Pertama Kali Film Indonesia di SCENECS Internasional Film Festival 2018

Pertama Kali Film Indonesia di SCENECS Internasional Film Festival 2018

Photo by Denise Jans on Unsplash

Tahun ini, untuk pertama kalinya Indonesia berpartisipasi dalam SCENECS International Film Festival.

Film Posesif garapan Palari Film menjadi film pembuka dalam SCENECS Internasional Film Festival 2018. Posesif dibintangi oleh Putri Marino dan Adipati Dolken berhasil memukau 300 orang Belanda. Turut hadir produser film Muhammad Zaidy, dan sutradara Turah, Wisnu Legowo. Dan lagu "Dan" miliki Sheila On 7 mengalun indah menjadi closing credit pada layar perak lebar.

Posesif Acara tersebut digelar pada tanggal 22-29 Juni di Hilversum, pusatnya media dan film di Negeri Belanda.

Dilansir dari Kumparan, SCENECS International Film Festival 2018 dibuka dengan paduan tari tradisional Betawi dengan tari modern.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Belanda, I Gusti Agung Wesaka Puja, membuka festival secara resmi bersama Direktur SCENECS, Arya Tarivedi, dan anggota Dewan Kota Hilversum bidang Media dan Budaya, Wimar Jaeger.

Dikutip dari tulisan Kumparan, dalam sambutannya, Duta Besar Wesaka Puja mengatakan bahwa sejak 2015, pemerintah Indonesia telah membuka 100 persen investasi asing dalam industri perfilman. Sejak itu pula, semakin banyak film baru yang diproduksi.
“Dua tahun terakhir, sekitar 110 film baru diproduksi tiap tahunnya oleh para pembuat film Indonesia,” katanya.
“Sebanyak 36 prosen dari keseluruhan film, yang diputar di berbagai bioskop di Indonesia, merupakan film produksi Indonesia,“ ia menambahkan. Menurut Duta Besar Wesaka Puja, saat ini ada 1.500 gedung bioskop di Indonesia. Namun, dengan populasi lebih dari 250 juta orang, Indonesia membutuhkan setidaknya 5.000 gedung bioskop.
“Dengan demikian, ini merupakan kesempatan yang sangat bagus bagi para investor Belanda untuk mulai mencari kemungkinan-kemungkinan berinvestasi dalam industri perfilman di Indonesia.”


Sumber: Kumparan

Pilih BanggaBangga89%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau11%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Sebuah Memoar Pematah Stigma Negatif dari Bandung Sebelummnya

Sebuah Memoar Pematah Stigma Negatif dari Bandung

Ragam Sate dari Bali dan Lombok Selanjutnya

Ragam Sate dari Bali dan Lombok

Febinska Fahmi
@febinska

Febinska Fahmi

I’m Febinska, creative director in Captivate

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.