Terminal baru Bandara Internasional Ahmad Yani (Semarang) diresmikan sudah. Peresmian yang dilakukan tepat menjelang hajat besar bangsa Indonesia, yakni 'mudik lebarang' 2018 ini, tak pelak cukup menyita perhatian publik ramai. Bagi yang pernah mendarat di bandara ini sebelumnya, tentu faham benar betapa kecil dan sesaknya bandara tersebut. Seolah tak 'cocok' menyandang nama bandara internasional. Kesan tua, kusam, dan (maaf) kumuh tak pelak melekat di terminal lama Bandara Ahmad Yani. 

Kesan itu lenyap sama sekali,  bandara baru ini tak sedikitpun sama dengan bandara lama.

Terminal baru ini sungguh terkesan modern, mirip mall-mall berkonsep outdoor yang keren itu. Desainnya yang terbuka dan bercat putih terkesan bersih tersebut cukup memberi rasa bangga bagi warga Semarang, pun juga warga Jawa Tengah. Inilah calon ikon baru Semarang.  

Good News From Indonesia yang juga turut datang pada acara peresmian, mendapat kesempatan berbincang-bincang dengan para pengguna jasa bandara, terutama para penumpang di ruang tunggu, untuk mendengarkan kesan mereka. Hampir semua menyatakan hal yang sama. "Terkejut" akan modern dan nyamannya bandara baru ini. Bahkan seorang penumpang bernama Yuliani (begitu dia menyebutkan namanya) mengaku tak percaya saat sopir taksi membawanya ke bandara ini, saat mau pulang ke Lampung. "Saya beberapa kali sampaikan ke sopir taksi, bahwa di salah jalan. Saya baru tahu, ternyata terminal bandara sudah pindah. Keren banget! ", katanya sambil tertawa. 

Yasser dari Yordania | GNFI
Yasser dari Yordania | GNFI

Hal yang sama juga dialami beberapa penumpang berkebangsaan asing yang juga berhasil kami temui.  Yasser Ahmed, yang berkebangsaan Yordania, mengaku terkejut ketika melangkah masuk ke areal bandara untuk check-in. "Tentu saya tak percaya. Empat hari lalu saya datang, masih di terminal lama yang tua itu. Kurang nyaman. Sekarang, saya sungguh merasa nyaman di bandara baru ini. Wifi-nya pun lumayan cepat. Bahkan saya bisa nonton film online tanpa buffering"

Waktu ditanya, di mana bandara di Timur Tengah yang mirip-mirip Bandara Ahmad Yani yang baru tersebut, Yasser cukup lama menjawab. "Saya kurang pasti, tapi rasanya lebih bagus dari Bandara Amman (Queen Alia International Airport (QAIA))."

Yasser memahami bahwa bandara baru ini belum sepenuhnya selesai, namun dia berharap bahwa nantinya akan banyak tumbuh-tumbuhan di sekitar bandara. "Agar tak seperti bandara di negara saya" pungkasnya. 

Lain lagi dengan Johan Schulte, warga negara Jerman. Kami tidak diijinkannya mengambil fotonya. Johan datang bersama ibu dan kakaknya ke Semarang untuk urusan bisnis. "Maaf, saya jangan difoto ya, tapi saya akan jawab seluruh pertanyaan anda", katanya sambil tersenyum. 

"Oh, man, this is awesome" jawabnya saat ditanya pendapatnya tentang bandara baru tersebut. Seperti Yasser, saat datang ke Semarang dua hari sebelumnya, dia dan rombongannya dari Jerman masih mendarat di terminal lama. "Satu hal tentang bandara-bandara di Indonesia, umumnya 'straight-forward', tidak terlalu aneh-aneh. Manuver di dalam bandara cepat, proses check in juga cepat, tanpa hambatan", sambungnya. "Hanya tadi toiletnya penuh dan cukup terbatas jumlahnya, kalau bisa ditambah di masa depan".

Saat ditanya bandara mana di Jerman yang paling mirip bandara Ahmad Yani, "Definitely, Dortmund Airport" pungkasnya. 

Ramon Esteve | GNFI
Ramon Esteve | GNFI

Terakhir, kami bertemu dengan pasangan muda berkebangsaan Spanyol, Ramon Esteve dan Carmen Blanco yang akan terbang ke Pangkalan Bun, Kalteng. "Ini bandara yang bagus, meski modern, tapi sama sekali tidak meninggalkan kesan 'tropis'nya" kata Ramon.

Carmen Blanco | GNFI
Carmen Blanco | GNFI

Saat kami bertanya apa yang harus diperbaiki dari bandara baru ini, Ramon berpikir cukup lama. Akhirnya Carmen yang menjawab "Toiletnya kurang banyak, tenant makanan juga perlu diperbanyak" jawabnya. 

Seperti pada Yasser dan Johan, mereka pun saya tanya tentang bandara di Spanyol yang mirip bandara baru Semarang ini. "Emm....mungkin mirip dengan Zaragoza (airport)"pungkas mereka sambil tersenyum.

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu