Sebuah kabar baik datang dari Markas Besar PBB di New York , Amerika Serikat. Dalam Sidang Majelis Umum PBB dengan agenda tunggal untuk memilih lima anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB mewakili kawasan Afrika, Asia-Pasifik, Eropa Barat, dan Amerika Latin. Indonesia terpilih menjadi anggota tidak tetap sebagai wakil Asia-Pasifik, menggantikan Kazakhstan yang masa keanggotaannya akan berarkhir 31 Desember 2018.

Selain Indonesia, terpilih juga empat negara lainnya, yaitu Jerman dan Belgia (sebagai wakil Eropa Barat), Afrika Selatan (mewakili Afrika), dan Republik Dominika (mewakili Amerika Latin). Kelima anggota baru DK-PBB ini akan bergabung dengan lima anggota tidak tetap lainnya yaitu Pantai Gading, Guinea-Ekuator, Kuawait, Peru, dan Polandia, yang melengkapi lima anggota tetap (AS, Inggris, Perancis, China, dan Rusia). 

DK PBB adalah satu-satunya badan PBB yang dapat mengambil keputusan yang mengikat secara hukum, memiliki kewenangan untuk menjatuhkan sanksi, dan mengotorisasi pengerahan pasukan keamanan.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melalui pernyataan medianya menyampaikan, pemilihan dilakukan secara tertutup dan Indonesia memeroleh 144 suara. 

“Dukungan kepada Indonesia ini melebihi 2/3 dari anggota PBB, ini adalah amanah masyarakat internasional terhadap Indonesia,” terang Retno.

Keberhasilan Indonesia untuk menempati posisi Anggota DK PBB ini setelah melalui proses pencalonan dan kampanye sejak 2016.  “Ini adalah hasil kerja keras seluruh komponen bangsa, khususnya para diplomat kita, Dalam dua hari terakhir menjelang pemilihan, tim kampanye pencalonan Indonesia telah melakukan pertemuan dengan hampir semua anggota PBB. Saya sendiri telah melakukan lebih dari 40 pertemuan pada tingkat Menlu dan Duta Besar,” papar Retno. 

Satu hal yang menonjol disampaikan negara-negara anggota PBB untuk mendukung Indonesia, lanjut Menlu, adalah rekam jejak dan kontribusi nyata Indonesia dalam perdamaian, kemanusiaan dan kesejahteraan di kawasan dan global. Selain itu Indoensia juga dilihat memiliki aset yang sangat signifikan, yaitu demokrasi dan toleransi. Berbagai kekuatan inilah yang membuat Indonesia diharapkan dapat berperan aktif di DK-PBB.

Foto: indonesia4unsc.kemlu.go.id
Foto: indonesia4unsc.kemlu.go.id

Empat Prioritas plus Palestina

Menlu Retno menambahkan, sebagai anggota DK PBB, Indonesia akan fokus pada empat prioritas. 

Prioritas pertama adalah memperkuat ekosistem perdamaian dan stabilitas global, yang akan dilakukan dengan mendorong budaya dialog dalam penyelesaian konflik seperti yang selama ini selalu ditunjukkan oleh Indonesia. Selain itu, Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas pasukan perdamaian PBB, termasuk peran perempuan. 

Dalam prioritas kedua, Indonesia berupaya meningkatkan sinergi antara organiasi kawasan dengan DK-PBB dalam menjaga perdamaian.Kemudian dalam prioritas ketiga, Indonesia akan mendorong terbentuknya pendekatan komprehensif untuk memerangi terorisme, radikalisme dan ekstrimisme. 

Dan prioritas keempat, Indonesia secara aktif akan mendorong kemitraan global agar tercapai sinergi antara penciptaan perdamaian dan kegiatan pembangunan berkelanjutan. Hal ini ditempuh dengan jalan mendorong kemitraan yang kuat dalam menciptakan perdamaian, keamanan dan stabilitas yang akan mendorong agenda pembangunan PBB 2030.

Selain keempat prirotas tersebut, Indonesia juga memastikan untuk terus memberi perhatian penuh pada isu Palestina.

Setelah terpilih, Indonesia akan membentuk dua satuan tugas yang ditempatkan di Jakarta dan New York. Satuan Tugas di New York mulai bekerja pada Oktober 2018. Dalam periode Oktober - Desember 2018, Indonesia berstatus sebagai pemantau di DK PBB.

Untuk Indonesia, ini adalah keempat kalinya menjadi anggota tidak tetap DK-PBB, setelah tahun 1973-1974, 1995-1996, dan 2007-2008.

Berikut adalah video dari VOA Indonesia terkait terpilihnya Indonesia sebagai anggota DK PBB jumat (8/6/2018), dan video kampanye Indonesia untuk menjadi anggota DK-PBB. []

Sumber foto sampul: borgenproject.org

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu