Jan Cox, Seniman Belanda Asal Surabaya?

Jan Cox, Seniman Belanda Asal Surabaya?
info gambar utama

Indonesia memang dianugerahi dengan kekayaan budaya beraneka ragam dengan letak geografis yang membentang dari Sabang hingga Merauke, dari Pulau Weh hingga Pulau Rote. Tidak ayal jika masing-masing wilayah biasanya erat dengan budayanya masing-masing.

Seperti contohnya, kata "Jancuk" yang erat dengan masyarakat Suroboyo. Makna kata Jancuk sendiri sangat beragam. Positif ataupun negatif tergantung bagaimana kata tersebut diucapkan oleh sang pengucap. Kata Jancuk sendiri juga memiliki ejaan yang berbeda mulai dari jancok, dancok, atau biasanya disingkat menjadi cuk saja.

Seorang dalang pawakan terkenal, Sujiwo Tejo menjelaskan versinya mengenai kata Jancuk:

“Jancuk” itu ibarat sebilah pisau. Fungsi pisau sangat tergantung dari user-nya dan suasana psikologis si user. Kalau digunakan oleh penjahat, bisa jadi senjata pembunuh. Kalau digunakan oleh seorang istri yang berbakti pada keluarganya, bisa jadi alat memasak. Kalau dipegang oleh orang yang sedang dipenuhi dendam, bisa jadi alat penghilang nyawa manusia. Kalau dipegang orang yang dipenuhi rasa cinta pada keluarganya bisa dipakai menjadi perkakas untuk menghasilkan penghilang lapar manusia. Begitupun “jancuk”, bila diucapkan dengan niat tak tulus, penuh amarah, dan penuh dendam maka akan dapat menyakiti. Tetapi bila diucapkan dengan kehendak untuk akrab, kehendak untuk hangat sekaligus cair dalam menggalang pergaulan, “jancuk” laksana pisau bagi orang yang sedang memasak. “Jancuk” dapat mengolah bahan-bahan menjadi jamuan pengantar perbincangan dan tawa-tiwi di meja makan. (Sujiwo Tedjo, 2012, halaman x)

Jancuk merupakan simbol keakraban. Simbol kehangatan. Simbol kesantaian. Lebih-lebih di tengah khalayak ramai yang kian munafik, keakraban dan kehangatan serta santainya “jancuk” kian diperlukan untuk menggeledah sekaligus membongkar kemunafikan itu. (Sujiwo Tejo. 2012 : 397)

Eratnya kata Jancuk sebagai identitas komunitas warga Surabaya dan Malang namun tidak dapat dipastikan semua pemakainya mengetahui asal usul kata Jancuk tersebut.

Salah satu karya seni hasil buatan Jan Cox | Sumber: DeMilked
info gambar

Rupanya asal kata Jancuk berasal dari nama seorang seniman asal Belanda bernama Jan Cox yang lahir di Den Haag, 27 Agustus 1919 dan meninggal dunia pada 7 Oktober 1980 di Antwerp, Belgia.

Tidak, Jan Cox tidak pernah berkunjung ke Surabaya bahkan Indonesia. Bahkan hasil karya seninya tidak pernah sampai di Indonesia. Lantas, darimana nama Jan Cox bisa membudaya di tanah Surabaya?

Hasil karya seni buatan Jan Cox sangatlah fenomenal. Saat pasukan tentara NICA Belanda yang membawa pasukan Inggris mendarat di Surabaya dengan tujuan melucuti senjata tentara Jepang, di salah satu tank yang digunakan tertulis nama Jan Cox.

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
info gambar

Pada zaman PD II, hal tersebut sangat lazim ditemui, nama idola dituliskan pada badan tank, pesawat, atau kapal yang digunakan selama berperang. Diduga, Jan Cox adalah idola dari pengemudi tank dari Belanda tersebut, sehingga ia menuliskan nama Jan Cox di badan tank. Tank itu berjenis M3A3 Stuart buatan Amerika Serikat yang menjadi inventaris tentara Belanda.

Seperti yang kita tahu, akhir dari pendaratan NICA dan Inggris di Surabaya adalah pecahnya pertempuran 10 November 1945. Para Tentara Keamanan Rakyat (TKR/TNI kala itu) kemudian melihat tulisan Jan Cox di badan tank Stuart. Dan sejak saat itu menyebutkan nama Jan Cox sebagai kata sandi bahwa ada tank yang mendekat.

Lama kelamaan nama Jan Cox menjadi kata serapan yang masih digunakan oleh masyarakat Jawa Timur khususnya Surabaya.


Sumber: Instagram @gerilyasastra

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini