Penyedap Rasa Pertama dari Ekstrak Pindang Ikan (OGLA) Buatan Mahasiswa Perikanan UB

Penyedap Rasa Pertama dari Ekstrak Pindang Ikan (OGLA) Buatan Mahasiswa Perikanan UB

Penyedap rasa non msg pertama dari ekstrak pindang ikan. Foto: Nanjaya Cipta Prasetya

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Delicious Food Without Risk!!!

Kata-kata tersebut merupakan jargon ciri khas dari lima mahasiswa perikanan UB yang telah berhasil menciptakan penyedap rasa yang sehat dan aman tanpa risiko.

Lagi-lagi mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Brawijaya menciptakan sebuah inovasi yang sangat brilian. Anak-anak bangsa ini telah berhasil menciptakan sebuah penyedap rasa alami yang berasal dari ekstrak pindang ikan layang (Decapterus ruselli). Karya anak bangsa ini mampu menciptakan penyedap rasa sebagai alternatif MSG. Tentunya ini dapat menjadi pendongkrak ekonomi bangsa, sehingga Indonesia tidak lagi mengandalkan produk-produk impor. Tim PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) Dikti yang terdiri dari Bagas Prasetya, Faizatus Sholihah, Alfin Bagaswara Pratama, M. Fadhel Bolkiah dan Ipin Orshella Nurwilis tersebut telah menyulap limbah air pindang yang selama ini kurang termanfaatkan menjadi sebuah produk yang sangat bernilai dan bahkan memiliki manfaat sebagai penyedap rasa yang aman dan sehat.

Lima mahasiswa/mahasiswi ciptakan penyedap rasa alami non msg dari ekstrak pindang ikan(dari kiri ke kanan: Ipin Orshella, Alfin Bagaswara P., Faizatus Sholihah, Bagas Prasetya dan Fadhel M. Bolkiah). Foto: Doc. Nanjaya Cipta

Lima mahasiswa/mahasiswi ciptakan penyedap rasa alami non msg dari ekstrak pindang ikan(dari kiri ke kanan: Ipin Orshella, Alfin Bagaswara P., Faizatus Sholihah, Bagas Prasetya dan Fadhel M. Bolkiah). Foto: Doc. Nanjaya Cipta

Seperti yang diungkapkan oleh ketua tim Bagas Prasetya di Ruang Receptionist Gedung B FPIK, Rabu lalu (6/6) bahwa keraguan masyarakat dalam mengkonsumsi penyedap rasa yang mengandung monosodium glutamat (MSG) telah banyak mengundang kontroversi terkait dampak akut ataupun kronis yang ditimbulkannya. FDA telah mengakui bahwa MSG hanya akan aman apabila dikonsumsi dalam takaran yang sesuai. Namun dapat menimbulkan alergi terhadap orang yang berkebutuhan khusus atau sensitif terhadap MSG.

Alfin menambahkan bahwa produksi ikan pindang layang di Indonesia berada di mana-mana, khususnya di Jawa Timur telah menghasilkan limbah air pindang yang sangat melimpah. Bagas menjelaskan, meskipun penyedap rasa yang kami beri nama OGLA (Organic Glutamic Acid) ini berbahan dasar limbah pindang (air pindang) ikan, namun kami tetap melakukan riset dan standardisasi atas kelayakan dan keamanannya sebagai bahan baku OGLA kami.

“Telah ada penyedap rasa yang berbahan dasar ekstrak lainnya, namun ekstrak pindang ikan ini dapat diperoleh dengan mudah dan sangat ekonomis”, tegas Bagas. Air pindang tersebut mengandung asam glutamat yang menghasilkan sensasi rasa gurih alami pada makanan.“Jadi kalo ada air pindang yang bebas formalin dan pengolahannya menggunakan bahan-bahan alami, kasih ke kami aja biar diolah jadi OGLA” tambah Ipin. Mereka menjelaskan bahwa OGLA diproduksi dari ekstrak pindang yang ditambahkan rempah-rempah sebagai pengawet alami. kemudian diproses melalui perebusan dan pengeringan mengguanakan alat spray dryer. Sehingga bentuk produk ini ialah bubuk, sangat familiar dengan penyedap rasa lainnya. Filler (bahan pengisi) yang mereka tambahkan ke air pindang tersebut adalah maltodekstrin, sehingga mereka menyebutnya sebagai penyedap yang aman dan sehat karena pada OGLA mengandung kadar protein dan serat yang tinggi.

Testimoni OGLA oleh Dekan Fakultas Perikanan UB
Testimoni OGLA oleh Dekan Fakultas Perikanan UB. Foto: Dok. Nanjaya Cipta

Seperti yang dikatakan Faizatus bahwa OGLA telah melakukan uji kandungan gizi di Laboratorium Gizi Universitas Airlangga. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penyedap rasa alami ini mengandung kadar protein dan serat yang tinggi.

Saat ini mereka telah membanderol OGLA dengan harga Rp. 3000 untuk kemasan sachet (10 gram) dan Rp. 20.000 untuk kemasan bottle (80 gram). Mereka telah memasarkan produk OGLA ke berbagai akun media sosial seperti instagram @ogla_umami, line line @eub6573r serta di tokopedia dengan nama toko ogla. Mereka pun juga telah memberikan kontak untuk layanan konsumen dan reseller melalui whatsapp 085749401924.

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Seperti ini Tampilan Lokomotif dan Kereta Api Buatan Indonesia Pesanan Filipina Sebelummnya

Seperti ini Tampilan Lokomotif dan Kereta Api Buatan Indonesia Pesanan Filipina

Pohon Pengantin Salatiga, Pohon Kesepian Penyatu Dua Insan Selanjutnya

Pohon Pengantin Salatiga, Pohon Kesepian Penyatu Dua Insan

Nanjaya Cipta
@nanjaya_cipta

Nanjaya Cipta

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.