Tidak Pulang Kampung? Ini Rekomendasi Destinasi Libur Lebaran di Kota Surabaya

Tidak Pulang Kampung? Ini Rekomendasi Destinasi Libur Lebaran di Kota Surabaya
info gambar utama

Tidak semua yang merayakan Hari Raya Idulfitri melakukan Mudik atau Pulang ke kampung halaman, ada yang menetap karena masih bekerja, ada yang sengaja tidak mudik karena ingin merasakan lebaran di Kota. Kota Surabaya tetap bisa menjadi tempat seru untuk melewati libur Lebaran yang cukup panjang. Mau tahu rekomendasi tempat-tempat yang bisa dikunjungi saat Lebaran nanti? Yuk, simak beberapa tempat yang penulis rekomendasikan!

1. Atlantis Land Surabaya

Sumber : Qubicle
info gambar

Beberapa waktu lalu diresmikan sebuah wisata menarik serta satu-satunya di Indonesia memegang konsep Disneyland, berbagai spot dan wahana permainan menarik yakni Atlantis Land Surabaya Jawa Timur tersaji disana. Bentuk gedung sangat arsitektur theme terlihat dari luar keren serta terdapat berbagai fasilitas spektakuler. Tempat wisata di Surabaya ini terlihat sangat glamor, nampak dari bentuk gedung mewah seperti berada di istana film-film dongeng. Bagian Indoor maupun outdoor dilapisi oleh gemerlap lampu-lampu indah disetiap sudut bangunan semakin memberikan kesan megah. Terutama ketika hadir acara natal maupun pergantian tahun selalu dijadikan theme park, terinspirasi sukses dari universal studio Singapura ketika diperkenalkan kepada publik. Taman wisata keluarga Atlantis Land Kenjeran memiliki luas hingga 15 hektar ialah desain asli dari arsitektur asal Australia. Arsitektur bangunan atlantis land, membuat siap pun dibuat takjub yang berwisata kesana. Terlihat warna dominan antara biru dan kuning memiliki atap menjulang begitu gagah bagaikan istana menjadi spot instagramable. Umumnya pengunjung menjadikan wisata ini sebagai lokasi berselfie dan berfoto ria, pasalnya lokasi indoor Kenpark di Surabaya cocok dijadikan spot foto instagenic.

2. House of Sampoerna

eastjava.com
info gambar

House of Sampoerna adalah sebuah kompleks kediaman pemilik sebuah perusahaan rokok yang sangat terkenal di Indonesia dan dunia. Di tempat tersebut terdapat beberapa bangunan arsitektur Eropa peninggalan masa penjajahan Belanda yaitu rumah tempat tinggal keluarga Sampoerna, pabrik rokok dan museum serta sebuah café yang menyediakan kuliner bagi para pengunjung. Bangunan kuno tersebut dibangun pada tahun 1893 dan dibeli Mr.Liem Seeng Tee tahun 1932 yang digunakan sebagai pabrik rokok. Gedung yang paling besar digunakan untuk museum dan pabrik pembuatan rokok sebagai usaha utama keluarga HM Sampoerna. Di dalam museum terdapat banyak sekali koleksi foto yang disertai artikel, lukisan dan benda-benda kuno lainnya peninggalan perusahaan rokok Sampoerna. Museum Sampoerna terbuka secara gratis sejak tahun 2003 bagi kawan GNFI yang ingin menilik sejarah bagaimana perusahaan ini pertama kali dirintis oleh Mr.Liem seperti yang tertulis dalam situs Wikipedia. Tentu saja pengunjung bisa pergi ke museum kapan saja dan tidak perlu mengeluarkan biaya tiket masuk. Banyak sekali koleksi benda-benda ketika awal mula usaha ini dirintis seperti bentuk rokok, bungkusnya serta berbagai macam nama rokok yang pernah digunakan.

3. Kawasan Wisata Religi Sunan Ampel

sumber : rezzeck
info gambar

Jika kawan GNFI ingin merasakan suasana yang sedikit berbeda dengan suasana Surabaya pada umumnya, Kawasan Wisata Religi Sunan Ampel merupakan salah satu alternatif yang bisa kawan datangi. Ketika sampai di kawasan ini, yang pertama kali terasa adalah suasana khas Timur Tengah yang begitu kental. Kawasan Ampel ini merupakan pertemuan berbagai etnis, yang didominasi oleh etnis keturunan Arab. Kawasan ini juga telah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Pemerintah Kota Surabaya.

Terletak di bagian utara kota Surabaya, daerah ini juga dikenal dengan istilah Kampung Arab. Komunitas Arab telah menghuni kawasan ini sejak berabad-abad silam, yaitu ketika para musafir yang berasal dari Hadramaut datang ke Pulau Jawa. Kawasan inilah yang menjadi saksi awal mula perkembangan Islam di Nusantara. Ampel ini dulunya dihuni oleh banyak sekali etnis. Namun, pada masa kolonialisme Belanda, masyarakat keturunan Arab dipaksa untuk bermukim di sekeliling Masjid Sunan Ampel agar ajaran agama mereka tidak mengkontaminasi ajaran agama dari Belanda. Oleh Belanda, kawasan ini disebut Arabsche Kamp atau Kampung Arab. Inilah alasannya kenapa budaya Timur Tengah masih terasa sangat kental di daerah ini. Di sini kawan GNFI dapat berziarah ke Makam salah satu dari Walisongo atau sekedar berbelanja kebutuhan ibadah.

Itulah 3 pilihan Destinasi Libur Lebaran di Surabaya. Kawan GNFI lebih suka destinasi yang mana?

Sumber : Jejak piknik, inilahsurabaya, eastjava.com, qubicle, datawisata

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini