Begini Kuliner Khas Lebaran Masyarakat Penataban Banyuwangi!

Begini Kuliner Khas Lebaran Masyarakat Penataban Banyuwangi!
info gambar utama

Ada yang unik dari perayaan lebaran di daerah Penataban, Kecamatan Giri Banyuwangi. Masyarakat setempat rupanya memiliki sajian istimewa yang hanya dapat dinikmati saat momen lebaran. Sebut saja tradisi Cukulan Ampas.

Cukulan Ampas merupakan hidangan kuliner lebaran yang menjadi ciri khas masyarakat Kelurahan Penabatan, Banyuwangi. Sebagai sebuah makanan, Cukulan Ampas telah menjadi santapan istimewa yang hadir sejak dulu kala. Meski belum diketahui siapa pencetusnya, akan tetapi Cukulan Ampas telah menjelma menjadi kuliner khas Penataban, sejak kurang lebih 80 tahun lalu.

Kegiatan Tradisi Cukulan Ampas di Penataban
info gambar

Menjadi makanan daerah, membuat Cukulan Ampas telah tenar di tempatnya. Bahkan, Cukulan Ampas merupakan sajian yang mendarah daging di masyarakat setempat. Bagi warga Penataban, belum lebaran namanya jika belum merasakan hidangan nikmat dari Cukulan Ampas.

Secara lebih dalam, Cukulan Ampas disajikan menggunakan daun pelepah pisang yang di dalamnya terdapat tauge dan taburan kelapa. Selain itu turut terdapat terasi, garam, laos, dan sambal cabe jeruk yang menjadi pelengkap sehingga membuat hidangan terasa lebih segar.

Sajian Cukulan Ampas
info gambar

Di sisi lain, makna harfiah dari Cukulan Ampas merupakan harapan dan keinginan masyarakat Penataban untuk kelak menjadi sesuatu yang berguna. Artinya, sebagai manusia hendaknya seorang individu mampu terus merujuk pada sesuatu yang baik juga bermanfaat.

Uniknya, tradisi Cukulan Ampas dua tahun terakhir ini telah hadir di ruang terbuka. Dari tahun 2017 lalu terdapat wadah publik yang diciptakan oleh golongan remaja melalui Karang Taruna Penataban dengan dibantu berbagai pihak guna menghadirkan bazar kuliner Tradisi Cukulan Ampas, dengan harapan semua orang dapat menikmati sajian khas masyarakat Penataban.

Antusias Warga Terhadap Tradisi Cukulan Ampas
info gambar

Tak pelak kegiatan yang berlangsung di hari Senin (18/06) tepat tanggal 4 Syawal tersebut dibanjiri oleh berbagai kalangan. Banyak orang datang untuk mencicipi secara langsung kelezatan Cukulan Ampas sebagai makanan khas masyarakat setempat.

Lebih lagi saat ditemui secara langsung, Lurah Penataban, Sri Wilujeng menuturkan bahwa Cukulan Ampas merupakan kegiatan yang dihadirkan guna menumbuhkan kesadaran berbagai pihak, khususnya anak muda, untuk terus melestarikan budaya dan tradisi lokal. Salah satunya adalah dengan mempertahankan kuliner daerah seperti halnya Cukulan Ampas.

Salah Seorang Penjual Tengah Menyajikan Cukulan Ampas
info gambar

Wah seru sekali ya inovasi yang dilakukan remaja setempat guna mempertahankan tradisi yang ada. Kalau di daerahmu bagaimana?

Sumber: Liputan Kegiatan Tradisi Cukulan Ampas

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini