Setelah mampir ke Borobudur, jangan lupa mampir ke Museum Samudraraksa, ya! Letaknya dekat sekali dengan Candi Borobudur, tepatnya di kompleks taman arkeologi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Pembangunan museum ini ditujukan untuk mengingatkan kembali akan kejayaan nenek moyang bangsa Indonesia yang berhasil mengarungi Samudera Hindia hingga ke wilayah Afrika.

Museum Kapal Samudraraksa | Foto: http://iyothworld.blogspot.com
Museum Kapal Samudraraksa | Foto: http://iyothworld.blogspot.com

Museum yang diresmikan pada 31 Agustus 2005 oleh Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat RI, Prof Dr Alwi Shihab, ini menyajikan benda-benda budaya yang berhubungan dengan kapal dan pelayaran. Di dalam museum, pengunjung dapat melihat betapa kokohnya kapal Samudraraksa yang dibuat secara tradisional.

Kapal Samudraraksa sendiri berukuran 18,29 x 4,5 meter dengan tinggi badan 2,25 meter. Kapal ini terbagi menjadi tiga bagian, yaitu depan sebagai kabin tempat tidur, tengah untuk ruang makan dan navigasi, sedangkan buritan difungsikan sebagai ruang kemudi, dapur, dan tempat pencucian piring.

Dalam pelayarannya, Kapal Samudraraksa dilengkapi dengan 2 layar tanyak, 2 buah kemudi, dan cadik ganda. Dulu kapal ini juga di lengkapi dengan fasilitas keselaman selama melakukan pelayaran, yaitu Global Positioning Satelite – GPS (untuk mengetahui posisi kapal), NavTex (untuk menerima informasi cuaca), EchoSounder (untuk mendeteksi kedalaman air), Inmarsat Telephone Satelite (untuk komunikasi di tengah lautan), dan Lift Raft (dua buah rakit apung).

Penampakan Kapal Samudraraksa | Foto: beasleygreen.com
Penampakan Kapal Samudraraksa | Foto: beasleygreen.com

Di Museum Samudrakarsa juga terdapat tiga bangunan. Pertama merupakan tempat informasi, pameran foto, poster, relief, serta pemutaran film. Yang kedua adalah bangunan berbentuk rumah Joglo dimana kapal Samudraraksa dipajang. Selain kapal, ada juga barang-barang yang dipergunakan oleh para awak kapalnya sewaktu berlayar, seperti peralatan masak, buku, kaset, CD, hingga obat-obatan. Dan bangunan ketiga berfungsi sebagai kantor dan tempat penjualan suvenir.

Perkakas peninggalan kapal Samudraraksa | Foto: dolanmagelang.blogspot.com
Perkakas peninggalan kapal Samudraraksa | Foto: dolanmagelang.blogspot.com

Pengembangan Museum dengan Wahana Sinema Interaktif

Menurut Edy Setijono, Dirut PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, Museum Samudraraksa ini belakangan cukup statik sehingga kurang menarik. Oleh karena itu, akan dibangun wahana baru berupa sinema interaktif yang edukatif.

“Kita upayakan bagaimana Kapal Samudraraksa ini bisa lebih dikenal oleh masyarakat luas, khususnya generasi muda,” katanya.

Untuk mendekati para generasi milenial ini, pihaknya memilih metode digital karena menurutnya teknologi digital ini bisa mengomunikasikan cerita yang lebih panjang dalam ruang yang terbatas. Harapannya, wahana ini dapat menumbuhkan kembali jiwa maritim para pemuda Indonesia.

Mengintip wahana sinema interaktif | Foto: Antara Foto/Anis Efizudin
Mengintip wahana sinema interaktif | Foto: Antara Foto/Anis Efizudin

Dalam sinema interaktif ini nantinya pengunjung bisa melihat prosesi perjalanan kemaritiman bangsa Indonesia. Bersama dengan Raka, anak laki-laki sebagai tokoh sentral dalam wahana baru Samudraraksa, pengunjung akan dibawa untuk melintasi ruang dan waktu yang divisualisasikan dalam bentuk sinema yang di dalamnya akan ada wahana interaktifnya.

“Pengunjung bisa ikut berpartisipasi dalam rangkaian cerita itu dengan teknologi yang ada," tambah Edy Setijono.

Namun wahana baru ini belum resmi dibuka untuk umum. Soft opening akan dilakukan pada 15 Juni 2018 dan grand opening-nya akan diadakan pada awal Agustus nanti.

Semoga sinema interaktif ini menjadi wahana hiburan baru sekaligus sebagai wahana edukasi bagi pengunjung, ya!


Sumber: Kompas Travel, Situs Budaya

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu