Mengenal Peradaban Islam di NTB Melalui Pameran Museum Negeri Nusa Tenggara Barat

Mengenal Peradaban Islam di NTB Melalui Pameran Museum Negeri Nusa Tenggara Barat

https://unsplash.com/photos/C5SkFK_7fi4 © Ali Hegazy

Sebagai bulan yang istimewa, Ramadan selalu menjadi momentum bagi banyak kalangan untuk mengenang kehadiran Islam di dunia, bahkan di Indonesia. Seperti halnya yang terjadi di Nusa Tenggara Barat (NTB). Salah satu museum kebangagan masyarakat NTB yakni Museum Negeri Nusa Tenggara Barat mengadakan pameran yang bertajuk Pameran Peradaban Islam. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Masjid Hubbul Wathan Islamic Center, Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Potret Museum Negeri NTB
Potret Museum Negeri NTB

Diketahui bahwa pameran yang berlangsung sejak 1 Juni 2018 lalu merupakan kegiatan untuk memamerkan puluhan benda-benda bersejarah yang dimiliki Museum Negeri NTB. Lebih dari itu, koleksi yang dimiliki museum tersebut berasal dari berbagai wilayah seperti Pulau Lombok dan Sumbawa.

Dilansir melalui CNN Indonesia, koleksi yang ditampilkan pada pameran tersebut di antaranya merupakan Alquran tulis tangan, khotbah idul adha yang ditulis tangan dalam huruf arab, talqin mayit, dan beberapa turbos dari para tokoh agama. Selain itu, turut dipamerkan pula senjata pusaka berupa pedang rajah ayat-ayat Alquran yang menjadi koleksi unik di Museum Negeri NTB.

Lebih lagi dalam kegiatan yang berakhir pada tanggal 12 Juni tersebut juga memamerkan aneka koleksi kain. Seperti kain batik untuk penutup mayat, kain batik dengan kaligrafi yang bertuliskan arab untuk ikat kepala, kain songket, kain Cipo Cila sebagai kerudung masyarakat di Sumbawa, dan aneka koleksi menarik lainnya.

Beberapa Pengunjung Terlihat Menikmati Beberapa Koleksi Pameran
Beberapa Pengunjung Terlihat Menikmati Koleksi Pameran

Diadakannya kegiatan Pameran Peradaban Islam NTB merupakan ajang edukasi bagi seluruh masyarakat, khususnya anak muda mengenai sejarah penyebaran agama Islam di NTB. Lebih lagi jika pengunjung mampu memahami peradaban yang ada baik di masa lalu maupun masa kini. Dipilihnya bulan Ramadan pun dianggap sebagai situasi yang istimewa untuk membuat masyarakat turut mengenang kisah-kisah tauladan dari tokoh Islam terdahulu.

Diketahui sebagai sebuah kepercayaan, keberadaann Islam hendaknya sudah menjadi agama yang mendarah daging di sana. Tak heran jika NTB sering dijuluki sebagai “Pulau Seribu Masjid.” Hal tersebut dapat terlihat dari aneka masjid yang berjejer di Pulau Lombok, yang dibangun dengan gaya khas Timur Tengah. Kondisi demikian juga mengisyaratkan bahwa masyarakat NTB merupakan golongan masyarakat yang memiliki semangat religius tinggi.


Sumber: CNN Indonesia

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Pemuda Asal Indonesia Didaulat Jadi Imam Tetap di Mekkah Sebelummnya

Pemuda Asal Indonesia Didaulat Jadi Imam Tetap di Mekkah

I-YES Mengajar Sukses dilaksanakan,  I-YES : I-YES Mengajar akan menjadi Pilot Project Selanjutnya

I-YES Mengajar Sukses dilaksanakan, I-YES : I-YES Mengajar akan menjadi Pilot Project

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.