Inovatif. "SOFA-EBI" Probiotik Tepung Berbasis Spora yang Mampu Cegah Vibriosis pada Udang Vaname Karya Mahasiswa FPIK UB

Inovatif.  "SOFA-EBI" Probiotik Tepung Berbasis Spora yang Mampu Cegah Vibriosis pada Udang Vaname Karya Mahasiswa FPIK UB
info gambar utama

Udang vaname merupakan salah satu komoditas perikanan budidaya unggulan untuk ekspor. sehingga pemerintah melakukan upaya untuk meningkatkan produksi udang dengan mengoptimalkan luas area tambak mencapai lebih dari 20.000 Ha., maka bidang akuakultur menerapkan sistem intensifikasi. Di sisi lain, sistem ini mengakibatkan adanya penurunan kualitas air dan meningkatnya terjadinya infeksi penyakit. Salah satu penyakitnya yaitu Vibriosis yang diakibatkan oleh bakteri Vibrio harveyii. Vibriosis pada udang bersifat akut dan dapat mematikan udang dalam waktu 1 sampai 3 hari, sehingga sangat merugikan petambak udang. Aplikasi probiotik Bacillus terbukti bisa menjadi alternatif jalan keluar untuk menggantikan antibiotik yang biasa digunakan untuk menurunkan kejadian penyakit dan meningkatkan produksi.

Sayangnya, Bacillus dalam probiotik pada umumnya adalah berbentuk sel vegetatif yang tidak stabil dalam penyimpanan, sehingga jumlah bakteri akan menurun seiring dengan lama penyimpanannya. Oleh sebab itu diperlukan Bacillus dalam bentuk spora, dimana Bacillus dalam bentuk spora yang lebih stabil dan belum banyak dievaluasi khususnya untuk ikan dan udang.

Berdasarkan hal tersebut 3 peneliti muda Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya yaitu Khalid Amjad (BP’14), Shilvia Astriyanti (MSP’14), dan M. Miftahul Bayyan (IK’15) dibawah bimbingan Dr. Ating Yuniarti, S.Pi. M.Aqua melakukan sebuah penelitian berjudul SOFA-EBI (Spore Forming Bacteria as Environmentally Control of Vibriosis): Pengembangan Probiotik Berbasis Spora dari Bacillus sp. sebagai Biokontrol Penyakit Vibriosis pada Udang Vaname (Litopanaeus vannamei).

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan karakter produksi spora media produksi (ratio C:N, suhu, dan pH) yang optimal untuk produksi spora dan aplikasinya sebagai probion unggul pada akuakultur. Untuk meningkatkan nilai ekonomis dari probiotik, maka digunakan media produksi (spore carrier) dari bahan lokal yang tersedia melimpah dan cukup murah seperti tepung tapioka, ubi jalar dan jagung. Kemudian dievaluasi daya simpan spora pada suhu dan periode yang berbeda. Didapatkan hasil probiotik dalam bentuk spora mampu mempertahankan kepadatan bakterinya. Hasil produksi spora terbaik akan diaplikasikan secara in vitro dan in vivo pada udang pada skala laboratorium.

Dari hasil penelitian tersebut telah dihasilkan "SOFA EBI" probiotik tepung berbasis spora yang mampu mencegah penyakit vibriosis pada Udang Vaname dan punya daya simpan yang lama.


Sumber:

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini