Tidak lama ini, Sri Mulyani pergi ke London. Dalam perjalanan dinas kali ini, Sri Mulyani bertemu dengan Menteri Keuangan Inggris, H.E. Chancellor of the Exchequer, Rt Hon. Philip Hammond MP. Pertemuan tersebut membahas tentang kerjasama bilateral antara Indonesia dengan Inggris menyangkut kerjasama investasi, keuangan dan pembiayaan infrastruktur.

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
Jamuan Makan Malam Menkeu Sri Mulyani dan Menteri Keuangan Inggris Philip Hammond

Menkeu Sri Mulyani dan Menkeu Inggris Philip Hammon membahas perkembangan situasi terkini di Eropa, Amerika Serikat, RRT, update mengenai pertemuan G7 dan perkembangan perekonomian negara-negara G20.

Dalam pertemuan dua negara itu, Menkeu Sri Mulyani mendapat kesempatan untuk mendengar penjelasan mengenai proses politik Brexit dan implikasinya bagi perekonomian Inggris dan Eropa dan pembelajaran bagi perekonomian ASEAN.

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)

sambutan awal oleh Menteri Keuangan Inggris Philip Hammond dan dilanjutkan oleh Menkeu Sri Mulyani

Menkeu Inggris Philip Hammond memiliki harapan agar hubungan bilateral antara pemerintah Inggris dan Indonesia semakin dekat yang juga diiringi oleh relasi di sektor privat. Dalam resepsi makan malam ini terjadi dialog yang cukup konstruktif dimana London dianggap tetap memiliki komitmen kuat untuk menjadi partner untuk kebutuhan investasi dan pembiayaan infrastruktur Indonesia. Contohnya sudah ada dua global offshore rupiah bonds yang dikenal dengan nama Komodo Bonds yang telah diterbitkan oleh Jasa Marga dan Wijaya Karya di London Stock Exchange. Dana investasi obligasi dari Komodo Bonds yang memiliki risiko nilai tukar yang minimum ini dapat dipergunakan oleh kedua BUMN ini dalam pembangunan infrastruktur di tanah air.

“Paparan Menkeu Sri Mulyani tentang perkembangan ekonomi Indonesia, arah reformasi perpajakan, beserta perkembangan pasar keuangan dan pasar modal Indonesia memberikan citra yang positif untuk Indonesia, penting untuk differentiation bagi Indonesia dihadapan Financial and Related Professional Services Industry di Inggris“ ujar Steven Marcelino, Direktur Eksekutif YIPA di Inggris Raya. Resepsi makan malam ini juga diikut sertai oleh Suahasil Nazara, Kepala Badan Kebijakan Fiskal; Luky Alfirman, Dirjen PPR; Wempi Saputra Chief of Staff untuk Menkeu; Adam M. Tugio, DCM KBRI London; Hidayat Amir, Kepala Pusat Kebijakan APBN BKF; Loto S Ginting, Direktur Surat Utang Negara DJPPR, pimpinan jajaran London Stock Exchange dan komunitas bisnis di Inggris.

"Semenjak tahun 2017, Kementrian Keuangan aktif memberikan support kepada YIPA di Inggris Raya dalam inisiatif UK-Indonesia Economic Forum untuk mempromosikan hubungan UK-Indonesia di bidang bisnis dan investasi melalui komunitas future business leaders.” ujar Jean Gabriel Renaldy, Chief Operating Officer untuk YIPA di Inggris Raya. Kegiatan diplomasi ekonomi yang merupakan kegiatan tahunan ini dibuka oleh Dubes RI untuk Kerajaan Inggris Raya dan Irlandia Dr. Rizal Sukma. Menkeu Sri Mulyani Indrawati turut menjadi pembicara utama dalam kegiatan tersebut dengan topik Indonesia Economic Outlook. YIPA di Inggris Raya memiliki ratusan anggota professional yang bekerja di berbagi perusahaan multinasional di bidang perbankan, konsultansi, hukum, teknologi dan bidang strategis di berbagai kota di Inggris.maS

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
Sambutan
Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
public private dialog yang dimoderatori oleh Mark Hoban

 

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu