Uniknya Tradisi Mudik Masyarakat Nelayan Pesisir Jembrana

Uniknya Tradisi Mudik Masyarakat Nelayan Pesisir Jembrana
info gambar utama

Ada yang menarik dari tradisi mudik masyarakat pesisir Kabupaten Jembrana Bali. Bagi masyarakat setempat, khususnya di Desa Pengambengan, mudik justru dilakukan tepat di Hari Raya Idul Fitri.

Kebiasaan mudik masyarakat tersebut dilakukan setelah berakhirnya salat Id dan usainya ritual kunjungan ke tetangga. Seperti yang tertulis di CNN Indonesia, bahwa warga Desa Pengambengan kebanyakan merupakan masyarakat rantau yang berasal dari berbagai daerah. Rata-rata dari mereka pun bekerja sebagai nelayan.

Ilustari Masyarakat Pesisir Nelayan Desa Pengambengan Bali
info gambar

Tradisi mudik lebaran yang dilakukan tepat di tanggal 1 Syawal tersebut rupanya telah dilakukan secara turun-temurun dan menjadi sesuatu yang mendarah daging. Dipilihnya keberangkatan mudik seusai salat Id merupakan upaya untuk tetap menjaga hubungan persaudaraan dengan warga asli desa tersebut.

Disebutkan pula bahwa perantau yang kebanyakan berasal dari Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur tersebut memilih untuk bersilaturahim lebih dulu dengan tetangga tempat tinggalnya di Desa Pengambengan baru kemudian berangkat mudik ke kampung halaman.

Karena adanya kebiasaan mudik yang bertepatan di Hari Raya Idul Fitri, bisa dipastikan tepat di hari pertama seusai salat Id dan kunjungan tetangga, kampung-kampung di daerah tersebut menjadi sepi.

Ilustrasi Mudik Masyarakat Desa Pengambengan di Hari Pertama Lebaran
info gambar

Namun uniknya dengan tradisi tersebut, masyarakat perantau di Desa Pengambengan juga mendapat balasan penghargaan dari warga lokal atau masyarakat asli Desa Pengambengan dengan mendatangi mereka di Banyuwangi. Bahkan biasanya warga lokal akan berangkat secara rombongan dan melakukan kegiatan rekreasi.

Diketahui secara lebih dalam bahwa masyarakat Desa Pengambengan merupakan masyarakat yang didominasi etnis Melayu sehingga terjadi perpaduan kultur yang kental di sana. Bahkan akulturasi yang ada tidak hanya terlihat dari sisi bahasa dan budaya, melainkan juga dari sisi perkawinan. Maka tak heran jika masyarakat setempat berupaya untuk terus menghormati satu sama lain dengan latar belakang daerah penduduknya yang berbeda-beda.

Oleh sebab itu melalui adanya tradisi di momen lebaran tersebut, bisa dipastikan masyarakat Desa Pengambengan Jembrana Bali memiliki keterikatan yang erat antar individu.

Menarik sekali ya! Kalau di daerahmu bagaimana?


Sumber: CNN Indonesia

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini