Museum Perbendaharaan Bandung, Satu-satunya Museum Kementerian Keuangan di Indonesia

Museum Perbendaharaan Bandung, Satu-satunya Museum Kementerian Keuangan di Indonesia

Photo by Søren Astrup Jørgensen on Unsplash

Museum Perbendaharaan bisa menjadi pilihan untuk wisata edukasi di Kota Bandung. Museum ini menjadi sarana dokumentasi dan media edukasi untuk masyarakat luas mengenai pengelolaan keuangan negara, khususnya di Indonesia.

Museum yang diresmikan pada 2016 silam ini berlokasi satu gedung dengan Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Barat, tepatnya di sayap barat lantai 1 Gedung Dwiwarna yang juga merupakan bangunan historis bernilai sejarah tinggi.

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
© medium.com/@iffahshrtn

Museum ini masih menjadi satu-satunya museum di lingkungan Kementerian Keuangan yang dibuka untuk umum. Harapannya adalah untuk menjadi referensi utama bagi para peminat sejarah, peserta studi, dan penelitian bidang perbendaharaan negara, bidang hukum keuangan negara dan bidang lainnya yang terkait.

Dalam mencapai tujuannya, museum yang dibuka setiap Sabtu, Minggu, dan Senin pukul 09.00 – 16.00 WIB pada pekan kedua dan keempat tiap bulan ini menyajikan sejumlah display, foto, koleksi dokumen, artefak dan peralatan kerja bidang perbendaharaan. Dirangkum oleh Ayo Bandung, berikut ini yang bisa didapatkan saat berkunjung ke Museum Perbendaharaan.

1. Sejarah perbendaharaan Indonesia

Pengunjung saat memandangi etalasi sejarah perbendaharaan di Museum Perbendaharaan, Bandung | Foto: Fathia Uqim/ayobandung
Pengunjung saat memandangi etalasi sejarah perbendaharaan di Museum Perbendaharaan, Bandung | Foto: Fathia Uqim/ayobandung

Arsip perbendaharaan satu-satunya di Indonesia ada di museum ini. Kehadiran uang sebagai alat tukar dan rentetan fenomena yang menjadikan rupiah menjadi mata uang yang sahih juga dapat dilihat kisahnya dalam museum ini.

2. Koleksi benda dan peralatan kantor

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
Lemari kaca penyimpanan benda-benda perbendaharaan | Foto: Novianti Nurullah/Pikiran Rakyat

Peninggalan benda-benda zaman dulu terkait perbendaharaan juga masih terarsip rapi di lemari kaca. Adapun benda-benda tersebut di antaranya adalah kalkulator, mesin, hingga kertas dan surat pendukung. Koleksi ini berasal dari berbagai kantor di Indonesia. Dengan melihat koleksi ini, pengunjung akan dibawa ke masa lalu, bagaimana perbendaharaan bekerja dan berporses dari waktu ke waktu.

3. Peta kantor KPPN

Setiap wilayah se-Indonesia memiliki Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara masing-masing. Di Museum Perbendaharaan, pengunjung akan diberikan peta besar yang memperlihatkan sejumlah lokasi KPPN. Dan, jangan salah, KPPN juga hadir di sejumlah pulau kecil sebagai bukti pelayanan yang sama rata untuk seluruh rakyat Indonesia.

4. Mekanisme pencairan dana

Jika ingin mengetahui bagaimana pencairan dana berjalan dan Kantor Perbendaharaan berfungsi, museum ini adalah jawabannya. Di sini pengunjung akan diberitahu secara rinci bagaimana siklus pencairan dana dan mudahnya hari ini mencairkan dana hanya dengan selembar berkas dan tidak lebih dari satu jam. Tidak seperti dahulu yang memerlukan berlembar-lembar berkas dan waktu tunggu yang lebih lama.

5. Sejarah Gedung Dwiwarna

Lokasi tempat museum berada ini menjadi lokasi rapat komisi Konferensi Asia Afrika (KAA). Gedungnya yang tidak mengalami pemugaran ini menjadi saksi di mana berbagai rapat berlangsung. Foto-foto saat rapat masih terpampang di dinding dan tiang di dalam gedung. Kursi dan posisinya pun masih dibuat sama supaya pengunjung dapat merasakannya.


Sumber: Ayobandung, Kemenkeu

Pilih BanggaBangga25%
Pilih SedihSedih8%
Pilih SenangSenang42%
Pilih Tak PeduliTak Peduli8%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi8%
Pilih TerpukauTerpukau8%

Artikel ini dibuat oleh Tim Redaksi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Antara Mudik, Infrastruktur, dan Growth Pole Sebelummnya

Antara Mudik, Infrastruktur, dan Growth Pole

Bawa Produk Lokal Go Internasional, Bukalapak Hadirkan BukaGlobal Selanjutnya

Bawa Produk Lokal Go Internasional, Bukalapak Hadirkan BukaGlobal

0 Komentar

Beri Komentar