dibangun kembali menjadi sebuah gedung yang kini dikenal dengan Museum Wayang Indonesia.

Museum Wayang pun juga dibangun dengan tujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat khususnya anak muda mengenai wayang sebagai salah satu seni khas Indonesia yang harus terus dipertahankan dan dikembangkan. Selain itu, Museum Wayang juga hadir guna meningkatkan eksistensi wayang di Indonesia. Maka tak heran jika Museum Wayang selalu ramai dipadati pengunjung utamanya di hari-hari libur.

Wah jadi ingin berkunjung ke sana ya, melihat kembali koleksi wayang khas Indonesia sembari menikmati Jakarta di masa lalu!


Sumber: MuseumJakarta.com

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini