Volume kendaraan di jalan raya kian lama kian membesar. Kemacetan sering tak dapat dihindari karena lebar ruas jalan yang tidak sebanding dengan volume kendaraan. Lampu lalu lintas juga secara tidak langsung mendorong timbulnya kemacetan karena durasinya yang tidak sesuai dengan volume kendaraan saat itu.

Terkadang durasi tidak sebanding dengan volume kendaraan yang ada | Foto: Kaskus
Terkadang durasi tidak sebanding dengan volume kendaraan yang ada | Foto: Kaskus

Untuk membantu memberi solusi atas masalah tersebut, mahasiswa Teknik Elektro ITB mengembangkan perangkat lunak Smart Traffic Management System. Sistem yang dikembangkan oleh Gok Sidabutar ini akan membagi durasi lampu lalu lintas lebih tepat.

Dengan mengandalkan data dari perhitungan jumlah kendaraan melalui kamera, sistem akan memrogram durasi lampu hijau untuk lebih lama pada ruas jalan yang padat. Sedangkan ruas jalan yang lengang akan mendapat penyesuaian. Hal ini membuat setiap jalur tidak terjadi penumpukan kendaraan yang signifikan sehingga menyebabkan kemacetan.

“Smart Traffic Management System secara keseluruhan akan berjalan otomatis tanpa ada campur tangan lagi seperti pengaturan manual lampu lalu lintas oleh petugas seperti sekarang ini,” tambah Gok.

Prototipe Smart Traffic Management System buatan Gok | Foto: Dok. ITB
Prototipe Smart Traffic Management System buatan Gok | Foto: Dok. ITB

Ide menggunakan kecerdasan buatan dalam sistem ini dikarenakan dunia yang telah memasuki era tersebut. Sementara, di Indonesia sendiri mengalami masalah kemacetan yang hampir di seluruh kota besar. Oleh karena itu, Gok melihat peluang memecahkan masalah tersebut dengan adanya rekayasa manajemen lampu lalu lintas.

Ide ini juga menjadi karya tugas akhir Gok di ITB dan telah ditampilkan pada EEDays 2018 pada 22-24 Mei di Aula Timur ITB. Gok juga berharap bahwa prototipe yang ia buat selama 10 bulan dan memakan biaya sekitar tujuh juta rupiah ini kedepannya dapat dikembangkan dan dapat digunakan pada kondisi nyata lalu lintas di Indonesia.


Sumber: itb.ac.id

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu