Kawan GNFI, pernahkah Anda melewati batas zona waktu? Biasanya jam pada ponsel akan berubah sesuai dengan zona waktu Anda berada. Misalnya saat Anda di Banyuwangi, jam pada ponsel menunjukan pukul 7 malam. Lalu ketika Anda menyeberang ke Bali, jam pada ponsel otomatis berubah menjadi pukul 8 malam.

Seperti yang kita tahu, Indonesia memiliki 3 zona waktu yang berbeda. Tapi ternyata sebelum 3 zona waktu ini ditetapkan, Pemerintah Indonesia pernah merubah zona waktu sebanyak 9 kali.

Perubahan zona waktu bukanlah hal baru untuk Indonesia. Pengaturan zona waktu ini ternyata sudah ada sejak tahun 1918. Seperti yang dikutip VIVAnews.com dari Presentasi Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (KP3EI) berjudul "1 Januari 2012, Inisiatif Strategis Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia" peraturan zona waktu ini sudah ada sejak 1908. Aturan Gouvernments Besluits pada Januari 1908 ini mulai berlaku 1 Mei 1908. Pada saaat itu waktu Jawa Tengah ditentukan sebagai waktu mintakad (zona waktu) (GMT+7:12)

Perubahan zona waktu kedua, pada Februari 1918. Pemerintah Belanda menentukan Padang -39 menit dari Waktu Jawa Tengah. Balikpapan dipergunakan +8:20 lebih dahulu dari GMT.

Aturan itu diubah kembali pada 1924, Hoofden van Gewestelijk Bestuur in de Buitengewesten (penguasa daerah) pada 1 Januari 1924 di mana Waktu Jawa Tengah diubah menjadi GMT+7:20.

Karesidenan Bali dan Lombok menggunakan Waktu Jawa Tengah + 22 menit. Sementara itu untu wilayah Makassar, Waktu Jawa Tengah + 38 menit, Tapanuli, Waktu Jawa Tengah - 45 menit dan Padang, Waktu Jawa Tengah -7 menit tujuh menit

Pada tahun 1932, Belanda kembali melakukan perubahan zona waktu dengan cara membagi enam zona waktu untuk kepulauan Indonesia dengan selisi 30 menit.

Ketentuan zona waktu tersebut lalu berubah selama pendudukan Jepang pada 1942. Demi efektivitas operasi militer, waktu Indonesia ditentukan mengikuti waktu Tokyo (GMT+9). Waktu Jawa dimajukan 1:30 (GMT+7:30) dari waktu saat itu.

Perubahan kembali terjadi pada tahun 1947, zona waktu Indonesia dibagi tiga yaitu +7 (bujur tolok 105°), +8 (120°), dan +9 (135°). Hal itu menyusul pergolakan di banyak daerah pemerintah kolonial Belanda mengubah zona waktu Indonesia pada 10 Desember 1947

Pada 1950 seusai penyerahan kedaulatan, pada 1 Mei 1950 Presiden RI memberlakukan waktu mintakad yang sesuai dengan keputusan Gubernur Jenderal tertanggal 27 Juli 1932 sebelumnya (enam zona waktu). Sementara itu, Belanda di Papua mencuri waktu 30 menit (GMT+9:30) untuk Papua Barat. Padahal, Gubernur Jenderal Belanda terdahulu menetapkan +9.

Lalu pada 1963, pasca Irian Barat berhasil direbut kembali. Presiden RI memutuskan membagi Indonesia dalam tiga zona waktu, sama dengan zona waktu 10 Desember 1947. Hal tersebut tercantum dalam Keputusan Presiden RI Nomor 243 tahun 1963.

Perubahan terakhir atau ke sembilan pada tahun 1987, yaitu untuk pertama kali dalam sejarah pembagian zona waktu Indonesia, ekonomi terlebih pariwisata mulai diperhitungkan.

Pada saat itu, wisatawan yang datang ke Bali berhitung soal waktu. Perbedaan waktu dua jam menyebabkan para wisatawan Jepang dan Australia, cenderung lebih cepat meninggalkan Bali agar dapat tiba tidak terlalu larut malam di negara mereka. Selanjutnya garis zona waktu Bali diubah ke waktu Indonesia Tengah, sesuai dengan Keputusan Presiden RI Nomor 41/1987.

Ternyata masalah zona waktu membutuhkan lebih dari 80 tahun untuk penyesuaiannya. Apakah beberapa tahun lagi akan ada perubahan zona waktu lagi?

Sumber : Vivanews, 

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu